Jika Konten di Copy Paste, Anda Harus Melakukan Apa?

Perkembangan jumlah website bisnis atau blog usaha personal di penghujung 2018, tentu menimbulkan persaingan yang cukup sengit untuk mendapatkan pengunjung (calon konsumen) atau visitor pembaca ke web/blog/situs.

 

Seiring dengan hal itu, bisnis berbasis online (daring) dan dunia blogging berlomba-lomba untuk menggaet visitor tersebut melalui cara pembuatan konten (baik dalam bentuk teks, gambar maupun video). Kondisi terakhir yang kami lihat dari halaman internet, peningkatan kebutuhan atas konten juga semakin pesat. Sehingga, tak ayal menciptakan masalah baru yakni berupa ‘copy paste’ atau copas konten yang dikenal dengan kegiatan ‘plagiarisme’.

 

Hingga kami turunkan artikel ini, masalah copy paste konten adalah masalah paling besar dan paling banyak terjadi di dunia blogging. Tentu saja masalah ini menjadi satu ‘momok’ menakutkan dan sangatlah meresahkan para blogger. Mengapa? Karena bisa jadi ancaman serius bagi kesinambungan perjalanan blog kedepannya. Tak jarang hal membuat sobat blogger menjadi jengkel karena sudah bekerja keras membuat konten berkualitas, namun turut juga mendapat hukuman dari google gara-gara terkena kegiatan copy paste ini.

 

Berdasarkan hasil pengamatan dan analisa, kami melihat hampir rata website atau blog yang bertrafik tinggi mengalami hal ini, dan kami yakin para pembaca artikel ini juga pernah mengalami hal ini, benarkan?

 

Copy Paste Konten di Blog Website

 

Perlu anda ketahui bahwa kasus konten di copy paste bukanlah masalah gampang dan seandainya terkena plagiarisme ini, apa langkah yang harus dilakukan untuk mengatasinya. Mengapa pertanyaan ini kami ajukan? Mengingat masalah copas content adalah masalah besar yang harus segera diatasi, jika tidak mau blog bisnis atau website personal anda kena sanksi dari mesin pencari google. Ingat bahwa sampai kapanpun kasus ini akan terus saja terjadi, seiring bertambah banyaknya jumlah blog atau pun website maupun situs baru.

 

Kehadiran dan kemudahan penggunaan platform blogging yang sudah sangat terkenal kepraktisan nya, menjadi faktor penyumbang utama mengapa hingga saat ini sangat banyak bermunculan website/blog baru. Salah satunya adalah content management system ‘CMS’ WordPress (dipakai penulis) yang menjadi platform blogging paling banyak digunakan oleh para pecinta dunia blogging.

 

Pada platform blogging ini, para pengguna memungkinkan untuk membuat website baru hanya dengan beberapa menit saja. Bahkan, sobat silaenseo.com bisa secara langsung menyewa hosting dan menginstall cms WordPress hanya dengan 1x klik saja.

 

Tentu, hal ini membuat persaingan sesama pegiat dunia blogging semakin pesat dan ketat setiap harinya. Belum lagi bisnis online juga banyak yang memanfaatkan wordpress sebagai cms toko online-nya. Sekali lagi bahwa kemunculan website baru inilah yang menjadi pemicu bagi para pemain lama merasa terus khawatir atas persaingan dan pemasaran konten mereka akan kalah di search engine google.

 

Belum lagi ditambah aktivitas promosi di sosial media yang dilakukan secara massal dan kehadiran website lain dengan konten-konten terbaik dan berkualitas (unik, buat penasaran, memancing emosional pembaca) terus saja bermunculan dan jumlahnya juga tidak terdeteksi. Nah, jika tidak tanggap dan respon, maka riwayat sobat silaenseo.com di dunia blogging akan selesai tanpa bekas.

 

Di tengah-tengah persaingan yang di prediksi tahun 2019 mendatang semakin ketat, kami 100% yakin dan percaya bahwa masih akan terdapat ‘oknum nakal’ yang secara ‘mania’ dan serakah ingin cepat menghasilkan uang online dari aktivitas blogging-nya. Tentu saja, Mereka ini akan membuat banyak website/blog secara massal dan sekaligus namun sangat malas untuk disuruh menulis atau mengisi konten ke dalam web/blog-nya. Dan tentu saja pilihan terbaik mereka adalah meniru ataupun meng-copy paste konten dari website lain. Miris memang kejadian ini, tapi itulah fakta yang terjadi hingga saat ini.

