Bisnis Online dan Jasa SEO

Jasa Ahli Blogger Terbaik di Medan

Strategi Jitu Kampanye Pileg 2019 Melalui Media Sosial

Perkembangan dunia politik jelang pileg di jaman milenial, telah mengedepankan media sosial (medsos) sebagai salah satu ujung tombak kampanye pemilu 2019 ataupun dunia periklanan membentuk branding. Artinya, flatform medsos apapun itu, saat ini tak lagi bisa dianggap sebelah mata sebagai media kampanye untuk menjangkau para audiens dan juga dimaknai sebagai media iklan digital terbaru berbiaya murah.

 

Strategi Kampanye Media Sosial Caleg Pemilu 2019

 

Lihat saja, akun facebook atau twitter pribadi kita setiap harinya ada saja yang mensuguhkan berita-berita tentang calon anggota legislatif (caleg). Bahkan lebih extrem lagi, terkadang kita langsung memberikan hukum karena mendapatkan postingan yang aneh bin ajaib tentang foto seorang caleg yang sedikit erotis dengan capture yang bombastis, meskipun pemuatannya belum terkonfirmasi kebenarannya. Ya, itulah medsos yang dianggap kejam, kadang bisa menjatuhkan dan kadang bisa mengangkat citra maupun nama baik seseorang menjadi lebih terkenal.

 

Menjelang pelaksanaan pengumuman daftar calon tetap (DCT) calon legislatif yang akan dilaksanakan mulai tanggal 21-23 September 2018 dan juga menjelang memasuki masa tahapan kampanye pemilu 2019 yang berlangsung mulai 23 September 2018 hingga 13 April 2019, kami melihat sejumlah kandidat legislatif DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota sudah mulai melakukan ancang-ancang kampanye di media sosial, apakah di twitter, facebook, whatsapp, instagram, line, dlsb.

 

Kami melihat, bahwa cara penggunaan medsosnya sudah ada yang benar dalam konteks melaksanakan kampanye politik di facebook, yakni dengan terlebih dahulu menyiapkan tim kampanye medsos yang benar-benar berpengalaman, profesional dan handal. Namun masih lebih banyak kandidat caleg yang asal punya akun medsos saja. Ya dengan kata lain, jadilah laman akun facebook-nya hanya dibanjiri postingan foto-foto kegiatan yang sepi umpan balik maupun komentar alias gagal menarik simpati audience yang hendak digarap.

 

Memang beberapa waktu lalu (tepatnya tanggal 27 Juni 2018), warga Sumatera Utara (Sumut) diperhadapkan pada kandidat gubernur dan wakil gubernur, tentu sedikit banyaknya anda dapat mempresentasikan sebuah metode sosialisasi, sistem dan teknologi maupun strategi jitu dalam hal kampanye yang benar lewat media sosial yang dilakukan oleh para pasangan calon gubernur/wakil gubernur Sumut tersebut.

 

Intinya, menggunakan media sosial sebagai salah satu sarana kampanye online harus memiliki trik, strategi dan tips tersendiri dalam rangka untuk menggaet massa secara terstruktur, sistematik dan massif demi menjaring suara dari para pemilih potensial yang nantinya nyoblos.

 

Ada beberapa pemikiran yang bisa diimplementasikan dalam rangka memanfaatkan medsos secara komprehensif untuk kampanye caleg secara online, yakni:

 

1) Ide Jual Produk

Kandiat legislator yang hendak duduk di kursi parlemen 2019, harus punya gagasan yang kreatif untuk menjual visi-misi lima tahun kedepan, bukan murahan dan harus orisinil. Artinya ide briliant yang dilempar ke medsos harus mampu menarik simpati massa yang sebanyak-banyaknya.

 

Yang tak kalah penting, agar senantiasa fokus pada penggunaan narasi yang tepat dan unik, sehingga terbentuk “image” di pikiran audience. Program berobat gratis adalah salah satu contoh bagaimana sebuah ide brilian bidang kesehatan yang dipadu dengan narasi yang tepat akan mampu menggaet massa sebanyak-banyaknya, terutama dari daerah pemilihan (dapil) sang caleg.

