Bisnis Online dan Jasa SEO

Jasa Ahli Blogger Terbaik di Medan

Juli Utari : Mendulang Suara Caleg Dengan Kampanye Kreatif

Banyak ditemukan kasus pelanggaran hak privasi pengguna facebook oleh “Cambridge Analytica”, membuat manajemen konsorsium facebook memperketat pemasangan iklan untuk kampanye politik (caleg, capres dan parpol). Akibat kasus ini, mesin pencari utama dunia yaitu google juga ikut-ikutan memperketat penerbitan iklan kampanye politik di setiap halamannya.

 

Juli Utari Medan V

 

Tentu adanya kebijakan diatas, membuat para caleg yang menjadi peserta pemilihan umum legislatif (pileg) 2019 akan kesulitan untuk melakukan kampanye partai politik ataupun sosialisasi caleg menggunakan saluran digital facebook dan google tersebut, tegas caleg Juli Utari.

 

Juli memperkirakan hingga bulan September 2018 ini, pengguna Facebook di Indonesia telah mencapai 160 juta pengguna, dan pengguna search engine google di Indonesia mencapai hampir 100 juta orang. Besarnya kisaran angka pengguna kedua media sosial tersebut disebabkan medsos inilah yang paling di sukai tim sukses (timses) caleg dan parpol untuk melakukan kampanye digital secara jor-joran.

 

Juli Utari mengatakan bahwa pada pelaksanaan pileg 2009 dan 2014, strategi mendulang suara yang dilakukan oleh caleg adalah dengan kampanye yang didominasi dengan bagi-bagi sembako (misalnya mie instant, gula, beras, minyak makan, dan sebagainya) sembari membungkusnya dengan iklan gambar sang caleg. Memang cara ini efektif menekan biaya kampanye daripada membuang uang ke umbul-umbul, baliho, poster atau spanduk. Mungkin intinya lebih baik uangnya dipergunakan untuk membeli makanan yang diberikan ke masyarakat calon pemilih.

 

Memang adanya kebijakan facebook dan google yang memperketat iklan kampanye politik, tentu berbuntut pada semakin sulit dilakukan kampanye online pemilu 2019 menggunakan media tersebut, dimana tahapan kampanye yang akan berlangsung mulai tanggal 23 September 2018 hingga 13 April 2019 terasa ada yang hilang.

 

Bila kondisi pemasangan iklan politik menggunakan medium iklan digital tetap sulit di facebook dan google, maka anggaran kampanye “membuang duit” tersebut akan di alihkan ke media atau saluran lainnya, seperti televisi, radio, papan reklame, dan bahkan bisa kembali lagi ke umbul-umbul dan spanduk.

 

Jika belajar dari pengalaman kasus facebook, maka platform media sosial lainnya seperti twitter, instagram, whatsapp, line, dlsb, diyakini akan turut mengambil kebijakan yang memperketat penerbitan iklan kampanye politik. Oleh karena itulah, dirinya dan parpolnya akan mengalami kesulitan untuk kampanye pemilihan legislatif (pileg) di saluran digital, tegas Juli Utari caleg dapil v DPRD Medan.

 

Lantas bagaimana dirinya dan caleg lagi dapat melakukan kampanye pileg online ? Sulit memang menjawab pertanyaan ini, karena mau tidak mau dirinya harus berpikir keras mencari ide kampanye kreatif mendulang suara pemilih agar tetap dapat hadir non stop menjangkau 160 juta pemirsa online facebook dan 100 juga pengguna google. Tujuannya tentu saja agar bisa memenangkan konteslasi pileg 2019, tegas caleg perempuan pdi perjuangan medan ini.

 

Juli Utari mengungkapkan bahwa kampanye kreatif yang bakal dilakukan haruslah memiliki dasar yang kuat dan tujuan yang baik untuk dapat berhasil menghantarkannya menduduki kursi DPRD Kota Medan mewakili dapil v (Kecamatan Maimun, Polonia, Selayang, Johor, Tuntungan dan Kec. Medan Sunggal). Sebab, pengguna internet merupakan masyarakat yang terbiasa memakai daya kritis dan logika mereka dalam pengambilan sebuah keputusan untuk memilih caleg tertentu. Dengan memahami ini, kita dapat menemukan cara kita sendiri dalam melakukan kampanye politik online nan kreatif untuk mengumpulkan suara pemilih sebanyak-banyaknya.

 

Kampanye Politik Caleg Dengan Menggaet Blogger

Jumlah blogger Indonesia yang sudah mencapai lebih dari 6 juta dan pengguna internet tahun 2018 yang berjumlah 150 juta, tentu merupakan pangsa pasar kampanye kreatif untuk mendulang suara rakyat. Disamping itu, lebih kurang dari 10% para blogger sudah memonetisasi blog-nya sebagai media pemasaran online yang dapat dimodifikasi menjadi pemasaran dan branding nama sang caleg secara online.

 

Ingat, bahwa website atau blog merupakan fondasi pemasaran online bagi usaha-usaha kreatif yang dimotori oleh anak muda jaman milenial “zaman now”. Berdasarkan pengalaman seorang sobat blogger medan di silaenseo.com, bahwa web merupakan salah saluran digital yang sangat efektif untuk menyampaikan ide, gagasan, opini, dan lain sebagainya yang dituangkan dalam bentuk teks maupun gambar.

