Bisnis Online dan Jasa SEO

Jasa Ahli Blogger Terbaik di Medan

Peran Blogger Mensukseskan Pemilu Indonesia

Meningkatnya jumlah blogger maupun tingginya pengguna internet di Indonesia, menjadi aset yang bisa dirangkul untuk mensukseskan pemilu 2019. Sebagaimana diketahui bahwa salah satu prioritas penting Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) adalah mengutamakan strategi pencegahan dari pada penindakan. Tujuannya adalah untuk meminimalisasi pelanggaran dari pada melakukan penindakan atas adanya pelanggaran itu sendiri sebagaimana diamanatkan dalam UU No.1 Tahun 2015 tentang penyelenggara Pemilu.

 

Adanya langkah dari berbagai kebijakan Bawaslu untuk melakukan pencegahan agar tidak terjadi pelanggaran pemilu ini, secara garis besar dilakukan dengan menyampaikan berbagai informasi dan melakukan sosialisasi ke publik via medium offline maupun online. Khusus untuk medium online dalam tulisan ini adalah menggunakan website atau blog personal milik para blogger. Disinilah letak peran serta dari para blogger dalam menyampaikan dan menyebarluaskan berbagai macam informasi kepemiluan, misalnya dengan cara membuat konten (teks, gambar maupun video) dan konten tersebut dipublikasikan oleh para blogger di blog masing-masing.

 

Jadi, dengan adanya publikasi yang dibuat para blogger, diharapkan membuat khalayak semakin tahu dan terciptanya kepedulian pada pelaksanaan Pemilu, maupun secara sukarela melakukan upaya pengawasan terhadap seluruh jadwal dan tahapan maupun program pemilu.

 

Misalnya sobat blogger di blog-nya menuliskan tentang adanya peran bawaslu medan tegakkan keadilan pemilu. Nah, dengan adanya tulisan tersebut, maka masyarakat Kota Medan dapat membaca dan mengetahui tentang apa itu keadilan pemilu dan bagaimana cara penegakannya, ataupun apa itu tugas dan kewajiban Bawaslu Medan. Dengan begitu akan timbul rasa kepedulian, sehingga pada akhirnya nanti akan memunculkan adanya partisipasi aktif masyarakat, terutama untuk mencegah terjadinya pelanggaran pemilu.

 

Peran Blogger di Pemilu dan Pilkada Indonesia

 

Artinya, partisipasi blogger sangat strategis sebagai salah satu aktor utama dikarenakan memiliki ide dan gagasan cemerlang yang tertuang dalam wujud tulisan yang dibuat dan dipostingnya. Ya, sedikit banyaknya para blogger ini memiliki peran penting dan strategis untuk ikut aktif maupun partisipatif dalam rangka memastikan kualitas dan transparansi penyelenggaraan pemilu.

 

Jadi, bentuk partisipasi blogger yang dimaksud bukan hanya membuat konten berupa tulisan yang hanya terkait dalam bentuk penggunaan hak suaranya rakyat atau pun hanya mengajak pemilih untuk datang ke tempat pemungutan suara (tps) semata. Tapi, peran dimaksud adalah ikut secara aktif untuk mengajak orang lain turut mengawasi dan bahkan bersedia melaporkan ke pengawas pemilu setempat bila ditemukan adanya pelanggaran pemilu.

 

Mengawasi Pemilu Dengan Blog

Karena rata-rata para blogger adalah orang-orang yang bisa menulis dan memiliki latar belakang pendidikan cukup tinggi, maka sedikit banyaknya tanpa keberpihakan bisa dengan cermat menganalisa hal-hal yang terjadi di lapangan, terutama berhubungan dengan dunia kepemiluan. Hal ini tentu saja terkait dengan keikutsertaan para blogger untuk aktivitas mensosialisasikan dan adanya pengetahuan teknis untuk mengawasi pemilu yang jujur dan adil, serta menuangkannya kembali ke dalam sebuah tulisan yang di publikasikan ke blog mereka.

