Bisnis Online dan Jasa SEO

Bisnis Online Medan dan Jasa Ahli SEO Blogger Terbaik

Gemericik Bisnis Industri Rumah Sakit di Jaman Online

Banyak fakta dilansir media online dan terpublikasi di internet menyebutkan bahwa bisnis pada industri layanan kesehatan yang diberikan oleh rumah sakit di Indonesia, pertumbuhannya meningkat pesat.

 

Bisnis Industri Rumah Sakit dan Usaha Jasa Kesehatan

 

Meskipun rumah sakit banyak didirikan, tetap saja masih banyak masyarakat Indonesia yang berobat hingga ke luar negeri. Alasannya karena mereka ingin mencari dan mendapatkan layanan berteknologi kesehatan yang lebih mutakhir dan kualitas pelayanan kesehatan yang lebih baik lagi.

 

Memang raksasa pada bisnis kesehatan, baik pengusaha internasional maupun pengusaha indonesia telah memaknai bahwa bisnis rumah sakit atau ‘health care’ memang sangat menjanjikan dan menggiurkan dalam hal memberikan keuntungan. Baik itu tingkat profitabiltasnya yang menarik dan lebih resisten terhadap krisis ekonomi, tetapi kedepannya juga memiliki potensi besar untuk dapat berkembang luar bisa dalam dunia kesehatan.

 

Potensi perkembangan bisnis industri rumah sakit dapat dibuktikan dengan jumlah penduduk Indonesia yang sudah mencapai angka di atas 200 juta jiwa dan pendapatan perkapitanya juga terus meningkat setiap tahunnya. Hal ini lah yang menyebabkan bisnis industri layanan kesehatan akan terus dibutuhkan terlebih-lebih dengan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat Indonesia terhadap gaya hidup sehat setiap harinya.

 

Memang secara umum, ada 3 (tiga) bisnis atau industri masa depan yang terus berkembang dan tidak ada matinya. Bisnis dimaksud adalah: 1) bisnis pada industri makanan dan minuman; 2) bisnis pada industri pendidikan; dan 3) bisnis pada industri kesehatan.

 

Alasan kami mengemukakann tiga usaha diatas sebagai usaha yang tidak ada matinya disebabkan bahwa setiap tahunnya jumlah penduduk dunia akan terus berkembang, angka harapan hidup juga terus naik. Disamping itu, selama manusia masih bernafas maka akan terus butuh yang namanya makanan dan minuman, jenis makanan selalu bervariasi, jumlah kebutuhan makanan terus bertambah dan meningkat.

 

Pada perkembangan selanjutnya, sosial kultur suatu masyarakat juga terus mengalami perubahan sehingga kebutuhan makanan dan minuman juga terus bervariatif dalam hal penyajiannya. Sehingga di jaman now ini, banyak muncul para pebisnis yang bermain pada industri bisnis restoran, makanan cepat saji, makanan ringan, bahkan ada sekolah juru masak (koki).

 

Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih, mengakibatkan terjadinya perkembangan sains, tuntutan sosial telah menuntut manusia untuk terus mempelajari dan menguasai ilmu pengetahuan, keterampilan dan keahlian baru. Hal inilah yang memunculkan para pebisnis yang menggeluti bisnis di industri pendidikan, baik sekolah atau lembaga pendidikan yang bersifat formil maupun non formil.

 

Nah, khusus untuk pendidikan non formil yang akhir-akhir ini banyak bermunculan seiring dengan pemanfaatan dunia digital untuk marketing dan onlinenisasi berbagai bisnis internet, maka sangat wajar muncul sekolah pelatihan digital marketing menggunakan SEO (search engine optimization) dan SMM (social media marketing) pada pelbagai kota-kota besar di Indonesia, termasuk yang beroperasi di kota medan, seperti yang ada saat ini, yakni sekolah dan pelatihan seo di medan.

