Bisnis Online dan Jasa SEO

Jasa Ahli Blogger Terbaik di Medan

Bisnis Gadai Semakin Marak di Kota Medan

Akhir-akhir ini semakin marak kita temukan bisnis gadai di pinggir jalan Kota Medan. Tidak hanya di Medan saja, bisnis ini menjamur, di kota-kota besar lainnya, seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Batam, Bali, Semarang, Makassar, kami yakin juga bisnis ini semakin merajalela saja.

 

Bisnis Gadai dan Usaha Simpan Pinjam Online Indonesia

 

Memang kehadiran para pebisnis gadai ini bagi warga Medan dan sekitarnya telah menjadi salah satu jawaban bagi masyarakat kecil dan menengah yang kepepet butuh dana segar dengan cepat dan tanpa bertele-tele (syarat yang ribet). Dan juga kehadirannya telah dimaknai oleh para pengusaha di Medan sebagai salah satu bisnis yang menjanjikan di kota medan, karena masih diyakini masih memberikan keuntungan besar bagi usaha ini.

 

Tentu hadirnya gadai pinggir jalan ini telah jadi alternatif dan sekaligus menjadi kompetitor utama dari keberadaan gerai-gerai PT Pegadaian yang telah lebih dahulu hadir.

 

Ketika kami menyelusuri jalan di padang bulan, terutama dengan dengan universitas sumatera utara (usu), maka pemandangan banyaknya orang yang datang ke gerai gadai di pinggir jalan dengan menjinjing tap laptop ataupun handphone bukanlah hal yang luar biasa lagi kita lihat.

 

Ya, meskipun sama-sama kita ketahui bahwa taksiran harga gadai benda-benda elektronik sebagaimana yang kami contohkan diatas, harga gadainya antara Rp 500.000 sampai dengan Rp 2.000.000 an yang akan disetujui oleh petugas gadai dimaksud.

 

Ya memang harga tawaran gadai yang disodorkan pihak pegadaian pinggir jalan di kawasan usu ini, tentu harga taksirannya sangat rendah antara hanya 25 persen hingga 50 persen dari nilai laptop yang akan digadaikan. Dan bunga yang ditawarkan juga relatif memang relatif miring, hanya dikisaran 2,3 persen per bulan hingga 5 persen.

 

Namun, barang elektronik seperti laptop yang dapat diterima oleh gadai pinggir jalan ini memiliki syarat, yakni harus ada dus, syarat minimum prosesor. Tapi, perlu diketahui bahwa sebagian besar kami melihat bahwasanya pegadaian pinggir jalan ini, taksiran harga gadai yang diberikan kelewat rendah, sehingga acap kali membuat para calon pelanggan jadi mengurungkan niatnya untuk menggadai laptop ataupun smartphone atau handphone kesayangannya.

 

Ya, terkadang juga mau tidak mau karena kondisi keuangan yang lagi menipis dan memang sudah tanggal tua, terpaksa berhubungan dengan gerai gadai HP, Laptop, dan BPKB ini.

 

Kalau kita cermati dari beberapa spanduk dan promosi yang dilakukan oleh para pengusaha gadai pinggir jalan ini, maka tak mengherankan semakin menjamur pulalah gerai gadai berlabel “Koperasi Simpan Pinjam” di Kota Medan. Mengapa? Karena bisnis ini sangat dinanti-nantikan oleh orang-orang yang lain kepepet dengan masalah uang.

 

Memang dari beberapa pengalaman dari orang-orang yang sudah pernah berhubungan dengan koperasi simpan pinjam, ditemukan fakta bahwa prosesnya sangat cepat, yakni kurang dari lima menit, dan pinjaman uang yang diberikan juga boleh dikatakan lebih tinggi bila kita berhubungan dengan gerai gadai pinggir jalan.

 

Pinjaman uang pada koperasi simpan pinjam ini juga sangat bervariatif, mulai dari 500 ribu rupiah sampai dengan 5 juta yang prosesnya begitu cepat dan mudahnya hanya diminta menunjukkan KTP dan membubuhkan tanda tangan pada formulir warna merah muda, tanpa embel-embel biaya administratif. Ya singkatnya, dalam beberapa detik, para peminjam langsung akan mendapatkan pinjaman uang ke tangannya. Istilahnya, urusan dapur setidaknya “selamat” sampai akhir bulan. Hahaha……

 

Tapi, pernahkah kita menyadari bahwa di balik kegembiraan telah mendapatkan pinjaman dari koperasi simpan pinjam ataupun gadai pinggir jalan dimaksud, pada akhir bulan depan ianya harus menyiapkan dana lebih untuk menebus uang gadai plus bunga dikisaran 2,3 persen – 10 persen. Disamping itu, bila terlambat juga masih dikenakan sanksi bunga denda 1-2 persen. Dengan kata lain, bahwa dalam tempo dua bulan saja, bila sesorang yang menggadaikan laptop atau hp nya tidak melakukan tebusan barangnya, maka konsekuensinya harus siap-siap kehilangan laptop atau barang-barang kesayangan lainnya.

