Bisnis Startup Paling Sukses di Indonesia

Sobat blogger Indonesia tentu sudah banyak tahu apa itu bisnis startup. Kesuksesan yang diraih oleh Shopee, Aladin, Grab, GO-JEK, Traveloka, Tokopedia, Blibli dan beberapa nama startup besar lainnya, telah menjadi pemilu sehingga tren untuk membuka bisnis dalam bidang startup di Indonesia sangat di minati dan kecenderungannya bakalan naik di sepanjang tahun 2018 ini.

 

Bisnis Usaha Startup Online di Indonesia

 

Sobat blog silaenseo.com, kalau kita telaah dari investasi modal yang ditanamkan pada Grab, GO-JEK, Aladin, Traveloka, Tokopedia, Blibli, Shopee tak tanggung-tanggung mencapai miliaran rupiah. Nah, beranjak dari nilai investasi ini, sedikit banyaknya telah membuat persepsi bisnis yang selama ini berkembang di tengah-tengah masyarakat Indonesia menjadi berubah 180 derajat. Sehingga banyak masyarakat Indonesia yang langsung berpikir bahwa dengan mendirikan sebuah bisnis startup, maka langsung berpotensi mendapatkan kesuksesan seperti nama startup yang kami sebutkan diatas.

 

Gimana tidak ya sobat blogger, pada tahun 2016 lalu dimana perusahaan angkutan berbasis online yang berada dibawah naungan brand GO-Jek berhasil mendapatkan investasi mencapai 5,5 triliun rupiah dan MatahariMall juga mendapatkan investasi mencapai 1 triliun rupiah. Nah, kedua start up inilah yang terbesar investasinya saat itu dari keseluruhan investasi pada bisnis startup yang jumlah usahnya 104 startup.

 

Kalau kita cari tahu, apa sih sebenarnya yang membuat bisnis startup di Indonesia ini berkembang sangat pesat? Perubahan apa yang terjadi pada persepsi bisnis global di Indonesia?

 

Baiklah sobat blog silaenseo.com, jika kita melihat perkembangan keberadaan bisnis startup di Indonesia, sedikit banyaknya bisa kita ketahui dari kehadiran nama-nama yang menjadi peloper usaha ini, seperti Koprol dan Kaskus.

 

Koprol sendiri merupakan media sosial asli milik dan buatan anak Indonesia yang didirikan pada tahun 2009 lalu. Dalam perjalanannya, perusahaan koprol kemudian diakuisisi oleh Yahoo!. Sementara, Kaskus yang didirikan sejak tahun 1999 lalu, hingga saat ini masih menjadi salah satu forum diskusi terbesar di Indonesia.

 

Setelah dirintis oleh Koprol dan Kaskus, startup terus berkembang pesat di tahun 2010 ke atas yang disebabkan semakin tingginya penetrasi pengguna internet di Indonesia. Pada tahun 2010 ada startup nulisbuku[dot]com dan startup lewatmana[dot]com dinobatkan berhak untuk mendapatkan penghargaan SparxUp Award 2010.

 

Setelah tahun 2010, bisnis yang berorientasi pada e-commerce menjadi jenis startup yang sangat dominan terjadi di Indonesia. Lihat saja pemunculan blibli, bukalapak, tokopedia, lazada dan traveloka merupakan beberapa startup e-commerce kelahiran 2011-2012. Ya, meskipun pada awal kehadiran bisnis pada bidang e-commerce di Indonesia dianggap biasa saja oleh para pengusaha. Mengapa? Karena, pada saat itu kepercayaan pebisnis dan juga masyarakat Indonesia dengan yang membawa brand “toko online” masih adem ayem tidak seperti sekarang ini. Namun, setelah peningkatan pelayanan yang dilakukan secara konsisten, bisnis startup e-commerce sampai saat ini menjadi salah satu sektor bisnis yang sangat berkembang di Indonesia hingga di tahun 2018.

 

Apakah Bisnis Startup Paling Sukses di Indonesia ?

Disini kami tidak ada maksud dan tujuan untuk mengesampingkan usaha-usaha startup lainnya tidak sukses. Tapi, tujuan kami ialah untuk memotivasi siapa saja agar bisa sukses seperti start up ini.

 

Menurut pendapat kami, hingga tahun 2017 yang lalu, bisnis startup yang paling sukses di Indonesia adalah Go-Jek. Memang ada banyak unit usaha pada bidang startup yang menoreh kesuksesan, seperti Facebook, Twitter, Line, Linkedin, WhatsApp, Amazon, Uber ataupun Dropbox. Tapi selaku anak muda Indonesia, kami sangat bangga dengan apa yang dilakukan oleh Gojek dan layak untuk dijadikan sebagai motivator bagi anak muda Indonesia untuk tak perlu mengambil contoh produk dari luar negeri untuk mengejar mimpinya.

