Kontes SEO Dan Jasa Ahli Bisnis Online

Jasa Ahli Agen Optimasi

Kerugian Nikah Siri Apalagi Dilaksanakan Secara Online

Dunia blogger dihebohkan dengan hadirnya situs nikahsirri[dot]com yang mana website ini memfasilitasi pasangan calon suami isteri untuk kawin siri secara online beberapa bulan yang lalu. Situs nikahsirri[dot]com yang bikin resah dan gerah masyarakat, khususnya masyarakat yang berada di Kota Medan ini, dibuat dan didirikan oleh orang yang bernama Aris Wahyudi. Tapi selanjutnya, oleh pemerintah melalui kemkominfo secara resmi langsung diblokir untuk menghindari kerugian yang ditimbulkan akibat aktivitas website yang memfasilitasi orang buat nikah siri.

 

Pernikahan Siri Atau Perkawinan Sirri Sangat Merugikan Hak Perempuan

 

Alasan pemerintah melalui kemkominfo memblokir situs ini, karena diduga keras website ini berisikan konten berbau pornografi dan identik dengan kegiatan prostitusi, khususnya “prostitusi online”, dan diyakini adanya aktivitas layanan lelang perawan. Wouw ngeri ya sobat blogger.

 

Memang adanya nikah siri adalah sah berdasarkan hukum Islam, dimana ada syarat dan rukun Islam yang harus dipenuhi calon pasangan suami isteri, yaitu: adanya wali nikah, memiliki 2 (dua) orang saksi yang adil, serta adanya ijab dan kabul.

 

Tapi, meskipun sah di mata hukum Islam, pernikahan siri ini tetap saja tidak sah secara hukum Indonesia, karena tidak tercatat dalam lembaga resmi perkawinan Islam, yakni Kantor Urusan Agama atau KUA. Akibatnya, nikah siri secara hukum adalah sangat merugikan pihak perempuan dan anak yang lahir dari hasil pernikahan siri tersebut.

 

Tidak hanya itu saja sobat blogger, perkawinan model seperti ini, dari segi sosial dan ekonomi juga sangat merugikan pihak perempuan dan anak hasil perkawinan siri, serta nikah siri juga berdampak negatif buat masa depan keuangan anak serta istri.

 

Dalam artikel ini, kami selaku blogger asal kota medan melihat ada beberapa efek negatif tips untuk menolak seandainya seseorang mengajak untuk melangsungkan pernikahan siri, yakni:

 

1) Suami bisa mangkir dari tanggung jawab finansial

Karena pada prinsipnya, pernikahan siri tidak tercatat di Kantor Urusan Agama (KUA), maka secara hukum di Indonesia bahwa hal ini berarti tidak ada kekuatan hukum yang mengikat dalam hubungan perkawinan tersebut.

 

Sudah bisa dibayangkan, seandainya sang suami adalah orang yang tidak bertanggung jawab secara lahir dan batin, misalnya melepaskan tanggung jawab dari adanya kewajiban menafkahi keluarga, maka sobat blogger dan pembaca blog silaenseo.com sudah tahu apa yang bakalan terjadi dalam keluarga tersebut. Ya, sang istri pun tidak akan bisa berbuat apa-apa, karena tidak ada catatannya bahwa dia sudah menikah dengan suami menggunakan kaidah hukum yang berlaku di negara kita.

 

Apalagi, bila kita cermati dalam hukum Islam, bahwasanya yang berhak mengajukan “talak” adalah suami. Istri cuma diperbolehkan menggugat cerai suami nya melalui pengadilan agama (PA) setempat. Nah, kalau pernikahannya secara nyata dan pasti tidak tercatat di KUA, tentu saja tidak mempunyai dasar hukum (legal standing) untuk mengajukan gugatan perceraian ke pengadilan? Apakah istri siri tersebut akan sanggup terus menerus menanggung beban finansial keluarga sendiri? Inilah yang harus disikapi dan dipertimbangan kaum perempuan sebelum memilih untuk melakukan nikah siri, apalagi itu dilangsung secara on-line melalui website illegal dimaksud.

 

2) Masa depan anak senantiasa terancam

Pada hakekatnya, setiap anak yang lahir harus memiliki akta kelahiran. Dan syarat utama untuk membuat akta kelahiran anak adalah harus memiliki surat nikah resmi dari orangtua si anak dari KUA. Nah, kalau pernikahan orangtua saja tercatat secara hukum, bagaimana cara sang anak memiliki akta kelahiran?

 

Ingat, bahwa dijaman sekarang ini, bahwa tanpa adanya akta kelahiran, masa depan anak bisa terancam. Dokumen kelahiran ini sangat penting, sebab mulai mendaftar sekolah, bekerja, sampai membuat paspor dan nantinya hingga menikah juga memerlukan adanya akta kelahiran. Belum lagi, kalau ternyata anak berkeinginan jadi pegawai negeri sipil (PNS), syarat yang ditentukan oleh kementerian dan BUMN juga pasti meminta dokumen ini sebagai syarat untuk mengajukan surat lamaran kerja. Jadi pikirkan kembali untuk nikah siri, karena apakah anda tega mempertaruhkan masa depan sang anak yang lahir dari rahim anda dengan melakukan nikah siri? Tentu tidak bukan.

 

3) Tidak bisa mendapatkan join income pas apply pinjaman bank

Kerugian lain yang kelihatan adalah kesempatan untuk menikmati fasilitas kredit alias mendapat pinjaman dari bank bagi orang-orang yang melakukan nikah siri akan lebih kecil dibandingkan bila nikah resmi di KUA.

