Bisnis Online dan Jasa SEO

Jasa Ahli Blogger Terbaik di Medan

Strategi Pemasaran Online Produk Pancake Durian Medan

Pertumbuhan toko online yang memasarkan pancake durian medan, semakin marak. Artinya, tingkat persaingan untuk mendapatkan pelanggan (konsumen) yang akan membeli produk pancake durian medan semakin ketat. Untuk itulah sangat dibutuhkan sebuah “Strategi Pemasaran Produk” dan atau “Teknik Marketing Online dari Toko Pancake Durian Medan”.

 

Strategi Pemasaran dan Jualan Online Pancake Durian Medan

 

Nah, tidak ada salahnya bagi anda para pebisnis pancake durian medan yang akan memasarkan produknya secara online, harus senantiasa belajar tentang bagaimana tips marketing atau strategi pemasaran produk pancake durian yang baik dan benar. Terutama, mengenai trik dan teknik marketing pancake secara online.

 

Jika kita mau sedikit teliti, bahwa pada prinsipnya ada 3 (tiga) alasan terbesar bagi seseorang yang akan berbelanja atau membeli suatu produk atau jasa tertentu. Yang pertama adalah karena dia benar-benar membutuhkannya (produk telah menjadi sebuah kebutuhan/needs). Yang kedua, karena ianya memang benar-benar menginginkannya (hasrat/passion). Dan yang ketiga, karena ia sendiri memiliki ketakutan-ketakutan tertentu sehingga sangat membutuhkan adanya jaminan (fear).

 

Biasanya barang yang bersifat telah menjadi sebuah kebutuhan/needs adalah makanan pokok, pakaian, dan sebagainya telah didominasi oleh pemain-pemain besar (brand/perusahaan besar). Maka dari itu, selaku pebisnis yang akan bermain di pasar online haruslah terlebih dahulu mempelajari pendekatan yang menggunakan teknik passion & fear.

 

Ya, meskipun terkadang produk-produk yang sifatnya passion/fear akan lebih sering dibeli dan laku ketimbang yang bersifat kebutuhan/needs. Mengapa? Hal ini disebabkan karena sebagian besar orang lebih mementingkan emosi dan perasaannya ketimbang apa yang betul-betul mereka perlukan sehari-hari.

 

Salah satu contoh produk yang berupa “passion” adalah video-video YouTube yang sering kita tonton, gadget-gadget high class, dan berbagai macam karya seni lainnya. Sementara contoh produk yang berupa “fear” itu seperti asuransi kesehatan, pengobatan alternatif, dan obat pelangsing atau peninggi badan.

 

Pertanyaan mendasar, mengapa barang berkategori passion dan fear ini bisa laku keras dipasaran, padahal orang-orang tidak terlalu membutuhkan produk tersebut? Tentunya ada sebuah stategi pemasaran dan promosi yang bermain dibalik lakunya produk dimaksud. Dimana, biasanya ada 3 faktor utama yang membuat penjualan laris manis dan trik marketing ini bisa sukses, yaitu: 1) Ketakutan (menciptakan rasa keputusasaan, hopeless, dan urgency); 2) Harapan (menjelaskan cara keluar dari masalah yang ada); dan 3) Solusi (pemecahan masalah dan jalan keluar).

 

Seperti yang dibahas sebelumnya pada artikel strategi marketing jasa lawyer online, seandainya pengguna internet bisa menemukan jawaban atas perasaan terdalamnya, terutama rasa insecure/kegelisahan mereka, lalu dapat memberikan solusinya, maka mereka akan membeli atau menyewa apapun yang kita tawarkan, menonton apapun yang kita tayangkan di youtube, dan mengkonsumsi apapun yang di produksi oleh perusahaan makanan dan minuman, tidak terkecuali dalam hal ini pancake durian medan.

 

1) Adanya rasa ketakutan (fear)

Sebelum Anda mulai menjual produk pancake durian medan, pertama kali yang harus Anda lakukan adalah menyentuh sisi emosional/perasaan seseorang yang akan menjadi calon konsumen atau pelanggan anda. Apa yang sedang mereka resahkan ketika akan mencari ole oleh khas medan, dan apakah produk yang anda pasarkan bisa menyelesaikan kegelisahan tersebut.

 

Jadi inti pertamanya, Anda harus mampu menemukan masalah yang ada dan mengkomunikasikannya pada customer sebaik mungkin dalam wujud pancake durian, bahkan Anda harus meyakinkan pada customer bahwa masalah itu ada walaupun sebenarnya tidak ada.

 

Contoh ketika Anda menjual kue atau puding, seperti pancake durian ole ole khas medan, maka Anda harus mengkomunikasikan pada pelanggan Anda bahwa pancake Anda adalah sangat enak dan baik bagi kesehatan, terutama bagi orang gemuk, dan sebagainya. Intinya kita perlu membuat customer nyaman dan tidak dibayangi oleh rasa takut, serta senantiasa mengingatkan mereka akan resiko-resiko yang ada.

