Bisnis Online dan Jasa SEO

Jasa Ahli Blogger Terbaik di Medan

Cara Promosi Wisata Sumut Dengan Medsos

Media sosial (medsos) seperti facebook, twitter dan instagram sudah lazim digunakan sebagai alat promosi wisata online di Indonesia. Mengapa? Karena aktivitas promosi pariwisata menjadi salah satu kunci dan ujung tombak terpenting untuk keberhasilan dalam hal meningkatkan angka kunjungan turis di suatu objek wisata dari tahun ke tahun. Nah, melalui promosi inilah, maka wisatawan akan dapat dengan mudah mengetahui bahwa ada lokasi tertentu yang sangat menarik dan fenomenal untuk disinggahi.

 

Promosi Wisata Medan Sumut

 

Provinsi Sumut sebagai salah satu daerah yang banyak memiliki destinasi wisata, secara berkesinambungan melakukan promosi wisata maupun pemasaran paket travelling. Tujuannya tentu saja untuk memberikan informasi kepada publik di luar Sumatera Utara bahwa ada pemandangan alam yang indah, ada budaya lokal yang memiliki keunikan dan masih lestari, dan ada kuliner-kuliner lezat yang siap memanjakan lidah para wisatawan, serta adanya oleh oleh khas medan sumut yang siap menjadi buah tangan bagi sanak keluarga yang tak bisa ikut berwisata.

 

Artinya dengan adanya kegiatan promosi yang optimal, maka semua potensi yang dimiliki suatu tempat tujuan wisata dapat diketahui masyarakat luas dan dapat pula dipakai sebagai salah satu metode untuk menggenjot pembangunan sektor pariwisata di suatu daerah, termasuk di kota-kota yang ada di Provinsi Sumut, seperti Kota Medan, Dairi, Simalungun, Toba, Tapanuli, Samosir, Karo, dlsb.

 

Kami dari blog silaenseo.com, sebagai salah seorang blogger medan melihat dan menganalisa bahwa promosi pariwisata pada saat ini haruslah memerlukan terobosan terbaru, termasuk menggunakan media digital agar cepat diketahui oleh masyarakat. Terobosan yang dimaksud, misalnya dengan melakukan pembauran promosi wisata lewat penggunaan jaringan internet atau media sosial (medsos), yang dikenal istilah komunikasi atau promosi digital khusus untuk bidang travel and tour.

 

Kok menggunakan teknik promosi wisata secara digital? Alasannya bahwa era digital promosi pariwisata sumut memang tidak cukup hanya dilakukan melalui media konvensional yang terkadang juga membutuhkan budget besar, seperti pemasangan iklan luar ruang dalam bentuk baliho, billboard, brosur, leaflet, iklan di media cetak, radio, videotron, dan juga televisi (tv).

 

Menggunakan media-media tersebut sudah kita kenal pasti akan mengeluarkan biaya tinggi, tidak interaktif, kurang dapat diperbaharui setiap secara “real time”, dan sulit diprediksi efektivitasnya mendatangkan wisatawan. Selain itu, kami menilai bahwa penggunakan iklan luar ruangan ini serasa tidak dapat diketahui secara langsung respon-nya, minat, dan motif kunjungan wisatawan ke suatu tempat wisata yang ada di Sumatera Utara. Padahal, data-data ini sangat penting diketahui agar para pihak terkait dapat melakukan pembenahan di seluruh sektor guna menarik minat wisatawan.

 

Selain itu, upaya berbagai promosi pariwisata juga tidak cukup hanya dilakukan melalui pameran atau konferensi semata. Namun, perlu adanya teknik promosi yang tepat sasaran, promosi yang “terbaru dan kekinian”, promosi yang efektif menarik minat wisatawan untuk datang berkunjung. Atas dasar inilah, perlu ada terobosan dan kreativitas untuk mempromosikan adanya potensi pariwisata yang memanfaatkan berbagai aplikasi media sosial (medsos) yang sangat digandrungi oleh para mania medsos.

 

Di akhir tahun 2018 ini, ada beragam aplikasi media sosial (sosmed) yang bisa dimanfaatkan untuk memperkuat jaringan promosi pariwisata ke berbagai belahan dunia. Misalkan website atau blog, twitter, instagram, facebook, youtube, line, path, whatsapp, linkedin, dan berbagai aplikasi media sosial lainnya yang bisa dimanfaatkan oleh para pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah hingga pengelola objek wisata maupun travel.

 

Mengapa sangat kami sarankan? Karena media digital relatif lebih murah, namun bersifat masif. Media sosial juga sangat menarik dan interaktif untuk menjaring para wisatawan agar mau berkunjung ke berbagai daerah wisata di Sumut, pasca berkunjung ke Medan.

 

Adanya media digital ini, maka para pemangku kepentingan bisa kapan saja melakukan pemuktahiran data mengenai informasi seputar destinasi wisata yang akan ditawarkan. Artinya bahwa bisnis wisata berbasis usaha online akan terus dipacu keberadaannya dan yang terpenting bagi para pemangku kepentingan dapat mengetahui respons, minat, dan motif wisatawan maupun para pengunjung lainnya. Semua itu dapat diketahui melalui dialog dua arah atau diskusi pengunjung web atau blog, anggota, atau pengikut akun media sosial suatu destinasi wisata.

