Bisnis Online dan Jasa SEO

Jasa Ahli Blogger Terbaik di Medan

Pemilu 2019 Bangkitkan Sektor Bisnis

Perhelatan Pemilu 2019 yang jatuh pada tanggal 17 April 2019, berdasarkan pengalaman dari pemilu 2004, 2009 dan 2014 lalu telah memberikan gambaran tidak akan mengganggu aktivitas ekonomi dan bisnis, melainkan justru akan membangkitkan dan menggairahkan sektor perdagangan dan industri.

 

Bisnis Pemilu Presiden - Legislatif dan Pilkada

 

Meskipun begitu, kontribusi adanya penyelenggaraan pemilu terhadap pertumbuhan ekonomi nasional berdasarkan data dan fakta pada penyelenggaraan pemilu 5 tahun yang lalu, dinilai tidak signifikan untuk mendongkrak laju sektor bisnis di Indonesia.

 

Jelang datangnya pemilu 2019, memang dapat diyakini akan dapat meningkatkan aktivitas bisnis di dalam negeri secara global, seperti terkait dengan bertambahnya peredaran uang di pasar untuk memenuhi kebutuhan kampanye dan pengeluaran untuk mensukseskan pemilu. Mengapa? Karena kampanye pemilu 2019 secara langsung bisa menggelontorkan uang ke bawah yang cukup banyak, terutama kepada para pebisnis, sehingga roda-roda perekonomian rakyat akan tetap berputar.

 

Belajar dari pengalaman yang lalu-lalu, banyak para pakar bisnis dan ahli ekonomi Indonesia yang berkecimpun di dunia bisnis pemilu meragukan terjadinya peningkatan aktivitas bisnis pada masa tahapan kampanye pemilu 2019 (baik pemilihan umum legislatif maupun presiden) akan mampu mengangkat perekonomian nasional, mengingat periodenya yang sangat singkat dan hanya sementara karena hanya berlangsung sekali dalam lima tahun. Sehingga dampaknya terhadap ekonomi nasional juga tidak signifikan untuk jangka menengah.

 

Ada beberapa sektor-sektor yang akan diuntungkan pada masa penyelenggaraan pesta demokrasi rakyat ini, seperti produk makanan dan minuman, mengingat tingginya kebutuhan selama kampanye. Terkait hal ini, pihak industri pun sudah melakukan antisipasi dengan meningkatkan stok distribusi barang, serta akan menyiapkan stok yang cukup sampai selesainya pemilu tersebut.

 

Tidak hanya sektor makanan dan minuman saja yang berdampak, sektor transportasi diperkirakan juga akan mengalami kenaikan, meskipun tidak terlalu besar pergerakannya. Kebutuhan transportasi ini terlihat jelas saat penggunaan angkutan umum atau bus-bus milik warga untuk kampanye dari satu tempat ke tempat lain. Meskipun pada pemilu 2014 lalu, kenaikan pada sektor bisnis transportasi tidak terlalu signifikan.

 

Nah, adanya data dan fakta yang telah penulis jelaskan diatas, adanya moment pemilu merupakan kesempatan emas untuk membangkitkan pebisnis/pengusaha dan juga meningkatkan penjualan berbagai produk industri yang bersentuhan dengan kebutuhan pemilu. Mengapa? Karena, dana yang akan beredar untuk membeli makanan dan minuman diprediksi mencapai puluhan triliun rupiah. Apalagi pelaksanaan pemilu legislatif dan pemilu presiden adalah berbarengan, sehingga persaingan antar kandidat presiden atau kontestan calon legislator pasti akan ada yang menggunakan isu sulitnya memperoleh makanan, jadi lawan politik akan berusaha supaya memperlihatkan bisa memenuhi makanan dan minuman bagi masyarakat yang diharapkan akan memilihnya.

 

Memang, ada terjadi peningkatan penjualan pada industri makanan dan minuman pada bulan Juni dan Juli 2018, dimana angkanya kurang lebih mencapai Rp 120 triliun, tapi penjualan makanan dan minuman memang naik dastris pada bulan Juni kemarin. Nah, karena perihal kampanye masih terkait dengan konsumsi, maka penulis menyakini bahwa penjualan terigu akan mengalami peningkatan di saat masuk masa tahapan kampanye yang berlangsung dari tanggal 23 September 2018 hingga 13 April 2019.

 

Tentu saja peningkatan tersebut dipicu adanya kebutuhan sejumlah partai dan caleg yang cukup besar atas makanan, seperti mie instan dan kue. Ya, intinya mereka akan jor-joran membelanjakan uang mereka untuk membeli makanan, tertutama kepada para konstituen. Termasuk dalam hal ini adalah untuk keperluan sembako yang isinya termasuk terigu, beras ataupun minyak goreng.

 

Khusus untuk bulan Juni dan Juli 2019, penjualan terigu nasional mencapai angka 8,5-8,75 juta yang mengalami kenaikan 5-6 % pada bulan sebelumnya. Penulis sebagai pemerhati bisnis (terutama bisnis online) dan juga pengamat kepemiluan, berharap agar pilpres dan pileg 2019 dapat berlangsung dengan aman, sehingga tidak mengganggu aktivitas perekonomian maupun stabilitas distribusi konsumsi. Mengapa? Karena belanja untuk keperluan pemilu dapat menambah kegiatan ekonomi yang positif dan konstruktif bagi masyarakat maupun pebisnis. Intinya pemilu presiden dan pemilu legislatif membangkitkan sektor bisnis di Indonesia.

 

Penulis juga berharap agar 16 partai politik (parpol) peserta pemilu 2019 memiliki komitmen yang kuat, serta mau mengikrarkan kampanye damai kepada seluruh konstituennya pada saat melaksanakan kampanye rapat terbuka ataupun kampanye rapat umum.

 

Tidak hanya sektor bisnis tersebut saja yang mengalami peningkatan jelas pemilu 2019, sektor bisnis bidang jasa juga meningkat signifikan terutama pada saat pelaksanaan pilkada pada tanggal 27 Juni 2018 yang lalu, dimana laju bisnis pilkada meningkat signifikan. Seperti jasa pasang iklan maupun review model advertorial pada media cetak, elektronik maupun media online juga mengalami peningkatan permintaan. Artinya baik itu pemilihan presiden, pemilihan legislatif ataupun pemilihan kepala daerah (pilkda) gubernur, bupati dan walikota telah berhasil menggerakkan lalu bisnis menjadi lebih bergairah meskipun sifatnya musiman.

Nah bagi anda yang ingin mencoba berkontribusi pada sektor bisnis pemilu dan pilkada, sudah bisa mencari ide usaha yang terbaik dan menguntungkan untuk dipasarkan saat pelaksanaan perhelatan pemilu/pilkada. Semoga tulisan ini bermanfaat dalam rangka membangkitkan sektor bisnis ajang lima tahunan ini. Terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pakar SEO Bisnis Online © 2017 Frontier Theme
error: Content is protected !!