 

Setidak-tidaknya menurut penulis, ada 4 (empat) bagian dan peran strategis yang bisa dijalankan para bloggers dalam melakukan pengawasan pemilu, (baik pemilihan presiden, pemilihan anggota legislatif dan dewan perwakilan daerah, maupun nantinya pemilihan kepala daerah atau pilkada), yaitu:

 

*) para blogger dapat memberikan informasi awal terkait terjadinya dugaan pelanggaran pemilu (baik administratif, tindak pidana pemilu dan juga kode etik penyelenggara pemilu). Nah, informasi awal yang didapatkan tersebut disampaikan kepada pengawas pemilu untuk ditindaklanjuti secepatnya.

 

*) para blogger dapat berpartisipasi dengan mencegah terjadinya pelanggaran, serta secara aktif turut mengawasi atau memantau seluruh tahapan dan jadwal maupun program pemilihan umum. Misalnya dalam tahapan pemutakhiran daftar pemilih ada mengetahui pada suatu daerah tertentu tidak terdapat petugas pemutakhiran daftar pemilih (ppdp) yang melaksanakan tugas pendataan daftar pemilih.

 

Ataupun saat mengetahui terdapat nama yang tidak berhak masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT), maka dapat menyampaikannya ke pengawas pemilu kelurahan/desa ataupun kepada panwaslu kecamatan setempat. Kemudian bisa juga mengawasi saat berlangsungnya masa tahapan kampanye, misalnya mencari tahu apakah kampanye tatap muka yang dilakukan melanggar aturan atau tidak, apakah APK (baliho, spanduk, umbul-umbul) yang terpasang sudah sesuai aturan, dan lain sebagainya.

 

*) bila para blogger mendapat informasi atau bahkan mengetahui langsung adanya “money politics”, seperti: praktik pembagian uang atau sembako menjelang pemungutan suara atau pada masa tenang bersedia untuk melaporkannya kepada panwas desa/kelurahan dan mendapatkan alat bukti, saksi maupun barang bukti.

 

*) para blogger bisa ikut berpartisipasi dalam pengawasan terhadap seluruh jajaran penyelenggara pemilu (baik KPU maupun BAWASLU) dan juga para peserta pemilu di setiap pelaksanaan tahapan pemilu dengan cara melaporkan terjadinya pelanggaran kepada pengawas pemilu terdekat ataupun tingkatannya.

 

Jadi eksistensi para blogger, secara substansial mempunyai tugas untuk memastikan demokrasi prosedural di Indonesia dapat berjalan dengan baik. Ya, setidak-tidaknya menurut penulis bahwa para blogger memiliki peran strategis sebagai salah satu pusat informasi dan pembentuk partisipasi masyarakat dalam melakukan pengawasan pemilu dengan kelebihannya, yakni membuat konten dalam bentuk tulisan maupun gambar yang diposting pada blog-nya.

 

Tidak sampai di situ saja, para bloggers ini juga memiliki kemampuan mengoptimasi SEO konten dalam penggunaan kata-kata kunci target-an. Artinya, bila kata kunci tentang kepemiluan menjadi skala prioritas untuk dioptimalisasi, maka ketika masyarakat Indonesia khususnya di Kota Medan melakukan searching terkait kepemiluan langsung mendapatkan informasi berharga tentang tata cara melakukan pengawasan partisipatif maupun tata cara pelaporan pelanggaran pemilu berikut dengan cara penanganannya.

 

Dengan kata lain, bahwa para blogger dapat menjadi salah satu ujung tombak untuk menginisiasi kelompok masyarakat melalui tulisannya dan sekaligus dapat menularkan pengetahuan kepemiluan dari berbagai referensi yang digunakannya untuk membuat sebuah tulisan tersebut.

 

Tentu peran pengawasan pemilu yang dilakukan oleh para blogger adalah ikut mensosialisasikan pesan dan pengetahuan tentang teknis pengawasan pemilu kepada unit yang lebih kecil mengingat terbatasnya jangkauan Bawaslu. Disamping itu, para sobat blogger ini juga dapat berperan untuk mengkontrol jalannya tahapan pemilu sesuai dengan aturan, lebih demokratis dan menghasilkan pemimpin yang berkualitas dan amanah sesuai dengan pilihan rakyat pemilih.