 

Gemericik Proses Bisnis Rumah Sakit

Sebagaimana yang kita lihat bahwa rumah sakit merupakan salah satu bentuk usaha yang memiliki siklus pelayanan tiada henti, berbasis pada kepercayaan terhadap kualitas pelayanan yang diberikan, memiliki tingkat unpredictable service tinggi, pola pelanggan atau pasien yang datang tanpa rencana dengan alasan akan mendapatkan layanan kesehatan lebih.

 

Disamping itu, pada rumah sakit juga kita akan melihat adanya proses penciptaan produk layanan yang sarat dengan interaksi bersifat langsung antara pasien dengan petugas rumah sakit, perawat, dan dokter, serta bentuk usaha yang memiliki resiko operasional relative tinggi.

 

Rumah sakit juga merupakan suatu bentuk usaha yang membutuhkan begitu banyak peralatan canggih, tenaga kerja yang memiliki kompetensi dan profesional, sert adanya kebutuhan material khusus (farmasi dan lobaratorium). Tidak hanya itu saja, pemberian pelayanan dan operasionalisasi usaha rumah sakit juga sarat dengan aturan, standarisasi dan senditif terhadap aspek etika moral yang berkembang pada satu daerah.

 

Dalam hal adanya regulasi, maka bisnis industri rumah sakit juga terkait dengan adanya standar akreditasi RS dan BPJS Kesehatan adalah tantangan yang harus dihadapi. Para pengelola rumah sakit sering kali menghadapi berbagai permasalahan dan tantangan dalam mengelola siklus transaksi proses bisnis rumah sakit, terutama dalam upaya menciptakan pengendalian internal yang memadai dengan tetap mengkedepankan nilai pelanggan.

Pada pengelolaan siklus transaksi bisnis di sebuah rumah sakit, salah satunya dapat dilakukan dengan mendesain sebuah system informasi atau secara lebih khusus yang terkait dengan transaksi ekonomi di rumah sakit adalah system informasi akuntansi dan keuangan.

 

Nah, dalam sistem informasi akuntasi dan keuangan rumah sakit sebagai salah satu bisnis modern, tentu mengandung komponen-komponen yang saling berinteraksi di dalamnya, sehingga gemericik bisnis seturut dengan adanya berbagai komponen-komponen yang beroperasi didalamnya, seperti sumber daya manusia, prosedur, data, software dan infrastruktur teknologi informasi terbarukan.

 

Disisi lain, bisnis rumah sakit juga memiliki tantangan yang tak kalah berat, yakni tentang bagaimana cara mengelola komponen tersebut agar dapat berinteraksi secara sinergis dengan aspek layanan klinis dan laboratoris, misi penyelamatan dan penyembuhan penyakit yang diderita pasien, budaya organisasi, strategi bisnis, perubahan regulasi, perkembangan teknologi dan lingkungan dengan tetap menjaga terwujudnya pengendalian internal yang memadai, serta mampu mendukung terwujudnya pemberian nilai dari pelanggan (customer value) yang tinggi.

 

Memang tak dapat dipungkiri, bahwa di jaman now ini, tidak sedikit rumah sakit di Indonesia yang mengalami kendala, kesulitan, kekecewaan atau bahkan kegagalan dalam implementasi system informasi manajamen rumah sakit (SIMRS) terkomputerisasi. Ya, entah itu disebabkan kurangnya pemahaman yang hanya sekedar billing sistem atau dalam pemahaman komprehensif sebuah sistem informasi terkomputerisasi yang terintegrasi dari hulu ke hilir.

 

Dalam pengembangan sistem informasi terkomputerisasi yang baik adalah didasarkan pada suatu desain business prosess yang sistematis, serta sesuai dengan kaidah-kaidah dan peraturan-peraturan yang berlaku dan cocok diterapkan pada proses bisnis di masing-masing rumah sakit dan pelayanan kesehatan lainnya.

 

Nah, apabila implementasi system informasi terkomputerisasi dilakukan dengan konsep “potong kompas” dengan langsung implementasi system informasi terkomputerisasi tanpa terlebih dahulu menyusun desain-nya secara matang, maka nantinya pengimplementasiannya menjadi kurang efektif dan kurang cocok dengan proses bisnis rumah sakit yang bersangkutan dan akhirnya akan berhenti di tengah jalan dan tutup.