 

Pada pokoknya, kami melihat bahwa berinteraksi dengan bisnis gadai dan bisnis simpan pinjam ini merupakan pilihan yang manis di muka, tapi pahit belakangan. Namun, karena ini merupakan pilihan terakhir, maka apa boleh buat bagi orang-orang (misalnya dalam hal ini adalah mahasiswa dan karyawan) sangat membutuhkan uluran tangan gadai ini.

 

Memang secara faktual, gerai-gerai gadai sangat berkembang pesat di Medan yang seakan tak mau kalah dengan kios-kios PT Pegadaian yang sebelumnya sendirian melenggang dengan mulus di bisnis ini. Artinya, keberadaian gerai gadai non pegadaian tak bisa dipungkiri sangat dibutuhkan dan jadi fenomena tersendiri di masyarakat kota pada beberapa tahun belakangan ini. Dimana, persyaratan yang mudah dan tidak ribet, serta ragam barang yang bisa digadaikan membuat gadai pinggir jalan datang ibarat “dewa” yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Istilah kerennya tak hanya sebuah slogan “mengatasi masalah tanpa masalah”.

 

Benarkah Bisnis Gadai Alternatif Pegadaian?

Sebagaimana penjelasan kami diatas, bahwasanya tempat pegadaian di kota-kota besar Indonesia kini semakin marak. Dimana juga, spanduk besar bertuliskan gadai terlihat besar di setiap gerai mereka. Ya, kawasan yang dekat dengan kampus adalah tempat-tempat yang ramai gadai-gadai pinggir jalan. Bisa dibilang saat ini, tak ada jalan-jalan di Medan dan sekitarnya yang tak ada gerai gadai “pinggir jalan”.

 

Bahwa di era digitalisasi dan perkembangan dunia internet yang kita rasakan saat ini, kami melihat bahwa gadai-gadai swasta ini bahkan telah menjelma menjadi gadai online yang juga berkembang beberapa tahun terakhir. Konsepnya juga tak jauh berbeda dengan gadai pinggir jalan, hanya yang membedakannya adalah proses yang dilakukan adalah secara online. Ya, pada pokoknya bisnis keuangan ini telah menjadi salah satu bisnis online yang mulai marak diminati para pengusaha bidang keuangan.

 

Barang-barang yang bisa digadaikan pada bisnis gadai online ini adalah perhiasan emas, logam mulia, laptop, sepeda motor, mobil, smartphone atau handphone, kamera, dlsb bisa masuk sebagai barang jaminan untuk meminjam uang pada situs atau website gadai online ini. Bahkan kami melihat, bisnis gadai online ini sangat sering mempromosikan website atau situsnya dengan menggunakan promosi periklanan yang diusahai oleh google adsense (ads).

 

Memang, menggandeng media promosi melalui google ads ini sangat efektif untuk mempopulerkan bisnis gadai online ini agar lebih cepat dikenal oleh masyarakat, terutama yang aktif menggunakan search engine untuk mencari informasi yang terkait dengan masalah pembiayaan maupun jasa keuangan. Serta adanya link dari google adsense yang masuk ke website perusahaan gadai online, merupakan salah satu teknik penggunaan SEO yang cukup baik dalam hal mengumpulkan backlink untuk membangun website agar semakin terpercaya di search engine google, melalui aktivitas SEO Offpage.

 

Tidak hanya gadai pinggir jalan saja yang memanfaatkan medium internet untuk mengembangkan usaha online nya, belakangan kami melihat sangat banyak perusahaan pembiayaan atau leasing juga menyasar pembiayaan jangka pendek dengan jaminan BPKB, tentu dengan bunga yang tak kalah tinggi dengan gadai-gadai swasta lainnya yang telah lebih dahulu bermain di bisnis gadai online ini.