 

2) Responsif Terhadap Berbagai Isu Sosial

Seorang kandidat legislatif harus update mengetahui dan peka terhadap berbagai isu-isu faktual dan krusial yang berkembang di tengah-tengah masyarakat pemilihnya. Sang caleg harus mampu merasakan bagaimana sebenarnya roda kehidupan masyarakat secara langsung. Untuk mengetahuinya bisa saja melakukan “blusukan”. Nah, dari kegiatan blusukan inilah, maka kandidat caleg akan memperoleh banyak bahan untuk membangun narasi kampanye yang efektif dan mampu menggerakkan massa dalam rangka untuk mendukung program-programnya bila nantinya terpilih menjadi anggota dewan perwakilan rakyat.

 

3) Selalu yang Pertama Menanggapi

Point ketiga ini merupakan syarat penting agar sukses melakukan kampanye online di medsos ibarat iklan kekinian. Dengan kata lain, seorang kandidat caleg 2019 harus “fast respons” terhadap para audiance yang aktif berinteraksi di media sosialnya. Kami melihat, bahwa banyak akun fb yang dikelola caleg ketika sudah melempar status (posting) di media sosial, tidak lagi melihat atau merespon komentar para audience-nya.

 

Kan tidak ada salahnya meskipun itu hanya sekadar ucapan terima kasih, memberikan like atas komentar, dan lain sebagainya yang mungkin dianggap sepele. Hal itu sebenarnya sangat penting untuk diberikan kepada audience, sehingga mereka merasa bahwa sang caleg memperhatikan dan aktif merespon. Atau selain itu, kandidat caleg juga bisa meminta masukan, saran, respons kepada setiap audiencenya, perihal tentang segala sesuatu yang mereka butuhkan untuk kemajuan daerahnya.

 

4) Jangan Over Acting

Memang terkait dengan hal yang berlebihan adalah tidak baik. Oleh karena itu mending “natural” saja agar tidak ditanggapi negatif. Hal ini terkait bila sang caleg hendak melakukan pencitraan, maka lakukanlah seperlunya saja. Ingat, bahwa warganet jaman now sudah sangat cerdas dalam menilai mana yang sekadar pencitraan semata, dan mana yang orisinal. Langkah dan sikap yang terpenting adalah bagaimana audience di dapil anda dapat mengetahui bahwa anda sedang memperjuangkan kepentingan mereka kedepannya. Inilah yang mesti dikampanyekan secara masif, tentu dengan cara elegan dan santun.

 

5) Tim Medsos yang Berpengalaman & Handal

Tentu saja seorang caleg tidak mungkin bekerja sendirian mengelola channel medsos-nya. Sehingga dianya harus memiliki tim medsos yang berpengalaman, tangguh dan menguasai seluk-beluk berbagai channel medsos yang banyak digunakan masyarakat pemilih. Nah, tim inilah yang nantinya akan menganalisis jalannya kampanye di medsos, memberi advis yang dibutuhkan, dan bila diperlukan bisa saja untuk mengamati pergerakan kompetitor.

 

Tentu saja tim ini haruslah ahli medsos dan tahan segala kondisi medan tempur di era digital nan modern, media sosial adalah salah satu peranti atau senjata yang sangat efektif untuk memenangkan persaingan berat merebut hati pemilih melalui aktivitas posting kampanye online.

 

Perangkat kampanye off line, seperti pemasangan baliho, poster, umbul-umbul, spanduk, banner saja tidak cukup, karena jaman sudah bergerak menuju online. Intinya, tim harus mampu menangkis serangan audiens maupun dari akun-akun sang kompetitor. Jadi pilihlah tim yang ahli, berpengalaman dan handal untuk mengawal channel medsos anda agar tercipta sebuah strategi jitu kampanye pileg 2019 melalui media sosial.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pakar SEO Bisnis Online © 2017 Frontier Theme
error: Content is protected !!