 

Tugas yang dijalankan oleh para sobat blogger dalam mengawal jalannya pemilu yang demokratis tidak hanya sebatas turut mengawal pada perilaku peserta pemilihan baik itu partai politik (parpol) maupun pasangan calon (paslon) yang menjadi peserta pemilu, dewan perwakilan daerah (DPD), tapi juga diarahkan pada monitoring pelaksanaan semua tahapan, serta terhadap seluruh aktor baik peserta, pemilih, maupun penyelenggara pemilu. Ya, para blogger sebagai bagian dari masyarakat sipil punya tanggung jawab moral dan sosial yang harus turut serta memberikan kontribusi berharga bagi suksesnya pelaksanaan pesta demokrasi rakyat.

 

Selain pengawasan pemilu sebagaimana penjelasan diatas, pada sisi lain, para blogger juga memiliki peran strategis untuk mensukseskan pelaksanaan pesta demokrasi 5 (lima) tahunan dan menjaga tercapainya iklim demokrasi yang kondusif di Indonesia.

 

Peran strategis blogger, antara lain:

 

*) Blog Sebagai Sarana Pendidikan Politik (Dikpol)

Tak dapat terpungkiri bahwa konten yang dibuat para blogger di blog, memegang peranan yang sangat penting khususnya terkaitan dengan upaya pencerahan dan pencerdasan masyarakat dalam bidang sosial dan politik (sospol).

 

Di jaman milenial ini, pendidikan politik bukan saja menjadi “domain” partai politik (parpol), melainkan adalah menjadi tanggung jawab bersama yang masih bisa dikelola oleh segenap para bloggers secara objektif, proporsional dan profesional, serta independent.

 

Pendidikan politik tersebut, tentu saja tidak hanya berbicara terkait dengan pemenuhan “hak politik” setiap warga negara Indonesia untuk “memilih ataupun dipilih”. Atau sekadar memberitahukan masyarakat via konten tentang adanya siklus Pemilu yang diselenggarakan setiap lima tahun sekali tersebut.

 

Nah, dikpol ini adalah lebih jauh dari itu, yakni para blogger harus mampu berkontribusi melalui konten yang dibuatnya untuk memberikan kesadaran dini kepada setiap individu sebagai Warga Negara yang telah memenuhi “persyaratan yuridis” tentang pentingnya berpartisipasi aktif dan berkontribusi positif di dalam setiap “momentum emas” kehidupan berdemokrasi di Indonesia.

 

Mengapa demikian? Karena “alam demokrasi” di negeri ini, dibangun di atas dasar permusyawaratan dan perwakilan, serta diatas dasar persatuan dan kesatuan yang kesemuanya menjadi “elemen dasar” bangsa Indonesia demi terwujudnya keadilan dan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

 

*) Blog Sebagai Sarana Sosialisasi dan Promosi

Sudah jadi rahasia umum bahwa penyelenggaraan Pemilu menjadi ajang “test case” atau uji kelayakan bagi setiap partai politik hingga calon anggota legislatif (caleg) di Pusat dan Daerah untuk mengukur popularitas, elektabilitas dan bahkan akseptabilitasnya masing-masing di tengah-tengah masyarakat.

 

Dalam konteks ini, para blogger melalui blognya tentu dimaknai memiliki ranah yang sangat luas untuk membantu mensosialisasikan dan mempromosikan cita-cita para calon sebagai pertimbangan untuk ikut dalam kompetisi lima tahunan itu. Tidak sebatas itu saja, para blogger juga dapat memuat tulisan yang dibuat oleh pengawas pemilu di tingkat kecamatan ataupun kelurahan/desa tentang berbagai hal yang terkait dengan dunia kepemiluan, misalnya: panwaslu medan baru siap antisipasi pelanggaran kampanye, sehingga dengan begitu masyarakat jadi lebih mengetahui bahwa masa tahapan telah memasuki tahapan masa kampanye dan tahu bahwa ada unsur-unsur beberapa tempat (zona) yang dilarang berkampanye ataupun memasang alat peraga kampanye (APK) berikut membagikan bahan kampanye.

