Kontes SEO Dan Jasa Ahli Bisnis Online

Jasa Ahli Agen Optimasi

Nama Calon Gubernur di Pilkada Sumut 2018

Suhu politik di Kota Medan dan Sumatera Utara mulai panas jelas pilkada (pemilihan kepala daerah) gubernur sumut 2018. Perbincangan hangat ini tidak hanya terjadi di dunia media offline saja, media online juga mulai hangat membahas dan menganalisa nama-nama yang kemungkinan besar dijagokan akan maju sebagai “Kandidat Calon Gubernur Sumatera Utara 2018”.

 

Nama Bakal Calon Gubernur di Pilgubsu Serentak 2018

 

Tidak mau ketinggalan, media sosial (medsos) seperti facebook dan twitter juga mulai ramai membicarakan tentang siapa-siapa saja memiliki peluang besar bakal maju bertarung di pilkada sumut 2018. Hal ini jelas terlihat dari beberapa grup yang dibuat atas nama nama kandidat yang bersangkutan ataupun grup yang secara intens diperuntukkan untuk membahas pemilihan kepada daerah di provinsi sumatera utara.

 

Wajar, memang atmosfir panas ajang Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara mulai terasa, mengingat pelaksanaannya yang kurang dari 1 (satu) tahun lagi, yakni: jadwal pencoblosan adalah sekitar bulan Juni 2018 yang akan datang.

 

Semakin panasnya atmosfir pilkada sumut 2018 juga dibarengi banyaknya wacana tentang majunya beberapa nama bakal calon gubernur dan atau wakil gubernur sumut yang maju dari jalur perseorangan (independen). Belum lagi, pembahasan intens juga dilakukan oleh orang-orang yang menyatakan dirinya sebagai simpatisan balon gubsu.

 

Menarik memang membahas suhu perpolitikan di prov sumut, menjelang pilkada, dimana aktivitas ini juga terlihat jelas dengan mulai bergeraknya para kader dan juga mesin partai politik (parpol) yang memiliki kursi di DPRD Sumut turut juga meramaikan khasanah perhelatan, misalnya dengan melakukan lobby dan juga mulai kasak-kusuk melemparkan berbagai opini ke media massa, baik cetak maupun media online. Bahkan sejumlah partai politik (parpol) mulai terang benderang dan tanpa malu-malu mulai menyebut nama yang masuk dalam pantau radar politik, maupun masuk daftar penjaringan mereka.

 

Sebut saja calon gubernur dari petahana, yakni H. Tengku Erry Nuradi dan juga bupati langkat yang masih aktif saat ini yakni H. Ngogesa Sitepu yang sudah mengantongi tiket emas sebagai gubernur dan wakil gubernur sumut dari partai golkar dengan telah mendapatkan surat rekomendasi per tanggal 21 Agustus 2017 dengan nomor surat R-452/GOLKAR/VIII/2017 yang ditandatangai oleh Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto dan Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham.

 

Tapi meskipun H. Tengku Erry Nuradi sebagai calon gubernur Sumatera Utara periode 2018 – 2023 berpasanganan dengan bupati langkat H. Ngogesa Sitepu sebagai calon wakil gubernur Sumatera Utara periode 2018-2023 telah mengantongi tiket emas dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar tetap harus menggandeng partai politik lain untuk berkoalisi. Mengapa? Karena, kursi partai golkar di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Utara tidak memenuhi syarat pencalonan sebesar 20% (dua puluh persen) dari seluruh kursi DPRD Sumut.

 

Dengan kata lain, selain dari Golkar, menurut kabar bahwa Tengku Erry yang juga berkedudukan sebagai Ketua Partai NasDem Sumut sebelumnya sudah mendapat dukungan dari Partai Keadilan Persatuan Indonesia (PKPI) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Nah, bila diteliti kedua partai ini nantinya akan memberikan 6 kursi tambahan untuk bisa mengusung H. Tengku Erry Nuradi dan Ngogesa Sitepe. Semantara Partai NasDem 5 kursi di DPRD Sumut dan Golkar 17 kursi. Jadi total keseluruhan kursi dukungan seandainya semuanya benar untuk Tengku Erry adalah 28 kursi.

 

Terlepas dari skala hitungan kursi dukungan diatas, kami melihat bahwa sejauh ini, setidaknya ada 6 (enam) nama kandidat yang masuk daftar dan telah pula digadang-gadang akan siap bertarung secara all out menuju “Kursi Sumut 1” (kursi sumut satu).

 

Nah, ke-enam nama kandidat gubernur dan atau calon wakil gubernur Sumatera Utara tersebut adalah: 1) calon dari petahana Tengku Erry Nuradi; 2) Ngogesa Sitepu; 3) JR Saragih; 4) Gus Irawan Pasaribu; 5) Maruarar Sirait; dan 6) Edy Rahmayadi.

 

Keenam nama diatas, menurut kami setidak-tidaknya sudah dikenal publik dan telah pula menjadi “public figure” sesuai dengan kapabilitas dan kapasitas masing-masing. Selain Tengku Erry sebagai petahana, publik juga mengenal secara baik Ngogesa Sitepu yang saat ini menjabat sebagai Bupati Langkat 2 (dua) periode dan sekaligus sebagai Ketua DPD Partai Golkar Sumut.