 

Terlebih lagi, pada saat ini wisatawan cenderung mencari informasi lewat internet atau media sosial secara real time, maka akan jadi sangat lebih mudah, murah, cepat, dan kredibel. Contohnya saja, pada saat ini banyak reservasi hotel, restoran, atau perjalanan paket wisata lain yang dilakukan secara dalam lingkup jaringan group.

 

Hal itu, menjadi peluang besar bisnis travel maupun usaha tour yang harus dimanfaatkan secara maksimal oleh pemerintah daerah sumut dan pemangku kepentingan lain yang ada di Medan membidangi kementerian pariwisata. Sudah saatnya pemerintah daerah secara sigap menangkap kecenderungan perubahan atas adanya orientasi wisatawan dalam mencari informasi wisata ini melalui internet, terutama dalam konteks aktivitas googling.

 

Untuk menyukseskan upaya promosiin pariwisata tersebut, berbagai cara dapat dilakukan oleh pemerintah daerah misalkan dengan menyiapkan sistem dan tenaga terampil untuk mengelola komunikasi dan promosi digital terbaik. Dengan catatan, konten yang dibuat harus selalu “update”, serta dikemas secara apik nan menarik, dan bersifat objektif maupun edukatif.

 

Upaya lain yang dapat dilakukan oleh pemerintah daerah adalah bekerja sama dengan para pegiat media sosial di Sumut maupun blogger medan untuk upaya promosi pariwisata daerah secara online. Langkah tersebut, menurut hemat kami sangat efektif untuk menyebarluaskan informasi terkait potensi dan keunggulan pariwisata di suatu daerah yang ada di Sumut.

 

Terlebih lagi pada saat ini, sangat banyak individu ataupun kelompok yang membuat akun di media sosial (medsos) dan terkait destinasi wisata suatu daerah yang hendak diperkenalkan ke masyarakat dunia. Oleh karena itu, tinggal bagaimana upaya pemerintah daerah dan para pihak terkait lainnya untuk bisa menangkap dan memanfaatkan peluang yang ada.

 

Disamping itu, melalui medium wisata digital ini, dapat juga digunakan untuk mengingatkan bahwa generasi saat ini merupakan generasi wisatawan milenial jaman now. Pendekatan terhadap generasi wisatawan milenial sudah tentu dapat dilakukan melalui komunikasi digital kapan saja dan dimana saja.

 

Penting untuk diingat bahwa bahwa konten promosi wisata maupun usaha travel juga perlu mendapatkan perhatian yang serius. Misalkan, fokus mengangkat keunikan suatu daerah. Jadi pada konten dimaksud haruslah ditonjolkan keunikan khas daerah masing-masing, agar wisatawan tidak jenuh berkunjung ke satu daerah yang memiliki atraksi sama dengan daerah lain. Daya tarik wisata sebaiknya yang memiliki keunikan yang khas daerah masing-masing.

 

Singkatnya bahwa memilih media akan sangat terkait dengan siapa segmen yang akan dituju. Mengapa? Karena dari tahun ke tahun bahwa jumlah pengguna internet terus meningkat, dan sebagian besar dari pengguna internet itu adalah kalangan muda yang juga merupakan pengguna media sosial. Dengan adanya fakta ini, maka promosi apapun itu, termasuk pariwisata (tour and travel) tidak bisa mengabaikan hal ini.

 

Menjelang perayaan tahun baru 2018, kami juga melihat bahwasanya banyak masyarakat telah melakukan ekstensi interaksi, dari ranah “offline ke online” atau luar jaringan ke dalam jaringan. Apalagi, kalau segmen sasarannya merupakan kalangan muda dan kalangan berduit, sudah merupakan sebuah keharusan untuk semakin gencar melakukan promosi menggunakan internet atau media sosial.

 

Sekali lagi bahwa pemanfaatan media sosial juga bisa dilakukan dengan mendorong partisipasi masyarakat setempat “lokal” untuk ikut menjadi bagian dari tim promosi. Misalnya, dengan memanfaatkan para jurnalis warga, blogger traveler Medan Indonesia atau warganet terkait dengan bisnis perjalanan wisata.

 

Dalam beberapa kasus yang ada bahwa banyak tempat wisata menjadi lebih populer karena adanya “action” publikasi oleh para warganet maupun facebooker. Rata-rata dari mereka melakukan hal tersebut secara sukarela. Ya, dalam dunia blogger dan digital disebut sebagai bentuk dari “user generated content”, isi media yang dibuat sendiri oleh pengguna atau “netizen” yang sudah dengan dunia blogger travelling.

 

Kami mencontohkan bahwa di Sumut ada destinasi wisata “danau toba”, yaitu danau terindah dan terluas di Indonesia yang memiliki kebudayaan asri yang banyak dipopulerkan oleh netizen pada akun media sosial miliknya. Seperti ada beberapa warganet yang senantiasa mengunggah hasil swafoto mereka ke media sosial dan akhirnya menjadikan destinasi wisata tersebut lebih populer dan cepat viral. Hal ini menurut kami bisa menjadi salah satu contoh yang memiliki dampak positif dari adanya media sosial bagi promosi di sektor pariwisata di Provinsi Sumut.

 

Itulah cara promosi wisata Sumut dengan medsos, semoga tulisan ini bermanfaat bagi bisnis wisata yang sedang anda jalankan maupun bagi sobat blogger wisata medan yang akan mempromosikan berbagai destinasi wisata yang ada di Provinsi Sumatera Utara. Terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pakar SEO Bisnis Online © 2017 Frontier Theme
error: Content is protected !!