 

Kampanye melalui website atau blog tertentu juga diyakini akan memberi manfaat signifikan bagi tersebarluaskannya visi, misi, program kerja, karakteristik dan “rekam jejak” maupun citra diri dari masing-masing partai politik (parpol) dan para calon tersebut secara “gradual” dan massif. Apalagi bila moment promosi tersebut dimaksimalkan kinerja SEO nya, maka akan banyak konten pemilu dengan berbagai kata kunci tersimpan di SERP google.

 

*) Blog Sebagai Sarana Kontrol Sosial Demokrasi

Hampir semua penduduk di Nusantara ini sudah memahami dan memaklumi bahwa ajang perhelatan demokrasi bersiklus lima tahunan yakni pileg dan pilpres, maupun dpd bersedia untuk menggelontorkan biaya tinggi dan melibatkan sumber daya yang sangat banyak serta beragam. Bahkan, pada beberapa daerah tertentu, ditengarai sering berpotensi terjadinya konflik sosial hingga isu SARA (Suku, Adat, Agama dan Ras).

 

Oleh karenanya, diperlukan upaya yang sungguh-sungguh dan serius dari semua pihak termasuk para blogger Indonesia, untuk melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanaan Pemilu langsung dan serentak di seluruh Indonesia ini.

 

Sebagaimana telah dirasakan manfaat kehadiran blog, maka sebagai salah satu sarana alternatif kontrol sosial, blog harus bisa dimaksimalkan untuk digunakan dalam rangka penataan kehidupan berdemokrasi di Indonesia. Ya, secara lebih spesifik dapat dikatakan bahwa para bloggers melalui konten-konten abti hoax yang dimuat di blog, dituntut untuk tetap kritis terhadap masih adanya upaya provokasi, intimidasi, SARA dan praktek “politik uang” hingga jual beli suara serta kemungkinan adanya pelanggaran atau kelalaian yang dilakukan oleh “lembaga penyelenggara” Pemilu tersebut atau bahkan oleh peserta Pemilu pada setiap tingkatannya.

 

Dengan kata lain para blogger diibaratkan seperti wasit di tengah pertandingan olahraga, para sobat blogger harus menjadi “juru penengah” yang benar-benar adil dan konsisten menyuarakan kebenaran tentang pelaksanaan pemilu yang demokratis. Sebab, sebagai juri atau pengadil, tentunya blogger juga tidak boleh terlibat langsung di dalam permainan yang sedang “berkecamuk” saat perhelatan pemilu/pilkada.

 

Hal ini tentu saja dalam rangka untuk memastikan bahwa prosesi monitoring, evaluasi dan kontrol sosial yang dilakukan dengan adanya peran blogger handal terhadap dinamika “pesta politik rakyat” dapat berjalan dengan akurasi dan presisi yang tinggi, serta tanpa adanya tekanan dari pihak manapun.

 

Jika blog milik para sobat blogger dijadikan sebagai media “mainstream” telah memainkan perannya dengan baik dan bertanggung jawab, maka dapat dipastikan bahwa pemilu yang memiliki jargon Luberjurdil akan menghasilkan para pemimpin dan pengemban amanat rakyat yang memiliki integritas dan kompetensi yang sangat memadai untuk menjalankan pemerintahan yang bersih, baik dan melayani sepenuh hati.

 

Artinya, peran blog dan juga para blogger pada politik di Indonesia adalah cukup besar kedasyatannya, dimana bisa juga digunakan untuk mendongkrak elektabilitas, menyebarkan informasi kegiatan kampanye, memberikan pengaruh kepada massa atau calon pemilih, dan menjadi media komunikasi yang efektif antara politisi dan konstituennya

 

Demikianlah sedikit ulasan seputar peran blogger mensukseskan pemilu di Indonesia. Semoga dapat memberikan ide dan pandangan yang memotivasi sobat pembaca untuk menjadi seorang blogger yang mau menyuarakan pengawasan atas seluruh rangkaian tahapan pemilu dan pilkada. Terima kasih.

 

Penulis: N. Hasudungan Silaen, SH

Advokat dan Pemerhati Pemilu Indonesia tinggal di Kota Medan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pakar SEO Bisnis Online © 2017 Frontier Theme
error: Content is protected !!