 

Kami juga melihat bahwa ketika Mereka menjalankan aksinya, tidak akan pernah peduli sedikitpun tentang berapa lama waktu orang lain yang sudah dikorbankan hanya untuk membuat 1 konten berkualitas di web/blog-nya. Mereka juga tidak akan pernah peduli seberapa banyak tenaga, pikiran dan uang yang sudah dikeluarkan untuk menulis sebuah konten. Bagi Mereka yang terpenting adalah salin konten dan publikasikan maka akan segera mendapatkan uang banyak.

 

Langkah awal untuk mengatasi masalah copas mengcopas ini adalah sikap tegas dari si empu-nya konten, jangan sampai konten berharga tersebut dengan seenaknya dicuri oleh orang lain. Artinya kepedulian serius dari si pemilik web juga sangat dituntut dalam hal ini untuk secara berkala mencek keberadaan konten-nya tersebut di halaman google.

 

Disamping itu, Anda juga harus mengetahui apa saja hal-hal yang harus diperbuat ketika konten blogweb anda di copy paste oleh orang lain. Tujuannya adalah untuk menjaga nama baik anda beserta dengan ‘brand’ blog anda.

 

Dari pengalaman kami beberapa tahun di dunia blogging, ada beberapa poin penting dan sangat berharga mengapa kegiatan plagiarisme ini harus segera diperangi dan dihentikan. Sobat silaenseo.com juga harus mulai bekerja keras mencari solusi terbaik dalam menghentikan dan memerangi kegiatan pencurian konten ini. Point penting dimaksud adalah sebagai berikut:

 

1) Kegiatan Copy Paste Konten Dapat Merusak Reputasi

Aksi plagiarisme harus dihentikan mengingat perbuatan ini dapat merugikan kredibilitas website atau nama baik blog anda bagi para pembaca maupun mesin pencari. Bisa saja orang-orang akan berpikir bahwa Anda adalah orang yang melakukan copas konten tersebut, sehingga secara langsung bisa merusak reputasi anda di dunia maya (online)

 

2) Aktivitas Copy Paste Konten Dapat Menghambat Penghasilan

Tujuan orang ngeblog adalah menyalurkan hobi sekaligus mencari penghasilan uang online. Jadi bila ada tindak dan perbuatan plagiarisme ini secara langsung akan menghambat pendapatan anda dari blog, khususnya dari aktivitas menjadi seorang publisher google adsense atau penayang iklan adsense (ads).

 

Ingat bahwa blog atau website bisnis yang sudah ter-plagiarisme, maka reputasi-nya akan buruk di mata google dan kesempatan untuk mendapatkan uang semakin kecil. Alasannya, tidak akan ada orang atau perusahaan yang mau pasang iklan produknya (barang ataupun jasa) di blog anda. Apalagi google adsense saat ini semakin gencar melakukan ‘banned’ dan sangat rajin menumpas habis para ‘publisher’ atau pengiklannya yang memiliki konten dari kegiatan plagiarisme. Jadi sangat jelas bahwa hal ini akan sangat meragukan jika anda melakukan pembiaran.

 

3) Aktivitas Copy Paste Konten Akan Menurunkan Score SEO

Sebenarnya poin ketiga ini sudah diketahui oleh para sobat blogger, bahwa seandainya terdapat konten plagiarisme di website maka nilai SEO akan segera turun drastis dan reputasi SEO juga akan jelek di mata Google. Dengan adanya aksi copas ini juga, google sudah tidak percaya lagi kepada website anda kedepannya. Alhasil konten yang biasanya mudah meraih posisi di ‘page one’, maka selanjutnya akan sulit apalagi meraih rank #1 adalah hal yang sangat mustahil.

 

Ironisnya hingga pembaruan algoritama terbaru google 2018 ini, ‘robot’ mesin pencari google sangat sulit mendeteksi untuk mengetahui siapa penulis atau si pemilik asli content tersebut. Sangat mengerikan bukan?

