Bisnis Online dan Jasa SEO

Jasa Ahli Blogger Terbaik di Medan

Strategi Caleg Perempuan Memenangi Pemilu 2019

Menghadapi perhelatan pemilu legislatif 2019, calon legislatif (caleg) perempuan harus memiliki kemampuan dalam menyusun berbagai strategi yang efisien dan berbiaya murah agar mampu mendulang suara saat datangnya hari pencoblosan tanggal 17 April 2019 mendatang.

 

Strategi Caleg Perempuan PDI P Juli Utari di Pemilihan Umum DPRD Kota Medan

 

Caleg dapil v Medan, Juli Utari mengatakan bahwa tanpa adanya strategi kepemiluan yang benar-benar jitu, maka dikuatirkan perolehan suara caleg perempuan akan terjun bebas dan pencapaian target kuota 30 persen di parlemen akan gagal total.

 

Bila dilihat dari daftar calon sementara yang telah diumumkan KPU Medan baru-baru ini, dapat dipastikan bahwa caleg perempuan sebagian besar merupakan wajah-wajah baru dan belum memiliki pengalaman “jam terbang” yang cukup untuk menghadapi persaingan dari kompetitor caleg laki-laki.

 

Memang, banyak caleg-caleg perempuan di pileg 2019 merupakan wajah baru dan benar-benar baru terjun dalam panggung dunia politik. Oleh karena itu, sudah seharusnya mereka mendapatkan pembekalan yang cukup agar bisa mendulang suara yang banyak di setiap daerah pemilihannya, jelas Juli Utari.

 

Selain itu, sebagai perempuan, menurut Juli bahwa caleg perempuan memiliki tugas yang melekat sebagai seorang istri dan ibu rumah tangga (IRT). Karena itulah, seorang caleg perempuan harus mampu menjalankan tiga peran sekaligus, yakni sebagai caleg dan juga sebagai istri & ibu rumah tangga sehingga peran tersebut benar-benar harus bisa bersinergi dengan baik.

 

Terkait dengan cara memenangkan kontestasi pemilu 2019, menurut Juli, penting adanya strategi yang berisi ide, gagasan brilian yang kreatif tentang bagaimana seorang caleg perempuan bisa mendulang suara sebanyak-banyaknya, terutama dari pemilih pemula dan pemilih milenial “zaman now”, sehingga bisa masuk dalam struktur parlemen mewakili dapil-nya.

 

Juli mengatakan, sebagai kader yang menjabat sebagai wakil ketua bidang pemuda & olah raga DPC PDIP Kota Medan dan dipercaya menjadi salah seorang caleg perempuan pdi perjuangan untuk ikut bertarung menuju kursi DPRD Kota Medan, dirinya merasa optimis bahwa pemilu 2019 ini akan mampu melampaui target kuota 30 persen keterwakilan perempuan dilembaga legislatif, baik DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota.

 

Rasa optimis ini terlihat dari adanya aktivitas partai politik (parpol) yang sangat serius dalam memperjuangkan hak-hak politik perempuan, misalnya secara intens melakukan pelatihan caleg perempuan dalam rangka untuk mendapatkan pengetahuan dan pemahaman terkait isu perempuan dan anak. Dengan begitu akan tahu, dapat mencermati dan mencari solusi terbaik tentang mengatasi jumlah angka kematian ibu melahirkan, angka kematian bayi baru lahir, angka kekerasan dalam rumah tangga yang terjadi pada ibu dan anak, dan lain sebagainya. Pada intinya, memahami seluruh data-data soal anak dan perempuan.

 

Pemahaman diatas sangat penting agar kelak ketika perempuan sudah duduk pada lembaga parlemen, konsisten bisa memperjuangkan persoalan-persoalan yang dihadapi perempuan dan anak, ungkap Juli yang merupakan caleg perempuan pdip di dapil 5 medan meliputi Kecamatan Medan Polinia, Johor, Maimun, Sunggal, Tuntungan dan Kec. Medan Selayang dengan mendapat alokasi 12 kursi untuk DPRD Medan.

 

Selain masalah anak dan perempuan, Juli juga memandang pentingnya penguasaan teknis pelaksanaan pemilu bagi perempuan. Seperti penghitungan suara, teknik melakukan kampanye sesuai dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 23 Tahun 2018 dan memahami cara menjaring suara serta strategi pemenangannya.

 

Disamping itu, penting juga dilakukan pemetaan dan kunjungan langsung ke lapangan “blusukan” untuk mengetahui dan menampung berbagai aspirasi dan permasalahan yang benar-benar konkrit terjadi dan sangat dibutuhkan penanganannya segera mungkin.

 

Setidak-tidaknya bila caleg perempuan ingin menang, maka seluruh strategi diatas harus sudah dimulai saat dari penjaringan atau rekrutmen caleg, misalnya memberdayakan kelompok perempuan dan organisasi perempuan sayap-sayap partai membentuk data base perempuan yang akan diajukan ke parpol untuk menjadi caleg pada dapil tertentu, jelas politikus DPC PDI Perjuangan Kota Medan ini.

 

Disamping itu, kualifikasi strategi penjaringan agar caleg perempuan bisa menang pemilu haruslah mengutamakan perempuan yang sudah berpengalaman, bermasyarakat dan juga pernah mengikuti pendidikan politik (dikpol). Adanya pendidikan politik bagi caleg perempuan sangat penting dilaksanakan dalam rangka untuk peningkatan kapasitas bagi anggota legislatif perempuan dan juga untuk meningkatkan performance melaksanakan tugas-tugas di parlemen.

 

Memang hingga kini, jumlah perempuan yang berhasil memenangkan pemilu legislatif masih sedikit. Sehingga hal ini perlu menjadi perhatian bersama agar perempuan dapat lebih meningkatkan persentase kemenangannya dalam pemilu, ujar Juli.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pakar SEO Bisnis Online © 2017 Frontier Theme
error: Content is protected !!