 

Lihat saja perusahaan yang mengembangkan GO-JEK adalah salah satu contoh startup yang sukses mendapatkan investasi mencapai 500 juta dolar alias 5 triliun rupiah. Tapi, yang perlu diingat bahwa setiap usaha tidak akan langsung bisa sukses seperti yang kita lihat saat ini. Demikian juga halnya dengan Gojek dimana saat didirikan pada tahun 2011 lalu, pendirinya yakni saudara Nadiem tidak banyak mendapatkan perhatian ataupun pemberitaan, dan sebagai orang juga pasti ada yang mengejeknya. Tentu akibat adanya hal ini, operasional GO-JEK sedikit terhambat, bahkan pendiri Gojek Nadiem sampai harus bekerja di tempat lain (McKinsey dan Rocket Internet).

 

Sekira tahun 2014-2015, Nadiem keluar dari tempat kerjanya dan ingin fokus “all out” untuk mengembangkan GO-JEK kedepannya. Sehingga pada tahun 2015, GO-JEK mulai meluncurkan aplikasi pertamanya, yang mana dengan adanya aplikasi ini, para pelanggan tidak perlu pesan melalui telepon seperti sebelum-sebelumnya.

 

Mau tahu hasilnya? Pengguna GO-JEK mulai bergerak mencapai ratusan ribu orang dan mitra “abang ojek” yang bergabung mencapai lebih dari 10 ribu ojek. Nah, setelah itulah GO-JEK seperti mendapatkan durian runtuh, investor dalam dan luar negeri mulai berbondong-bondong menanamkan uangnya dalam jumlah jutaan dollar ke bisnis yang dimotori GO-JEK ini. Salah satunya disebabkan meningkatnya investasi di bisnis online ini adalah akibat adanya laporan pada bulan Maret 2016 yang lalu dari Bloomberg yang telah membuat laporannya bahwasanya GO-JEK telah memiliki 200 ribu armada di hampir seluruh wilayah Indonesia. Tentu adanya keberanian para investor ini untuk menanamkan duitnya ke sektor startup adalah sebagai salah satu metode yang efektif setelah menganalisis tiap tips menguntungkan bagi investor dalam berbisnis investasi.

 

Jika melihat dari perkembangan GO-JEK yang terus ada pada kota-kota baru di Indonesia, tentu jumlah yang dilansir oleh Bloomberg diatas, diyakini telah banyak bertambah, baik dari pengguna atau pelanggan maupun para mitra ojek nya. Itulah alasan terkuat bagi kami, mengapa GO-JEK kami nyatakan sebagai bisnis startup paling sukses di Indonesia. Disamping sebagai salah satu startup yang paling banyak menyerap tenaga kerja melalui pembukaan mitra baru sebagai ojek.

 

Potensi Bisnis Startup Indonesia Sepanjang Tahun 2018

Salah satu poin terbesar yang perlu digarisbawahi dari artikel yang kami tulis ini adalah tentang bagaimana sih potensi bisnis startup di Indonesia, seiring dengan semakin banyaknya investor lokal yang muncul secara tiba-tiba.

 

Investor lokal yang muncul juga didominan oleh para anak muda. Menurut Dailysocial Indonesia’s Startup Report 2017, setidaknya dari segi investasi telah tercatat ada 91 investasi yang diumumkan secara resmi (meskipun kami yakin jumlah investasi pada sektor startup di luar akan ada lebih banyak investasinya yang secara sengaja tidak diumumkan).

 

Bila dirinci secara detail, bahwa ada 32 startup yang mendapatkan investasi tahap awal (seed), ada 29 startup mendapat seri A, dan 9 startup mendapat seri B. Dimana, sektor startupnya yang paling banyak menerima investasi adalah fintech sebanyak 29 startup, 14 startup e-commerce, dan 9 startup media.

 

Disamping itu, sepanjang tahun 2017 hingga Januari 2018, ada 14 pengumuman akuisisi, dimana beberapa di antaranya adlaah akuisisi Tiket oleh Blibli, Kudo oleh Grab, TemanJalan oleh Line, dan terakhir Midtrans, Kartuku, dan Mapan oleh Go-Jek (meskipun saat ini belum dapat restu dari Bank Indonesia), dan lainnya.

 

Dari adanya geliat aksi akuisisi ini, maka secara implisit dapat kita analisa bahwa saat ini para pebisnis yang ingin menjadi investor sudah lebih paham, dimana mereka tidak lagi sekadar menaruh uangnya tanpa tahu proyeksi kapan bisa memperoleh uang. Dengan strategi exit seperti akuisisi, jadi solusi bahwa saham sekarang bisa menjadi uang tunai yang bisa diterima oleh semua orang. Perkembangan terbarunya bahwa pada tahun 2018 ini, ada 2 (dua) startup yang sudah melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), yakni Kioson dan MCash.

 

Dari pemaparan diatas, hal ini berarti bahwasanya iklim startup di Indonesia masih sangat potensial dalam beberapa tahun mendatang. Faktor kuat lainnya yang berpotensi akan meningkatkan bisnis startup adalah jumlah persentase pengguna Internet di Indonesia yang terus meroket.