 

Anda bisa juga menggunakan strategi pemasaran dengan teknik konten marketing, misalnya dengan membuat blog/infografis yang bisa mendukung fakta-fakta keunggulan produk yang ingin Anda sampaikan, atau bisa juga berupa postingan di sosial media (facebook, line, instagram, twitter, path, linkedin, whatsapp) dan menggunakan video YouTube.

 

2) Adanya harapan (hope)

Setelah kita membuat menghilangkan rasa ketakutan dan rasa putus asa (hopeless), maka beranjak dari sinilah kita dapat memainkan peran terbaru untuk kembali memunculkan harapan. Orang gemuk yang selama ini merasa takut/insecure mengkonsumsi pancake durian medan, tentu akan mencari harapan/jalan keluar bahkan menggunakan cara-cara yang berlebihan dan tidak logis.

 

Tidak heran nantinya produk pancake durian medan milik anda bisa laku keras, karena orang gemuk sekalipun tidak takut dan atau depresi lagi ketika akan memakan kue atau puding pancake durian medan hasi produksi anda.

 

Meskipun diketahui, bahwa terkadang merubah kondisi fisik kegemukan sangat sulit dilakukan, meskipun telah menggunakan obat-obatan dan juga sudah berkonsultasi dengan dokter spesialis. Inilah harapan yang bisa anda ramu untuk mendapatkan konsumen yang banyak.

 

Ingat, setiap produk yang dijual diluaran sana tentu banyak yang memiliki testimoni yang entah benar atau tidak (sebagian besar sih tidak), hanya karena kita melihat testimoni dari orang random di internet, kita merasa bahwa ada sedikit harapan, disitulah sebenarnya perasaan kita berhasil disentuh/digoyang oleh sang penjual online, sehingga kita semakin mudah dimanipulasi oleh penjual dan akhirnya membeli produknya.

 

Mengingat betapa pentingnya testimoni dimaksud, Anda bisa tambahkan halaman testimoni pada produk pancake durian yang sedang anda jual, atau review dari pengguna jasa Anda, atau rekomendasi dari orang tertentu, bahkan Anda bisa buat-buat testimoni tersebut sendiri (fake reviews), faktanya hampir semua bisnis besar melakukan hal yang sama diawal (fake it till you make it), yang salah adalah seringkali penjual yang awam menggunakan testimoni palsu yang mudah ketahuan oleh customer, dengan kata jangan sekali-kali punya niatan bikin testimoni buatan.

 

Seandainya terpaksa, maka buatlah identitas palsu yang setidaknya terlihat real, menggunakan nama yang baik dan benar, kalau perlu gunakan avatar (jangan gunakan avatar blank/default), dan tulislah kata-kata review/testimoni senatural dan serealistis mungkin. Walau sebenarnya, pelanggan juga tidak terlalu peduli dengan hal ini, namun tidak ada ruginya bagi Anda secara jangka panjang, karena testimoni yang berantakan menunjukan betapa malas dan tidak profesionalnya Anda sebagai penjual pancake durian online.

 

3) Menjadi solusi

Tentu solusi yang akan Anda tawarkan disini, ketika beraktivitas membuka toko online yang menjual pancake durian medan adalah dengan mencari pembeli produk yang Anda jual. Contoh jika seseorang mengalami kesulitan ekonomi/kekurangan finansial, akan tetapi ingin sekali menikmati pancake durian, maka pertama Anda bisa menjualnya persatuan.

 

Setelah itu Anda mulai mengenalkan harapan bisa membeli pancake durian medan dengan meskipun tidak per paket nya. Terakhir tentu Anda memperkenalkan solusi yang lebih murah harganya dengan menawarkan pancake durian per paket.

 

Ya, walaupun ketiga teknik maketing diatas tidaklah cukup, sudah banyak berbagai bisnis online yang melakukan cara diatas, dimana-mana orang jualan cerita sukses, jualan pengobatan alternatif yang tidak masuk akal, dengan iming-iming janji besar (cepat kaya/cepat sembuh), tidak heran customer sering mengabaikan mereka, karena itu kita perlu bermain pintar dengan 2 poin diatas (rasa takut dan harapan).

 

Meskipun begitu, anda selaku pebisnis online harus mampu menciptakan urgency. Intinya adalah coba ciptakan urgensi buatan dengan apapun yang ada, sesuatu yang bisa membuat customer Anda “seolah-olah” akan rugi jika tidak cepat-cepat membeli ole ole khas medan dari Anda (sengaja kami gunakan kata seolah, karena faktanya customer Anda tidak akan benar-benar rugi kalaupun ia tidak membeli dari Anda), ingat seseorang yang sedang panik (insecure) cenderung membuat keputusan yang berlebihan dan irrational (tidak logis).