 

Demikian pula halnya dengan nama JR Saragih yang dikenal baik sebagai Bupati Simalungun selama 2 (dua) periode. JR Saragih juga saat ini menjabat sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Sumatera Utara. Dimana tag line yang diusung untuk menghadapi Pilgub Sumut adalah “Semangat Baru Sumut”.

 

Sementara bakal calon gubernur Sumut, Gus Irawan Pasaribu merupakan calon gubernur yang pada pilkada sumut sempat menantang Gatot Pujo Nugroho-Tengku Erry Nuradi pada Pilgubsu 2013 lalu. Kini, Gus Irawan yang saat ini menjabat sebagai anggota DPR RI dan juga Ketua Partai Gerindra Sumatera Utara.

 

Nah, munculnya berbagai nama-nama dari kalangan birokrat dan sekaligus sebagai Ketua partai politik (parpol) di Sumatera Utara tentu akan menambah besar magnet politik di persaingan ajang pilkada sumut 2018 nantinya. Sebab, H. Tengku Erry Nuradi sendiri juga tercatat sebagai Ketua Partai Nasdem Sumut. Apakah nantinya yang bertarung adalah ketua-ketua DPD Partai Politik di Sumut? Jawabannya sebentar lagi akan ada.

 

Sedangkan dari partai pemenang pemilu, yakni Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengerucut pada satu nama, yakni Maruarar Sirait yang saat ini menjabat sebagai anggota DPR RI dari fraksi PDIP. Konon kabarnya, Maruarar Sirait sendiri disebut-sebut sengaja diplot untuk maju di Pilgub Sumut setelah namanya tercampak dari bursa calon menteri kabinet Kerja Jokowi-JK. Konon pula kabarnya, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri telah menyingkirkan nama lain, seperti Junimart Girsang, Sukur Nababan ataupun Sofyan Tan. Benarkah?

 

Kabar terakhir yang beredar di media online, dari kubu partai banteng moncong putih PDIP mulai santer menyuarakan nama “Effendi Simbolon” yang pada pilkada sumut sempat menantang pasangan gubernur Gatot Pujo Nugroho-Tengku Erry Nuradi pada Pilgubsu 2013 lalu. Mari sama-sama kita nantikan jawabannya, siapakah yang akan diusung oleh partai politik PDIP di pilgubsu 2018 ini.

 

Sementara, calon lain dari luar nama birokrat dan politisi telah ada muncul, yakni yang berpangkat jenderal aktif, sebut saja namanya Edy Ramayadi yang kini menjabat sebagai Pangkostrad. Popularitas Edy Ramayadi kian toncer sejak dianya terpilih sebagai Ketua Umum PSSI (Organisisai Persepakbolaan Indonesia).

 

Memang, banyak orang yang mengenal nama Edy Ramayadi identik dengan dunia sepakbola. Dia pula yang berhasil menyatukan dua kubu PSMS Medan yang sempat bertikai, termasuk melambungkan nama PSMS Medan sebagai kampiun Piala Kemerdekaan 2015 lalu. Sejak itulah, para pecinta PSMS sebagai salah satu klub sepakbola terkenal di Medan sudah mulai mengumandangkan nama Edy Ramayadi menjadi bakal calon (balon) Gubernur Sumatera Utara periode tahun 2018-2023.

 

Geliat pilgubsu 2018 ini, juga turut menyemarakkan dinamika pada dunai bisnis di sumatera utara, seperti bisnis sablon, pembuatan iklan, pemasangan banner, pembuatan poster, umbul-umbul, spanduk, kartu nama, stiker, dan lain sebagainya.

 

Tidak hanya itu, bisnis yang berbasis pada bisnis online, seperti pembuatan website personal atas nama calon-calon gubernur juga mengalami peningkatan pemesan. Bahkan “layanan jasa branding” melalui pasang iklan – banner di media online dan pasang iklan media sosial (medsos) facebook juga mulai kebanjiran order pesanan membranding nama-nama bakal calon gubernur dimaksud melalui pembuatan beberapa artikel review.

 

Tapi, semuanya masih membutuhkan jawaban karena tahapan Pilkada Sumut baru akan dimulai September 2017 yang diawali dengan perekrutan petugas ad hoc yang bekerja selama sembilan bulan hingga tahapan Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2018 selesai. Tanggal pastinya belum diketahui secara pasti dan saat ini sedang digodok oleh KPU RI. Namun, pelaksanaan tahapan Pilgub Sumut 2018 akan dilakukan secara serentak dengan pemilihan kepala daerah lainnya se-Indonesia.

 

Demikian artikel yang membahas tentang nama bakal calon gubernur dan wakil gubernur sumut di pilkada 2018 yang nantinya mungkin akan maju dalam ajang pilkada kepala daerah sumut, mudah-mudahan ada manfaatnya bagi sobat pengunjung setia blog silaenseo.com – media informasi kontes seo bisnis online. atas perhatian dan kesediaannya memembaca artike ini, diucapkan terima kasih.

2 Comments

Add a Comment
  1. Hilmen laspayer

    Sumut memerlukan pemimpin yang memiliki pundasi yang kuat(strong pondation) yaitu yang kaya didalam kesalehan dan yang berkomitmen anti korupsi

    1. benar sekali pak hilmen….
      fakta yang terjadi di provinsi sumut, dimana 10 tahun terakhir gubernurnya terlibat kasus korupsi. jadi, moment pilkada gubernur sumut periode 2018-2023 jangan sampai masyarakat sumut salah memilih pemimpinnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kontes SEO Bisnis Online © 2017 Frontier Theme
error: Content is protected !!