Kontes SEO Dan Jasa Ahli Bisnis Online

Jasa Ahli Agen Optimasi

Cara Terbaik dan Terjitu Memenangkan Pilkada di Sumut

Di Tahun 2018, Prov Sumatera Utara (Sumut) akan ada 9 even Pilkada, yakni 1 event untuk pemilihan gubernur sumut dan 8 lagi even untuk memilih bupati dan/atau walikota. Tentu saat ini, para bakal calon (balon) ataupun kandidat kepala daerah sudah mulai mempersiapkan diri untuk memenuhi seluruh syarat yang diminta oleh Undang-Undang (UU) agar bisa maju sebagai pasangan calon kepala daerah di pilkada yang ada di daerah Sumut pada tahun 2018 ini.

 

Cara Terbaik dan Strategi Jitu Memenangkan Pilkada 2018 di Provinsi Sumut

 

Memang, di even pilkada yang akan diselenggarakan di Prov Sumut 2018, sudah mulai memanas, baik dalam ajang pilgubsu 2018, pilbup di Sumut 2018, pilwako di Sumut 2018. Dimana khusus untuk ajang pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sumatera Utara, telah bermunculan beberapa daftar nama yang mendeklarasikan diri sebagai calon gubernur sumut 2018, baik yang akan maju dari jalur partai politik (parpol) maupun jalur perseorangan (calon dari jalur independen).

 

Tidak hanya, para paslon kdh yang bersiap diri, para tim pemenangan ataupun tim sukses (timses) maupun tim simpatisan juga sudah mulai memanaskan mesinnya untuk mengadakan sosialisasi ke daerah-daerah, baik sosialisasi yang dilakukan secara formil maupun non formil, baik yang dilakukan oleh anggota partai politik maupun dalam hal ini perseorangan.

 

Tentu apa yang kami jelaskan diatas adalah untuk 1 (satu) tujuan, yakni bisa menang dan atau terpilih menjadi kepala daerah (kdh) pada pilkada dimaksud. Lalu, adakah strategi, langkah-langkah ataupun “Cara Terbaik dan Terjitu Memenangkan Pilkada di Sumut” pada ajang pilkada 2018 ini?

 

Nah, dalam rangka itulah, kami dari blog silaenseo.com, mencoba meramunya dalam artikel yang kami tulis kali ini. Semoga ada manfaatnya yang bisa diambil pada ajang pemilihan umum kepala daerah di Sumut.

 

Sebagaimana diketahui berasama bahwa pemilihan umum kepala daerah (pemilu kdh) atau yang lazim disebut dengan pemilukada (pilkada) bukanlah sarana kompetisi tanpa melakukan aksi dan reaksi. Mengapa? Karena, dalam rangkaian panjang menuju kemenangan, para calon pasangan kepala daerah di Sumut harus berjuang keras merebut simpati dan dukungan dari masyarakat di sebuah tempat yang masih masuk dalam lingkup daerah yang menyelenggarakan pilkada. Untuk bisa menang, tentu saja sangat dibutuhkan berbagai macam pra syarat yang bersifat teknis dan non-teknis agar suara yang di dapat, nantinya mampu mengungguli kompetitor yang ada saat itu.

 

Menurut analisis kami, bahwa setidak-tidaknya minimal ada 5 (lima) hal yang harus dimiliki dan atau dipersiapkan siapa saja yang telah menjadi sepasang calon (paslon) kepala daerah, jika berniat memenangkan pilkada, yakni:

 

1) Memiliki Faktor Nilai Personal

Para paslon yang jelas-jelas dipromosikan sebagai calon pemimpin di sebuah provinsi atau kabupaten/kota, hendaknya bukan merupakan sepasang calon yang punya masalah (cacad personal), baik pada saat ini maupun di masa lalunya. Artinya, para calon pemimimpin harus memiliki nilai yang tinggi atas adanya moralitas, perilaku, serta memiliki tindakan-tindakan yang telah teruji waktu. Nah, hal inilah yang akan menaikkan dan sekaligus menunjukan “kelayakan” sebagai seorang pemimpin yang memiliki kemampuan memimpin di daerah tersebut. Bayangkan apabila seorang calon kepala daerah asal dipilih oleh masyarakat, sementara dianya punya masalah moralitas, ayo siapa yang akan malu? Sudah pasti yang mau adalah para pendukung maupun seluruh rakyat yang ada di daerah tersebut. Dan jujur saja, masyarakat juga tidak mau menanggung beban aib seseorang yang karena alasan pelaksanaan demokrasi, maka jadi terpilih sebagai pemimpin tertinggi di daerah.

 

2) Memiliki Faktor Massa Yang Kuat

Calon kepala darah sebagai seorang yang hendak memimpin dan jadi orang nomor 1 dan 2 di daerahnya, tentu saja rakyat membutuhkan contoh-contoh nyata dari keberhasilan atau “success story” dari adanya ide, strategi, konsep dan bahkan cara dia memimpin selama ini.

 

Dan hal yang pertama sekali akan dilihat dan dinilai oleh masyarakat untuk bisa diterima sebagai pemimpin adalah dari medium yang terkait dengan berbagai komunitas yang selama ini pernah atau sedang dia pimpin. Lalu, dari sinilah akan di nilai, bagaimana sebenarnya sepak terjang beliau saat memimpin di komunitas tersebut. Sesuaikah dengan kaidah-kaidah kepemimpinan yang terbaik, seperti memilki segala unsur yang utama sebagai seorang pemimpin, atau justru menunjukkan ketidakmampuan dalam melakukan segala sesuatunya.

 

Nah, dari penilaian di komunitas inilah sebagai modal awal untuk mengetahui kemampuan kepemimpinan yang pernah atau sedang ia emban, apakah orang-orang yang berada pada komunitas tersebut masih memberikan rasa hormat, solidaritas, simpati serta kepercayaan. Hal ini sangat penting untuk diketahui, karena menyangkut keterkaitannya dengan faktor ketokohan dan trust, personal. Ingat bahwa adanya kepercayaan tersus akan diperlukan sebagai bagian dari “modal awal” dukungan untuk memperluas perolehan masa yang lebih besar lagi. Dan trust, adalah masalah vital bagi seorang calon kepala daerah untuk “menjual” namanya sebagai calon kepala daerah yang terbaik kepada publik yang menjadi masyarakat pemilihnya.

 

3) Memiliki Faktor Pragmatis

Dalam jang pesta demokrasi dalam bentuk pilkada, bahwa pilihan seseorang yang ingin mencalonkan diri menjadi kepala daerah bukanlah merupakan pilihan yang datang secara tiba-tiba, tentu telah melalui pertimbangan matang yang dilakukan jauh hari. Jadi, seseorang calon gubernur ataupun bupati/walikota sedikit banyaknya telah siap secara teknik menjadikan dirinya layak untuk dipilih rakyat pada sebuah propinsi atau kota/kabupaten tertentu. Tentu masalahnya untuk bisa dipilih, butuh sejumlah perangkat ataupun komponen yang tidak sedikit. Komponen tersebut mulai dari masalah kepercayaan, dukungan massa dan tentu saja ketersediaan dana yang wajar bagi pemenuhan sejumlah aktivitas memenangkan sang calon. Rasanya akan aneh kalau tanpa sosialisasi dan aktivitas apapun, seseorang yang mencalonkan diri akhirnya terpilih sebagai seorang gubernur/walikota (bupati).

 

4) Faktor Budaya dan Adat Istiadat Yang Beragam

Provinsi Sumatera Utara dan juga daerah kabupaten/kota yang ada di Sumut memiliki budaya yang beragam dan banyak yang sudah berkolaborasi dengan adat istiadat muasal. Nah, persoalan budaya dan adat istiadat yang digunakan dalam rangka untuk meraih kemenangan di sebuah tempat tidak bisa diremehkan dan atau dianggap ringan. Lihat saja, data kemenangan suara yang diperoleh oleh sejumlah partai politik (parpol) besar, ternyata tidak lepas dari adanya kemampuan mereka selaku mesin partai yang berkomunikasi sesuai dengan karakter dan budaya lokal yang ada dan berkembang.

 

5) Melakukan Kampanye Dengan Sangat Baik

Menang dalam even adalah kata kunci bagi siapa saja yang berhasil mendapat simpati paling banyak dari rakyat. Dan simpati ini tentu tidak dengan sendiri nya tumbuh secara tiba-tiba di hati seseorang. Simpati akan sangat membutuhkan proses panjang agar bisa tumbuh dan berkembang, serta melekat di hati seseorang. Orang yang bersimpati secara alamiah umumnya akan terjadi pada orang-orang yang memiliki interaksi secara personal sebelumnya, baik karena ada kesamaan-kesamaan tertentu, maupun karena pernah ada komunikasi atau kebersamaan dalam sebuah aktivitas.

 

Selain simpati itu tumbuh secara secara alamiah, sebenarnya simpati bisa juga tumbuh dengan cara direkayasa, asalkan metode dan cara yang digunakan adalah baik dan benar. Salah satu mekanisme untuk menumbuhkan simpati secara instan adalah melalui kampanye yang dikemas secara sistematis. Lewat kampanye yang dibuat, maka secara langsung akan ditelurkan dan dipompakan sejumlah informasi secara komprehensif dan utuh sesuai dengan ide dan konsep yang telah disiapkan dan dipilah-pilah konsep dimaksud akan disampaikan kepada siapapun yang sebelumnya tidak pernah mengenal, berhubungan atau berkomunikasi dengan calon yang akan dimenangkan dalam ajang pilkada dimaksud. Dan konsekuensi dari pilihan ini adalah sisi yang harus diangkat seluruhnya kepermukaan adalah sisi-sisi positif, kalau perlu yang memang merupakan sisi terbaik dari sang calon yang pada pokoknya adalah bersifat membranding nama pasang calon yang maju dalam pilkada tersebut.

 

Kampanye yang kami maksudkan disini tidak hanya kampanye hanya sekedar memanfaatkan media offline semata, melainkan juga harus memaksimalkan pemanfaatan media digital dan media online. Media online disini tidak hanya melalui media sosial (medsos) saja, melainkan juga memanfaatkan website ataupun blog personal. Sehingga hal ini akan menghidupkan suasana personal branding sang calon kepala daerah dengan memanfaatkan strategi kampanye offline dan kampanye online.

 

Perihal website atau blog yang digunakan sebagai media kampanye online, agar mampu bersaing dengan website lainnya dan konteks kampanye bisa dibaca oleh pengguna internet, terutama masyarakat pemilih, maka website atau blog personal dimaksud haruslah telah teroptimasi dengan baik teknik SEO nya (baik teknik SEO Onpage maupun Offpage). Bila tidak, jangan harap artikel atau tulisan yang diperuntukkan sebagai salah satu strategi kampanye online untuk personal branding dan mendulang suara di pilkada ataupun pemilu akan memberikan hasil yang baik. Ingat, bahwa rata-rata website yang ada saat ini, seluruhnya telah memanfaatkan teknik search engine optimization (SEO). Jadi jangan sampai ketinggalan.

 

Nah, kelima cara dan strategi yang telah kami uraikan diatas, juga bisa digunakan untuk pemilihan kepala daerah gubernur Sumatera Utara – Sumut dan juga pilkada bupati dan walikota yang akan diselenggarakan pada agenda pilkada serentak tahap 3 di Sumut pada tahun 2018 ini.

 

Mudah-mudahan artikel yang membahas tentang “strategi terbaik dan cara terjitu menang pilkada di Sumut 2018” dapat bermanfaat bagi sobat blogger yang sering berkunjung dan membaca tulisan di blog silaenseo.com – medium blog informasi kontes seo dan bisnis online. Atas perhatiannya, diucapkan terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kontes SEO Bisnis Online © 2017 Frontier Theme
error: Content is protected !!