 

Disamping itu, anda juga harus memiliki taktik teknik pemasaran yang bisa menjanjikan hasil yang besar/instan (janji manis). Ya, meskipun sebenarnya ini sedikit licik dan menipu, karena Anda perlu sedikit lebay atau berlebihan dengan produk pancake yang Anda jual. Ingat, bahwasa pada dasarnya manusia itu tidak mau repot, mau hasil yang instan tanpa kerja keras, mau hasil yang besar tanpa perjuangan yang besar pula, inilah juga yang menjadi penyebab utama pemasaran berbagai obat-obat pelangsing/peninggi masih laku dipasaran (walaupun sudah terbukti tidak efektif).

 

Contoh lainnya dari adanya janji manis yang menjadi iklan abadi, banyak kita temukan dari e-book/buku/seminar yang bertebaran dengan judul “cara menghasilkan ratusan juta dalam 3 bulanan”, “cara membeli properti dengan gaji dibawah 5 juta/bulan dalam 3 tahun”, cara menghasilkan 1 milyar rupiah dalam 2 tahun”, dan cara-cara instan tidak masuk akal lainnya. Dan bodohnya masih saja ada orang yang tertipu dan percaya dengan judul-judul bombastis seperti itu.

 

Namun iklan berupa janji manis itu terbukti sangat efektif, hasil besar/instan tersebut sangat memicu emosi seseorang untuk setidaknya “menjadi penasaran” dengan apa yang Anda jual, seperti judul tutorial jadi ahli SEO dalam 1 hari pada sebuah video YouTube, sebelum menonton videonya Anda sudah dijanjikan dengan konten super bombastis, karena melihat judul/thumbnailnya, sampai akhirnya Anda klik dan Anda tonton.

 

Oleh karenanya, jangan menilai buku dari sampulnya, karena hal itu adalah salah besar. Pada kenyataannya kita selalu menilai sesuatu dari penampilan luarnya, terkadang penampilan itu bisa lebih penting dari isi, apakah Anda datang ke toko buku membeli buku dengan cara merobek sampulnya lalu dibaca dan baru dibeli? Tentu Anda melihat seberapa bagus sampul/tampilan covernya dan memutuskan untuk membelinya atau tidak. Jika dari tampilan luarnya saja tidak menarik, tentu Anda tidak akan berniat untuk membelinya.

 

Tentu Anda jangan membuat janji yang berlebihan dan tidak masuk akal, namun selama janji tersebut masih bisa terpenuhi dengan kata lain sangat “realistis”, maka dongkraklah janji manis tersebut sebaik mungkin, contoh saya pernah membaca buku cara menjadi pengusaha sukses diusia 25 tahun, dijanjikan hasil pasti sukses/kaya selama kita juga bersedia mengikuti beberapa panduan didalamnya. Padahal, cuma dipaparkan berbagai jenis bisnis yang sudah sering kita baca di internet, seperti disuruh usaha ternak lele, budidaya tumbuhan, investasi properti/saham, bisnis online, jasa iklan adsense, dlsb.

 

Memang tidak bisa dikomplain karena janjinya (pasti kaya) bisa saja terjadi kalau kita juga berusaha sesuai panduan yang ada, namun masalah sebenarnya ada pada prakteknya yang tidak pernah berjalan sesuai ekspektasi kita, keadaan diluar sangatlah berbeda dengan idealisme pikiran kita, tapi faktanya buku tersebut tetap laku dan dibeli orang, serta yang jualpun juga tidak ambil pusing apakah ajarannya betul-betul dipraktekkan apa tidak oleh pembacanya karena bukunya yang penting laku.

 

Sekalig lagi, intinya adalah menjanjikan hasil besar/instan betul-betul bisa memotivasi seseorang untuk membeli produk pancake durian medan dari Anda, janji ini bisa saja terpenuhi/tidak, namun siapa peduli karena pada akhirnya Anda berjualan untuk menghasilkan sales bukan janji. Mengapa? Karena, kami bisa katakan strategi pemasaran ini memang sedikit licik dan memanipulasi, namun pada akhirnya customer juga tidak begitu peduli dengan apa yang Anda janjikan, makanya jangan heran kalau kita sering melihat media menyebarkan berita hoax, membuat artikel/video palsu, dan konten-konten buatan yang memicu emosi/kontroversi dan menjadi konten viral, karena seperti itulah cara masyarakat kita bekerja, masyarakat cenderung bertindak berdasarkan emosi/perasaan ketimbang pikiran/logika, dan sayangnya sampai beberapa tahun kedepan, kami melihat kondisinya masih belum berubah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pakar SEO Bisnis Online © 2017 Frontier Theme
error: Content is protected !!