 

Yang menjadi pertanyaan, bagaimana dengan PT Pegadaian? Apakah akan terjadi kekurangan nasabah atau konsumennya? Memang, sejak berubah dari Perusahaan Umum (Perum) menjadi Persero pada tahun 2012 yang lalu, PT Pegadaian terus mengalami transformasi bisnis. Selain bermain pada bisnis gadai konvensional, PT Pegadaian juga sudah masuk pada bisnis pembiayaan multi guna, penjualan emas, tabungan emas. Disamping itu, PT Pegadaian juga mulai merambah ke bisnis aneka jasa lainnya, seperti pengiriman uang, jasa sertifikasi batu mulia, jasa taksiran, jasa titipan dan lain sebagainya. Tapi, gadai emas emas adalah menjadi primadona dan jadi jantung bisnis Pegadaian. Tak mengherankan, menggadai emas lebih mudah di pegadaian dari pada barang berharga lainnya, dan hal itu telah menjadi fakta.

 

Kinerja pegadaian sebagai salah satu perusahaan plat merah di Indonesia, telah begitu meyakinkan. Berdasarkan data yang kami temukan bahwa pada tahun 2015, perusahaa ini mampu meraup keuntungan bersih sebesar Rp 1,94 triliun, yang berasal dari memutar omzet pinjaman yang diberikan hingga Rp 112,75 triliun. Disamping itu, PT Pegadaian juga mampu membukukan jumlah nasabah yang terus meningkat, dimana pada tahun 2015 jumlah nasabahnya hingga 35,65 juta orang dan didukung oleh 4.430 unit kantor operasional. Tentu fakta ini telah memberikan kesimpulan, terutama bagi kami selaku pegiat bisnis online di Medan bahwasanya bisnis pegadaian sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Ya, kehadiran pegadaian menjadi penyelamat masyarakat yang membutuhkan uang dalam waktu singkat. Inilah yang menurut kami menjadi alasan utama mengapa bisnis pegadaian terus menjamur sebagai alternatif pembiayaan.

 

Tapi, bila ditelaah lebih dalam lagi, ditemukan fakta bahwa PT Pegadaian atau pun usaha gadai-gadai lainnya saat ini masih menggunakan dasar hukum dalam aturan main yang dikeluarkan pada zaman Belanda dalam Staatsblad Tahun 1928 Nomor 81 tentang Pandhuis Regleement. Sementara Rancangan Undang-Undang (RUU) Usaha Jasa Gadai yang sejak 2008 sudah diwacanakan masuk program legislasi nasional (prolegnas), tapi hingga saat ini tak jelas kapan akan disahkan.

 

Fakta di lapangan, kita melihat sebagai banyak bisnis-bisnis gadai yang bermunculan dan berkembang seperti jamur yang tumbuh di musim hujan. Miris memang, dimana pada satu sisi keberadaan usaha-usaha gadai ini tak dapat di bendung, meskipun secara hukum kami melihat payung hukum dalam bentuk Undang-Undang sudah “jadul”

 

Memang, pada Juli 2016 yang lalu Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menerbitkan Peraturan Nomor 31/POJK.05/2016 tentang usaha pegadaian yang memberikan ruang bagi usaha gadai, bisa dalam bentuk perusahaan atau koperasi untuk mengelola pembiayaan di masyarakat. Dan gadai-gadai liar yang selama ini sudah terlanjur beroperasi masih diberikan kesempatan selama dua tahun untuk mendaftar ke OJK sejak tanggal 29 Juli 2016 yang lalu. Artinya “gadai pinggir jalan” diberi kesempatan sampai tanggal 29 Juli 2018 untuk beroperasi dan segera mendaftarkan usahanya ke otoritas jasa keuangan (ojk).

 

Apapun bentuknya fakta dilapangan telah menunjukkan bahwa bisnis gadai, apakah yang konvensional (offline) maupun yang sudah menjadi bisnis gadai online, kenyataannya sudah menjadi kebutuhan masyarakat yang tak mungkin dihempang. Karena gadai tak hanya menjadi penyelamat kantong di saat tanggal tua bagi mereka yang sedang kepepet, juga telah menjadi salah satu alternatif tercepat dalam hal mengakses pembiayaan untuk nasabah kecil dan menengah. Karena bagi masyarakat kecil yang terpenting adalah bagaimana caranya bisa mengakses pembiayaan dengan syarat yang mudah dan bunga yang tak mencekik leher, sudah lebih dari cukup.

 

Demikian artikel ini, semoga sobat blogger medan dapat lebih memahami apa dan bagaimana bisnis gadai tersebut dalam konteks bisnis keuangan di Indonesia. Atas perhatiannya diucapkan terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pakar SEO Bisnis Online © 2017 Frontier Theme
error: Content is protected !!