 

Memang internet memiliki hubungan yang sangat erat dengan startup. Salah satu keterkaitannya di Indonesia adalah dari segi pengguna yang merupakan pasar e-commerce terbesar di Asia Tenggara. Sebab, penetrasi pengguna internet, terutama pengguna mobile dan juga tingkat daya beli di Indonesia sangatlah tinggi.

 

Bahkan proyeksi pada tahun 2018 ini, pasar diperkirakan akan meningkat lebih dari 239%, dengan total penjualan pada bisnis e-commerce sekitar $ 11 miliar. Selain e-commerce, sektor pada bisnis online yang sedang berkembang adalah financial technology atau bisa disebut dengan fintech.

 

Dari tahun 2015 hingga ke akhir tahun 2017, ada sekitar 157 para pelaku bisnis fintech di Indonesia yang sudah melaporkan perusahaannya ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dan tentu saja, jumlah ini akan terus naik selama tahun 2018. OJK mencatat, hingga bulan September 2017, pertumbuhan penyaluran dana melalui bisnis fintech p2p lending ini di Indonesia angkanya mencapai Rp 1,6 triliun. Sementara itu, nilai pendanaan yang terjadi di luar Pulau Jawa meningkat tajam sebesar 1.074 persen sejak akhir tahun 2016 lalu, yakni menjadi jumlah Rp 276 miliar. Hal tersebut didukung oleh adanya peningkatan jumlah pemberi pinjaman yang terjadi di luar pulau Jawa sebesar 784 persen, begitu juga dengan jumlah peminjam yang meningkat sebesar 745 persen.

 

Tidak hanya jumlah dan nilai transaksinya saja yang sangat mengesankan, pertumbuhan Fintech Peer to Peer Lending (P2P L) juga terbukti meningkat tajam yang terlihat dari menjamurnya jumlah pelaku usaha dan jenis layanan yang ditawarkan.

 

Perlu kami jelaskan sedikit, bahwa fintech p2p lending merupakan sebuah platform teknologi yang mempertemukan secara digital peminjam yang membutuhkan modal usaha dengan sang pemberi pinjaman.

 

Dengan kata lain, layanan ini menawarkan fleksibilitas dimana pemberi pinjaman dan peminjam dapat mengalokasikan dan mendapatkan modal atau dana hampir dari dan kepada siapa saja, dalam jumlah nilai berapa pun, secara efektif dan transparan, serta dengan imbal balik yang kompetitif. Sehingga, dengan adanya layanan p2p l tersebut, para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) maupun Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dapat mendapatkan pendanaan tanpa harus meminjam ke pihak perbankan.

 

Menurut data OJK, bahwa masih terdapat 49 juta UKM di Indonesia yang belum bankable dan membutuhkan akses terhadap pinjaman. Nah, layanan p2p lending ini diharapkan dapat menjadi angin segar untuk menyiasati tantangan tersebut dengan menghadirkan solusi khas fintech yang praktis, lincah dan diciptakan sesuai dengan kebutuhan masyarakat pada berbagai wilayah di seluruh Indonesia.

 

OJK juga mencatat sampai saat ini terdapat 25 perusahaan fintech p2p lending yang sudah terdaftar atau mendapatkan izin dari OJK, 33 perusahaan sedang dalam proses pendaftaran, dan 27 perusahaan sudah menyampaikan minat untuk mendaftar, sehingga secara total sampai dengan saat ini terdapat 85 perusahaan pinjam meminjam berbasis teknologi (p2p lending) yang beroperasi di seluruh Indonesia.

 

Adanya statistik atas perilaku yang terjadi pada bisnis startup telah menjadi salah satu bukti dan fakta bahwasanya salah satu pondasi perekonomian Indonesia adalah aktivitas bisnis di dunia e-commerce ataupun bentuk bisnis usaha online lainnya.

 

Fakta juga, bahwa bisnis startup ini semakin banyak melahirkan entrepreneur muda yang menggeluti usaha ini, tentu akan membuat lapangan pekerjaan baru di Indonesia. Akan tetapi perlu diingat, bahwsanya membangun sebuah startup ini tidak seperti “makan cabai” dan atau membalik telapak tangan dan langsung mendapatkan keuntungan miliaran rupiah. Anda, Saya dan Kamu harus benar-benar mempertimbangkan banyak hal yang menjadi faktor yang turut mempengaruhi keberhasilannya, mulai dari ketekunan, inovasi, kreativitas, pantang menyerah, produk, manajemen karyawan sampai pengelolaan keuangan.

 

Demikian artikel yang membahas tentang bisnis online startup paling sukses di Indonesia, mudah-mudahan sobat blogger pada blog silaenseo.com ini dapat memanfaatkannya sebagai salah satu motivasi untuk memulai bisnis-bisnis yang terkait dengan e-commerce ataupun bisnis online lainnya di sepanjang tahun 2018 ini. Atas perhatian dan kunjungannya ke blog ini, diucapkan terima kasih banyak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kontes SEO Bisnis Online © 2017 Frontier Theme
error: Content is protected !!