 

Bagi pasangan suami-istri, salah satu keuntungan finansial yang bisa dirasakan adalah adanya join income atau pendapatan gabungan. Dimana, ketika anda dan pasangan lagi membutuhkan pinjaman uang, maka bank tidak hanya mempertimbangkan gaji anda semata, tetapi turut mempertimbangan gaji pasangan anda. Dengan begitu, peluang pinjaman untuk disetujui bakalan lebih besar ketimbang anda dikategorikan masih masih sendiri (jomblo). Hal ini biasanya terlihat jelas saat akan mengajukan kredit dalam jumlah besar, misalnya kredit pemilikan rumah alias KPR.

 

Kalau pernikahan tidak tercatat secara resmi di mata hukum, maka kesempatan besar tersebut bakal tidak diperoleh. Dengan kata lain, anda hanya bisa mengandalkan penghasilan pribadi saat butuh pinjaman yang berkategori besar. Beruntung bila seandainya, gaji anda besar. Kalau gaji kecil? Bakal makin susah punya rumah impian, karenanya pertimbangan sekali lagi untuk melangsungkan kawin siri.

 

4) Tidak memiliki hak atas harta pasangan (harta gono gini)

Disamping ketiga hal diatas, sang istri yang dinikahi secara siri juga harus bersiap-siap kehilangan hak untuk memiliki harta suaminya saat bercerai (menuntut harta gono gini). Mengapa? Karena, tidak ada kekuatan hukum sang isteri ketika untuk menuntut harga ketika telah terjadi perceraian. Dengan kata lain, sang suami pun bisa langsung lepas tangan akan kewajibannya untuk menafkahi anak.

 

Hal ini juga yang akan terjadi saat pasangan meninggal dunia, dimana istri dan anak hasil pernikahan siri tidak akan punya hak untuk memperoleh warisan karena bukan merupakan ahli waris yang sah di mata hukum.

 

5) Tidak memiliki hak atas aset yang dibeli berdua, meskipun aset atas nama pasangan

Saat pasangan suami isteri kawin siri memutuskan untuk membeli aset atas nama pasangan nya, maka hak anda yang seharusnya melekat di dalamnya bisa langsung hilang seketika. Meskipun diketahui bersama, bahwa saat membeli aset dimaksud adalah memakai uang berdua. Mengapa? Karena tidak ada bukti hukum yang sah untuk dipergunakan menunjukkan bahwasanya anda dan pasangan adalah suami istri yang sah.

 

Tentu saja, adanya hal diatas akan membuat runyam ketika salah satu pihak memutuskan untuk berpisah atau bercerai. Dan hal terpahit yang terjadi, seandainya pasangan meninggal, aset itu akan jatuh ke istri yang sah atau keluarga kandung terdekat. Tentu rugi bukan?

 

Hal diatas akan jauh berbeda kalau menikah nya dilakukan dengan jalur legal. Paling tidak, anda akan masih bisa menempuh jalur hukum buat memperjuangkan hak tersebut. Itulah kenapa pernikahan siri sebenarnya tidak dianjurkan untuk dilaksanakan, karena lebih banyak ruginya dari pada manfaatnya.

 

Jadi, sebelum setuju diajak nikah siri apalagi dengan cara yang dilakukan on line, seperti yang terdapat pada situs heboh nikahsirri[dot]com ataupun nantinya oleh situs-situs yang mirip seperti itu, maka tidak salah bagi anda untuk kembali mengingat kelima poin di atas. Ingat, bahwa nikah itu bukan cuma perkara halal atau tidaknya, tapi komitmen jangka panjang dan keberlangsungan status hukum dalam konteks hukum keluarga secara luas. Menyetujui ikatan pernikahan untuk disaksikan dan disahkan di mata negara adalah langkah awalnya untuk menjamin terpenuhinya seluruh hak dan kewajiban hukum yang sudah diatur dalam Undang-Undang Perkawinan No.1 Tahun 1974 dan juga Kompilasi Hukum Islam (KHI).

 

Cara Mensahkan Perkawinan Siri

Sebenarnya bagi orang-orang yang sudah terlanjur melangsungkan pernikahan siri, masih diberi kesempatan untuk mensahkan pernikahan tersebut menjadi sebuah ikatan perkawinan resmi di mata hukum negara. Caranya adalah dengan mengajukan permohonan “ITSBAT NIKAH” melalui pengadilan agama (PA) setempat.

 

Yang menjadi landasan dan dasar hukum mengajukan permohonan itsbat nikah ini adalah Pasal 7 ayat 3 kompilasi hukum Islam dengan mengajukan permohonan secara tertulis ke pengadilan agama setempat oleh pasangan suami isteri yang kawin siri. Nah, bila nanti seluruh syarat dan juga ditemukan fakta-fakta hukum yang kuat, maka pengadilan agama akan memberikan putusan hukum yang menetapkan dan mensahkan bahwa pernikahan siri tersebut telah menjadi pernikahan yang sah di mata hukum negara.

 

Jadi, tunggu apalagi silahkan ajukan permohonan itsbat nikah agar perkawinan siri anda jadi sah di mata hukum negara dan hak-hak sebagaimana ditentukan dalam perundang-undangan yang berlaku di negara Indonesia dapat anda gunakan untuk mempertahankan hak anda kedepannya.

 

Demikian artikel yang membahas kerugian melangsungkan pernikahan siri, mudah-mudahan bermanfaat bagi sobat blogger medan yang sedang mencari informasi tentang apa sih efek negatif kawin siri online. Atas perhatian dan kunjungannya ke blog silaenseo.com ini diucapkan terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kontes SEO Bisnis Online © 2017 Frontier Theme
error: Content is protected !!