 

4) Merugikan Tenaga, Waktu dan Uang

Banyak para pencuri konten yang tak menyadari bahwa membuat 1 content telah menghabiskan banyak uang, tenaga, pikiran dan juga waktu. Belum lagi kita juga harus korban nama baik dan perasaan untuk mengatasi plagiarisme ini. Bukankah sangat tepat sasaran bila uang, tenaga, pikiran dan waktu digunakan untuk hal-hal yang bersifat inovatif dan kreatif misalnya dengan melakukan promosi dan optimasi blog untuk membangun reputasi web/blog di dunia online yang selanjutnya nantinya akan kembali menghasilkan uang sebagai salah satu bisnis yang dijalankan secara online.

 

Jadi dari penjelasan kami diatas, maka sudah saatnya lah kita para blogger secara bersama-sama menghentikan plagiarisme konten ini, minimal dari diawali dari diri kita sendiri untuk bertindak nyata dengan tidak mengcopy paste konten atau membangun reputasi website bisnis online dan blog personal dengan membuat konten hasil kerja sendiri.

 

Tapi bila sudah di imbau dan diingatkan, tapi tetap saja bersikeras melakukan kegiatan copas konten (berupa artikel, gambar ataupun video), maka ada beberapa ‘tools’ atau alat bantu yang dapat meringankan pekerjaan anda untuk memerangi ataupun eksekusi atas pencurian konten dimaksud. Ya mungkin dengan adanya langkah eksekusi ini menjadi efek jera kepada si pelaku plagiarisme. Alat bantu yang kami maksudkan adalah:

 

1) Memanfaatkan Google Search

Pemanfaatan search engine google adalah pilihan gratis terbaik dan utama yang memiliki reputasi kerja menemukan konten-konten duplikat dari web/blog yang ada di seluruh dunia. Cara kerja untuk melakukannya juga tergolong sangat mudah, dimana anda tinggal mengambil salah satu paragraf dari konten anda dan mengketikannya di google search dengan cara menambahkan tanda petik (“”) terlebih dahulu.

 

Format seperti ini akan efektif memberitahukan secara langsung kepada robot perayapan google jika anda mencari konten yang sesuai dengan ketikkan konten yang sudah anda publikasikan sebelumnya. Kami dari silaenseo.com sudah lama menggunakan strategi dan cara pemaksimalan alat ini, dan tentu saja hasilnya sangat membantu dan tidak mengecewakan anda.

 

Bila berdasarkan cara ini anda menemukan website si pelaku, maka selanjutnya anda bisa menentukan langkah penghukuman bagi yang melakukannya.

 

2) Menggunakan Google Alerts

Alat ini juga tidak kalah menarik dengan penggunaan google search seperti penjelasan pada poin 1 diatas, dimana google alerts dapat dikatakan sebagai alat bantu yang tepat dan multiguna untuk mendeteksi aksi plagiarisme yang semakin merajarela.

 

Ketika kita menggunakan google alerts ini, maka kita akan langsung diberikan laporan apabila terdapat indikasi menemukan konten serupa yang sudah diterbitkan para sobat blogger sebelumnya. Dengan begitu akan semakin memudahkan untuk mencari dan mengetahui cara agar lebih mendapatkan hasil terbaik, misalnya dengan cara tetap memasukkan 1 (satu) paragraf utuh dari konten milik anda untuk mengeceknya apakah terkena tindak plagiarisme atau tidak.

 

Disamping itu, kemurahan hati dari alat bantu google alerts selanjutnya akan memandu anda untuk menemukan dengan segera konten serupa yang bisa di tindak lanjuti mau diapakan.

 

Untuk memulainya, maka silahkan untuk masuk menggunakan akun gmail anda untuk bisa menemukan google alerts ini. Setelah masuk, maka silahkan untuk mencari dan menekan kata “create alert” dan langsung memasukkan 1 (satu) paragraf dari konten milik anda yang ingin di ketahui apakah terkena aktivitas copy paste konten. Nah, agar hasilnya lebih baik lagi, tidak ada salahnya untuk memasukkan beberapa kalimat atau paragraf sekaligus, karena untuk mengantisipasi modus penjiplakan atas sebagian konten milik anda.