 

Setiap website atau blog yang baru dibuat (1 – 3 bulan) akan mendapatkan 15 sampai 30 pengunjung per hari, bahkan bisa lebih. Web/blog yang sudah berumur tahunan tentu pengunjung perbulannya bisa mencapai puluhan ribu orang. Ini artinya jumlah pengunjung di website milik para blogger ini dapat dijadikan sebagai saluran digital untuk mendulang suara buat para caleg, termasuk dirinya sendiri.

 

Coba bayangkan seandainya ada 1000 orang blogger medan dan di website tersebut ada iklan parpol atau caleg yang ikut pileg 2019, maka kampanye politik dan pesan-pesan politik para caleg perharinya dapat disampaikan ke ratusan ribu pemirsa online warga Kota Medan. Lebih bagusnya lagi bila konten kampanye politik para caleg ini dikemas menarik dan bisa masuk pada realita kehidupan sehari-hari para warga Kota Medan, serta juga turut memuat karakteristik pengunjung website milik para blogger medan tersebut.

 

Tentunya, cara kampanye kreatif menggunakan media milik sobat blogger ini sangat sesuai bila mengusung tema politik yang terkait dengan “ekonomi kerakyatan” dan yang pro-rakyat, tegas caleg perempuan dapil v medan ini. Nah, dirinya selaku caleg perempuan yang akan bertarung memperebutkan kursi DPRD Medan mewakili daerah pemilihan medan 5, akan memfokuskan diri pada program yang terkait dengan perempuan dan anak. Misalnya program meminimalisir jumlah kematian ibu melahirkan, menekan jumlah bayi yang meninggal dunia, mempertajam program kesehatan bagi ibu dan anak balita, program menghilangkan adanya kekerasan dalam rumah tangga, dan berbagai program khusus untuk perempuan yang nantinya terpublikasi dengan baik.

 

Juli menambahkan bahwa potensi blogger sangat dahsyat untuk mendulang suara dari calon pemilih pemula dan pemilih milenial, dimana dengan pembuatan konten-konten terbaik terkait pemilu legislatif 2019 dan program yang dijalankan sang caleg nantinya. Blog dapat memberikan daya jangkauan yang tanpa batas kepada banyak audience dan sekaligus memberikan kekuatan pengaruh politik agar dipilih oleh rakyat pada saat hari pencoblosan. Tidak hanya itu saja, pemikiran kreatif menyangkut program wakil rakyat yang bakal dijalankan tentu saja dapat diketahui oleh audiens yang mengunjungi blog tersebut.

 

Sebelum memulai kampanye kreatif menggunakan para sobat blogger, dibutuhkan adanya kerjasama yang saling menguntungkan, dimana nantinya para caleg dapat menempatkan iklan leader board untuk menyampaikan pengaruh politik pada para calon pemilihnya. Kerjasama dimaksud bisa saja dilakukan terhadap pemilik dan atau pengelola blog tempat pasang iklan kampanye online caleg. Biaya atau tarif yang dikenakan untuk kerjasama pemasangan iklan kampanye digital di web/blog milik para blogger ini, tentu jauh lebih murah jika dibandingkan memasang iklan di medsos facebook, youtube, instagram, line, twitter dan di google adsense (ads).

 

Nah, satu kelebihan kerja sama dengan blogger untuk memuat kampanye online caleg, menurut Juli Utari adalah terjaganya pemirsa yang menjadi target kampanye tersebut. Ya tentu saja, keahlian dan pengalaman para blogger Indonesia sudah tidak diragukan lagi, khususnya dalam kerangka mengoptimalkan kinerja mesin pencari melalui penggunaan SEO (search engine optimization), baik pemaksimalan seo onpage maupun seo offpage agar konten ataupun blog bisa berada dihalaman satu google. Artinya, para caleg secara tidak langsung sudah memasang iklan di google melalui artikel kampanye terbaru yang dipublikasikan para blogger.

 

Kampanye politik caleg di blog milik para blogger ini juga dapat di share ke berbagai media sosial, baik akun pribadi maupun fanpage yang dikelola para caleg. Ya, dengan kata lain para caleg secara tidak langsung juga sudah beriklan di facebook tanpa membayar alias gratis. Jadi tidak ada salahnya bekerjasama dengan para blogger yang memberikan layanan jasa kampanye politik caleg online untuk menjangkau audien anda yang mungkin saja menyebar di berbagai daerah.

 

Disamping itu, intensitas kunjungan ke blog yang melihat dan membaca kampanye dalam bentuk iklan digital yang di desain khusus untuk kepentingan kampanye politik caleg tetap akan sampai ke calon pemilih dan juga memiliki target pemirsa pengguna internet yang jumlahnya terus meningkat setiap harinya.

 

Tapi, bila anda tidak melakukan kampanye politik dengan tema yang berpihak pada rakyat dan memilih channel kampanye online yang tidak cocok, maka pesaing politik anda akan melakukannya. Jadi, jangan sampai lawan politik anda yang lebih cepat melakukan kampanye pileg kreatif dengan cara menggaet para blogger untuk mempublikasikannya.

 

Seandainya para timses atau tim pemenangan calon legislaltif pileg 2019 ingin menjalin kerjasama pemasangan konten kampanye politik dan tim blogger kami untuk mendulang suara agar menang pileg, baik itu materi kampanye dalam bentuk teks ataupun gambar caleg, silahkan klik hubungi kami untuk informasi lebih lengkapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pakar SEO Bisnis Online © 2017 Frontier Theme
error: Content is protected !!