 

Adanya proses pada pembenahan sistem informasi akuntansi dan keuangan jasa layanan kesehatan sebagai salah satu system dari rangkaian sistem-sistem komprehensif pada bisnis rumah sakit yang memiliki peran sangat penting dalam menata aktivitas-aktivitas utama rumah sakit dalam kaitannya dengan pengelolaan transaksi dan pelaporan keuangan menjadi lebih efisien dan efektif.

 

Aktivitas utama tersebut terangkum dalam siklus akuntansi rumah sakit yaitu siklus pendapatan, siklus pengeluaran, siklus pelayanan, siklus keuangan dan siklus pelaporan keuangan yang merupakan bahagian khusus yang tak dipisahkan dari gemericik untuk mendapatkan keuntungan dalam proses bisnis rumah sakit tersebut.

 

Pentingnya Branding Bisnis Rumah Sakit

Berkembangnya teknologi kedokteran saat ini merupakan kemajuan yang sangat menggembirakan dan para dokterpun harus menyesuaikan diri dengan pekembangan dimaksud. Namun demikian, setiap adanya perkembangan teknologi dunia kedokteran, berdampak nyata terhadap melonjaknya pembiayaan yang harus ditanggung akibat adanya kemajuan teknologi tersebut.

 

Ya, memang sih, adanya keadaan ini merupakan konsekuensi logis dan sekaligus merupakan sebuah tekanan yang berat bagi manajemen rumah sakit (rs) maupun masyarakat pengguna pelayanan individu di rumah sakit.

 

Namun, ada hal yang menarik dalam bisnis layanan kesehatan dan industri rumah sakit di Indonesia, bahwa secara teknis pelayanan kesehatan merupakan produk jasa yang harus diberikan sesuai dengan standar teknologi kedokteran, yang dianut oleh hampir seluruh rumah sakit.

 

Jika dilihat dari objek pelayanan yang diberikan saat ini, terlihat nyata adanya kepentingan dasar kehidupan manusia, sehingga kelihatan jelas bahwasanya hakekat dari bisnis rumah sakit adalah bisnis yang bersifat sosial pada pemberian jasa layanan kesehatan.

 

Akan tetapi, jika kita telusuri dari adanya transaksi yang beragam dan kejadian yang komplek terjadi di suatu rumah sakit, maka tidak dapat dihindari bahwa rumah sakit adalah setara dengan bisnis-bisnis pada umumnya. Mengapa ? Karena, esensi bisnis rumah sakit merupakan bisnis kepercayaan (trusty business) yang didalamnya terdapat 3 (tiga) hal, yakni: 1) kepentingan produk; 2) kepentingan service; dan 3) kepentingan mindset (calue, attitude).

 

Pada proses pelayanan yang diberikan rumah sakit, satu hal yang sangat menonjol dapat kita lihat adalah perihal mindset, sebab sebaik apapun seorang dokter memberikan pelayanan namun jika attitude kurang mendukung maka akan sulit bagi sebuah rumah sakit untuk menegakkan konsep “Hospital Branding”. Padahal branding sangat penting dan akan menentukan untuk dapat diminati atau tidaknya sebuah rumah sakit oleh masyarakat luas.

 

Branding usaha rumah sakit saat ini telah menjadi sebuah kebutuhan yang wajib, apalagi bagi rumah sakit yang belum terkenal dan terdapat di daerah terpencil dan ingin menjadi besar maupun terkenal. Nah, dengan adanya branding inilah maka sebuah rumah sakit kecil akan lebih punya “nama” karena lebih mudah dikenal, mudah dicari dan tentu akan lebih mudah meningkatkan pendapatan usahanya setelah dikenal baik oleh masyarakat.

 

Di jaman now yang serba online ini, para pemilik bisnis industri rumah sakit baik yang berskala kecil, menengah dan besar, semakin hari semakin menyadari akan pentingnya branding. Dari branding yang kuat inilah akan berdampak pada adanya ikatan emosional pasien terhadap produk layanan kesehatan yang dibranding. Pasien sebagai penikmat layanan kesehatan akan dapat merasakan nilai dan kepercayaan pada sebuah brand rumah sakit, sehingga bisa menciptakan loyalitas pasian terhadap produk kesehatan yang ditawarkan oleh rumah sakit tersebut.

 

Sebagaimana diketahui bersama, bahwa pengertian branding adalah serangkain proses penciptaan atau peninggalan tanda jejak tertentu di benak dan hati konsumen melalui berbagai macam cara dan strategi komunikasi sehingga tercipta makna dan perasaan khusus yang memberikan dampak bagi kehidupan konsumen. Aktivitas branding merupakan implementasi dari strategi komunikasi merek dan merupakan bagian dari proses pengembangan (nilai) merek.

 

Ada banyak cara untuk bisa melakukan branding bisnis rumah sakit, yakni:

 

1) Terjemahkan brand rumah sakit secara jelas

Salah satu tujuan branding bisnis rumah sakit ataupun usaha pelayanan kesehatan adalah untuk membedakan produk rumah sakit yang dibranding dengan pesaing-pesaing bisnis yang ada. Untuk itu terjemahkanlah branding bisnis rumah sakit secara jelas dan tepat sehingga benar-benar mampu dibedakan dengan yang lainnya.

 

Ada beberapa cara untuk menerjemahkan brand rumah sakit secara jelas adalah dengan melakukan evaluasi produk kesehatan atau jasa layanan kesehatan yang ditawarkan, menemukan keunggulan produk dalam pasar, dan juga meneliti emosi dan kebutuhan rasional calon pasien.

 

Nah, dengan menterjemahkan brand secara jelas maka akan dapat memunculkan karakter brand rumah sakit, sehingga akan lebih mudah dalam melakukan promosi bisnis dan lebih mudah terhubung dengan target pasien yang hendak dibidik.

 

2) Ibaratkan brand rumah sakit sebagai manusia

Branding usaha rumah sakit merupakan satu jalan membangun kepribadian dan karakter, hal ini sama seperti manusia yang harus membangun kepribadiannya, nilai, dan karakter sehingga mampu dibedakan dengan yang lainnya.

 

Kepribadian bisnis rumah sakit akan sangat ditentukan oleh bagaimana rumah sakit tersebut berperilaku, bagaimana rumah sakit tersebut berpenampilan dan bagaimana stakeholder rumah sakit berbicara kepada publiknya. Disinilah pentingnya untuk memahami karakter brand rumah sakit anda.

 

3) Fokus pada hubungan pasien jangka panjang

Membangun nama baik rumah sakit memang harus selalu berpandangan ke depan dan berorientasi jangka panjang, begitu pula dengan branding tersebut. Fokuslah pada hubungan jangka panjang dengan pasien agar ia dapat menjadi pelanggan yang loyal, mencintai produk layanan kesehatan yang ditawarkan kepadanya, bahkan rela membela mati-matian jika produk jasa kesehatan rumah sakit yang ia pakai diremehkan orang lain.

 

Menciptakan kondisi pasiten agar tetap loyal salah satunya adalah dengan kejujuran. Oleh karena itu jangan membuat iklan-iklan atau promosi-promosi yang berisi janji palsu. Bangunlah kepercayaaan pasien terhadap produk layanan kesehatan, paparkan sejelas-jelasnya tentang produk rumah sakit yang yang ada, dan jangan pernah mengkhianati kepercayaan pasiten yang telah terbangun dengan baik.

 

4) Lakukan komunikasi dengan pasien

Salah satu strategi untuk menarik hati pasien sebagai konsumen penikmat jasa kesehatan adalah dengan melakukan komunikasi. Komunikasi yang konsisten antara rumah sakit dan pasien akan dapat memperkuat karakter rumah sakit.