 

3) Tools Copyspace

Tools yang ketiga ini juga sangat lazim digunakan oleh para sobat blogger untuk secepatnya dapat mendeteksi kasi plagiarisme. Tools copy space merupakan salah satu alat yang sangat hebat, dimana alat ini mampu memberi hasil maksimal mendekati sempurna.

 

Saat pertama kami memanfaatkan tools copyspace adalah dalam versi gratis yang dilansir hanya bisa digunakan untuk 10 pencarian saja. Ya, setelah itu, kepada pengguna harus dikenakan biaya atau diharuskan membayar sejumlah uang agar mendapat semua fitur premium-nya. Nah, ketika sudah mendaftar dan menjadi anggota premium dari pengguna tools ini, maka anda akan diberikan plugin WordPress. Plugin inilah nantinya yang akan bekerja untuk memberi anda pembaharuan secara langsung apabila ditemukan konten serupa secara online.

 

Pasca anda menggunakan salah satu alat bantu diatas, ketika sudah positif menemukan konten yang terdeteksi melakukan tindak plagiarisme, ada beberapa langkah tindakan tegas untuk menghukum atau mengeksekusi konten milik anda yang sudah di copy paste, yakni dengan cara:

 

*) Menghubungi Langsung Pelaku Plagiarisme

Caranya dengan menghubungi langsung si pemilik web/blog yang sudah seenaknya copas isi konten hasil tulisan anda. Langsung saja memberitahu kepada dianya bahwa konten bla bla bla tersebut adalah hasil karya atau milik anda. Kemudian meminta agar menghapus konten tersebut.

 

Dalam melakukan hal ini, anda tidak perlu menggunakan kata-kata kasar, cukup dengan kalimat halus tetapi tegas. Agar dapat mengetahui identitas dan jati diri si pelaku copy paste, maka jalan satu-satunya adalah dengan mengunjungi blog/web mereka tersebut. Anda bisa masuk ke halaman profil, kontak dan laman informasi lainnya yang menyajikan info lengkap mengenai sang admin web/blog.

 

Jika seandainya atas diupaya diatas, anda tetap tidak menemukan informasi yang jelas, maka silahkan menggunakan ‘WHOIS’, dimana biasanya alat yang satu ini akan sangat membantu untuk memberitahu tentang seluruh informasi pemilik blog/situs, informasi biasanya dapat berupa nomor kontak (telepon), alamat, nama dan atau lain sebagainya.

 

Mungkin dengan cara diatas, bisa segera menyelesaikan adanya kasus plagiarisme, namun sangat patut dipertimbangkan:

 

**) bisa saja sang pemilik blog/situs bukanlah orang yang melakukan, tapi dilakukan oleh karyawannya atau si penulis konten yang dia pesan selama ini. Bila kasus seperti ini, maka dengan pertimbangan ‘asas kepatutan’, maka kami pandang tidak perlu mengirimkan teguran yang berisi kata-kata kasar apalagi dalam wujud kalimat mengumpat.

 

**) terdapat kemungkinan bahwa si pemilik situs/blog tidak memahami atau mengetahui undang-undang, terutama mengenai hak cipta ataupun royalty. Untuk hal ini, maka Anda bisa melakukan peneguran secara halus dengan cara memberitahu langsung kepadanya tentang aksi melakukan plagiat merupakan serangkaian perbuatan yang tak baik dan dilarang dalam aktivitas di dunia internet (online).

 

**) bisa saja aksi plagiat terjadi karena penggunaan plugin khusus yang bisa di setting untuk mengambil konten pada web/blog tertentu secara otomatis tanpa sepengetahuan anda. Biasanya web/blog ini adalah disebut website auto generation content atau AGC.

 

Nah, pasca secara baik-baik telah melakukan hubungan dengan pelaku copy paste konten, namun mereka bersikukuh tidak melakukan penghapusan, maka langkah selanjutnya yang bisa dilakukan adalah dengan menghubungi penyedia web hosting yang digunakan oleh oleh si pelaku.