 

Selain itu dengan terjadi komunikasi, maka akan dapat memperjelas berbagai tawaran yang akan ditujukan kepada pasien. Dari sinilah para pasien akan sadar dengan pasti tentang apa yang akan bisa dia harapkan dari layanan rumah sakit yang ditawarkan.

 

Memang ada banyak cara untuk bisa berkomunikasi dengan pasien maupun keluarganya, selain bisa dilakukan secara langsung di rumah sakit, juga bisa melalui telepon, bisa melalui email, melalui jejaring sosial (medsos), maupun melalui buku tamu di website atau blog rumah sakit. Semakin mudah konsumen untuk melakukan komunikasi, maka akan semakin baik.

 

Nah, pada konteks pembuatan website/blog rumah sakit, maka haruslah dimaksimalkan penggunaan SEO-nya dan secara tak langsung sudah merupakan bahagian dari strategi pemasaran online (internet marketing) yang lazim dilakukan pada bisnis online yang ada di Indonesia.

 

5) Layanan rumah sakit hadir secara original

Menjadi diri sendiri dengan kepribadian yang dimiliki merupakan cerminan bisnis rumah sakit akan berjalan sukses. Bangunlah brand usaha se-original mungkin, sehingga benar-benar unik dan dapat dibedakan dengan rumah sakit lainnya.

 

Jangan sekali-sekali mengekor atau menjiplak sesuatu dari brand yang sudah terkenal. Cara ini justru sering kali dapat menjatuhkan citra bisnis rumah sakit anda. Tren konsumen saat ini biasanya akan lebih memilih pada sesuatu yang orisinil.

 

6) Branding bisnis rumah sakit harus inovatif

Inovasi bisa menjadi salah satu kunci sukses untuk membangun branding rumah sakit agar bisa cepat sukses dan terkenal. Jangan enggan untuk mengikuti perkembangan pasar dunia kesehatan yang selalu berubah. Jadilah bisnis rumah sakit menjadi lebih luwes dan selalu tanggap dalam merespon kebutuhan pasien yang semakin dinamis.

 

Produktivitas dan kreativitas merupakan kebutuhan pokok  untuk bisa selalu inovatif. Dengan terbentuknya rumah sakit yang berkarakter, lakukan branding layanan kesehatan secara kreatif, unik, dan mampu mencuri perhatian calon pasien baru. Ciptakan rasa bangga pada pasien yang telah loyal dengan brand dari rumah sakit dimaksud.

 

7) Menjaga brand rumah sakit dihadapan pasien

Melakukan promosi secara kontiniu dan berkesinambungan merupakan satu cara yang bisa dilakukan untuk memperkuat tujuan brand rumah sakit untuk jangka panjang. Dengan melakukan promosi secara berkesinambungan, maka calon pasien akan selalu diingatkan dengan produk yang ditawarkan oleh rumah sakit yang anda branding.

 

Jangan rusak kebanggaan pasien dengan melakukan diskon yang harganya berlebihan. Akan lebih baik untuk menawarkan sesuatu yang lebih bermanfaat pada mereka dari pada harus membuat potongan harga yang besar.

 

8) Jangan jadi spamer

Melakukan promosi secara masif dan gencar memang tak ada salahnya, namun perlu diingat bahwa promosi yang berlebihan terkadang bisa mengganggu kenyamanan umum. Lakukan promosi secara benar, hindari promosi yang dapat merusak fasilitas umum yang justru hanya menjadi sampah, baik di media offline maupun media online.

 

Branding bisnis rumah sakit yang baik adalah yang luwes dan menarik. Jangan lakukan pembodohan terhadap masyarakat, biarkan para calon pasien menilai dan memahami brand rumah sakit dengan caranya sendiri.

 

Demikian artikel yang membahas tentang ‘gemericik bisnis industri rumah sakit di jaman online’, semoga ada manfaatnya bagi anda yang berencana menekuni bisnis rumah sakit ataupun usaha layanan jasa kesehatan. Atas perhatian dan kunjungan ke silaenseocom blog, maka diucapkan terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kontes SEO Bisnis Online © 2017 Frontier Theme
error: Content is protected !!