 

Perihal untuk mendapatkan informasi tentang penyedia web hosting adalah mudah, dimana Anda dapat mencek menggunakan WHOIS melalui domain yang digunakannya. Di whois ini silahkan untuk memasukkan nama domain dari web yang melakukan plagiat dan selanjutnya tekan kata enter.

 

Selanjutnya silahkan anda untuk fokus untuk melihat pada bagian Name Server atau NS dari domain yang digunakan, biasanya berupa NS1. Nah dari data yang terjadi di NS1 inilah diketahui siapa penyedia hosting dari domain yang digunakan si pembuat plagiat. Selanjutnya silahkan mencari form kontak admin dan memberitahukan tentang adanya aksi plagiarisme konten dimaksud.

 

*) Meninggalkan Kata Peringatan di Kolom Komentar

Untuk hal ini, anda bisa mengisi kolom komentar yang ada pada konten tersebut, tapi kami menyarankan agar senantiasa menjaga etika dan sopan santun dalam bertutur kata di kolom komentar tersebut. Misalnya dengan menyampaikan uneg-uneg dan sekaligus meminta admin web/blog untuk segera menghapus konten. Mudah-mudahan cara ini bisa berhasil, meskipun lazim komentar dari pengunjung kebanyakan di moderasi terlebih dahulu oleh adminnya.

 

*) Memberi Informasi Pada Forum dan Komunitas Online

Pada bagian ini, anda bisa membuat thread khusus di forum dan komunitas online yang se niche dengan web/blog anda. Tujuannya adalah untuk mencegah terjadinya salah sangka dan tindakan penurunan reputasi blog/web anda hanya karena adanya kasus plagiarisme konten yang sebenarnya milik anda.

 

Semoga dengan adanya thread di maksud, maka para anggota atau member yang aktif berinteraksi di forum dan komunitas online tersebut akan tetap menilai nilai positif atas blog adalah benar-benar berkualitas dan kontennya juga adalah asli buah hasil kerja keras anda. Dengan aksi ini juga, bisa saja lebih menguntungkan anda dengan cara meminta bantuan kepada member lain untuk bisa membantu menyelesaikan masalah tersebut, misalnya dengan cara menyuruh mereka bersedia meninggalkan komentar pada web/blog yang melakukan aksi copas artikel milik anda.

 

*) Melaporkannya ke situs DMCA[.]com

Nah, seandainya dari seluruh cara diatas tetap saja tidak membuahkan hasil dalam rangka menyelesaikan adanya masalah plagiarisme atas konten milik anda. Langkah terbaik yang bisa dilakukan adalah dengan cara memanfaatkan situs DMCA.com.

 

Tapi sayang, untuk bisa menggunakan situs ini, maka kita pun harus rela mengeluarkan uang demi menyelamatkan konten kita yang sudah di copas oleh para plagiat konten. Biayanya juga tergolong cukup mahal, yakni sekitar 1,3 juta rupiah untuk bisa menikmati fitur ini.

 

Nah, bagi para blogging pemula tentu biaya untuk bisa merasakan fitur DMCA sangat memberatkan, karena itu penggunaannya merupakan ‘senjata terakhir’ jika seandainya cara-cara yang sudah kami jelaskan diatas masih belum membuahkan hasil.

 

Disamping itu, satu hal yang sangat penting untuk dipertimbangkan adalah jumlah biaya yang mungkin anda keluarkan untuk mempertahankan 1 konten anda yang di copy paste. Maksudnya kami sarankan agar terlebih dahulu mentabulasi seluruh konten blog/web milik anda, sejauh mana dampak negatif-nya atau ada masih ada hal positif yang membuat bisa bertahan di halaman google. Mengapa hal ini sangat penting? Tentu saja terkait dengan keputusan yang akan anda ambil jangan sampai salah dan dapat merugikan diri anda sendiri di kemudian hari.

 

Demikian artikel yang berjudul: jika konten di copy paste, anda harus melakukan apa. Semoga bermanfaat dalam mengentaskan aksi-aksi brutal dari para plagiarisme konten. Bagi para pembaca, kami mengucapkan terima kasih atas kunjungannya. Salam sukses di dunia blogger.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *