Bisnis Online dan Jasa SEO

Bisnis Online Medan dan Jasa Ahli SEO Blogger Terbaik

Tips Anak Medan Memulai Bisnis Online Syariah

Bisnis online syariah mulai banyak di lirik oleh anak muda Medan, terkait dengan hal itulah kami coba mengangkatnya menjadi sebuah tulisan yang berjudul: “Tips Anak Medan Memulai Bisnis Online Syariah”.

 

Bisnis Online Syariah dan Cara Internet Marketing Usaha Syariat Islam di Medan Indonesia

 

Nah, sebelum kita mencoba mengupasnya secara detail, tidak ada salahnya telebih dahulu dijelaskan tentang apa arti dari bisnis online syariah tersebut ? Secara umum, bisnis online merupakan bisnis yang dijalankan dengan memanfaatkan sarana dan prasarana jaringan internet.

 

Kalau kita telusuri perjalanan bisnis yang dilakoni oleh pengusaha Indonesia, terutama yang berasal dari Kota Medan, bahwa sampai tahun 2018 ini ada banyak jenis usaha yang bisa dijalankan dan sangat menguntungkan bila menggunakan fasilitas internet ini, misal: jualan baju online dengan membuka gerai online shop butik, membuat web bisnis personal, ngeblog atau ngeweb, dan lain sebagainya.

 

Lalu, pengertian dari syariah itu apa sih ? Syariah itu berasal dari syar’i atau sesuai dengan syariat Islam. Dengan kata lain, dapat kita tarik satu kesimpulan bahwa bisnis online syariah merupakan suatu bisnis yang sesuai dengan syariat Islam yang dijalankan dengan menggunakan jaringan internet.

 

Konsep Dalam Bisnis Online Syariah

Setelah kita memahami apa itu bisnis online syariah, maka selanjutnya kita lihat apa yang menjadi konsep dasar dari bisnis syariah di Indonesia. Adapun yang menjadi konsep bisnis syariah dan selalu ada, yaitu: “mudharabah”. Apa itu mudharabah? Mudharabah adalah model bisnis di mana terdapat satu orang yang bertindak sebagai pemilik modal dan satu orang lainnya bertindak sebagai pelaksana atau orang yang mengerjakannya. Biasanya, sang pemilik akan menyerahkan modal nya sebesar 100% dari jumlah modal yang dibutuhkan, sedangkan pelaksana atau pekerja akan bertugas membangun dan mengembangkan bisnis sesuai dengan yang disepakati bersama.

 

Dalam kesepakatan bersama dalam bentuk perjanjian mudharabah tersebut, juga disepakati akan adanya pembagian keuntungan antara pemilik modal dan yang mengerjakan. Secara otomatis, karena hal ini digunakan ke ranah online, maka sangat mendasarkan dan perlu juga dipikirkan untuk membuat akad mudharabah dalam bisnis online syariah dimaksud.

 

Dasar Hukum Mudharabah Dalam Islam

Mengingat hal yang kita bahas adalah terkait dengan aktivitas di bisnis online syariah, maka dasar hukum yang menjadi acuan bisnis ini adalah syariat islam. Sebagaimana telah dijelaskan diatas, bahwasanya dalam bisnis syariah ini sangat diperlukan adanya akad mudharabah, maka bagaimana sebenarnya eksistensi hukum mudharabah dalam ajaran Agama Islam?

 

*) Berdasarkan Al-Qur’an

Ada beberapa ayat dalam Al Quran yang dapat kita jadikan dasarnya, yakni:

 

Berdasarkan Firman Allah Ta’ala dalam QS. Al-Muzzammil ayat 20 yang menyebutkan: “Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit dan orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah; dan orang-orang yang lain lagi yang berperang di jalan Allah…..”.

 

Berdasarkan Firman Allah Ta’ala dalam QS. Al-Baqarah ayat 283 yang menyebutkan: “Maka, jika sebagian kamu mempercayai sebagian yang lain, hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amanatnya dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya…..”.

 

Kemudian, berdasarkan Firman Allah Ta’ala dalam QS. Al-Maa-idah ayat 1 yang menyebutkan: “Hai orang yang beriman! Penuhilah akad-akad itu…..”.

 

*) Berdasarkan Hadist

Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma meriwayatkan: bahwa Abbas bin Abdul Muthallib (paman Nabi), jika menyerahkan harta sebagai mudharabah, ia mensyaratkan kepada mudharib (pengelola)nya agar tidak mengarungi lautan dan tidak menuruni lembah, serta tidak membeli hewan ternak. Jika persyaratan itu dilanggar, ia (mudharib/pengelola) harus menanggung resikonya. Ketika persyaratan yang ditetapkan Abbas itu didengar Rasulullah, beliau membenarkannya”, sebagaimana disebutkan dalam HR. Al-Baihaqi di dalam As-Sunan Al-Kubra (6/111)

 

Shuhaib radhiyallahu anhu berkata: Rasulullahbersabda: “Ada tiga hal yang mengandung berkah: jual beli tidak secara tunai, muqaradhah (mudharabah), dan mencampur gandum dengan jewawut untuk keperluan rumah tangga, bukan untuk dijual”. Baca HR. Ibnu Majah.

 

Berikutnya kita akan membahas tentang macam-macam mudharabah, dimana jenisnya adalah sebagai berikut:

 

1) Mudharabah Muthlaqoh

Yang mana pemilik modal (shahibul maal) memberikan keleluasaan penuh kepada sang pengelola (mudharib) untuk mempergunakan dana tersebut dalam usaha yang dianggapnya baik dan menguntungkan bagi dirinya. Namun, dalam hal pengelola tetap bertanggung jawab untuk melakukan pengelolaan sesuai dengan praktek kebiasaan usaha normal yang sehat.

 

2) Mudharabah Muqoyyadah

Yang mana pemilik dana dapat menentukan syarat dan beberapa hal terkait dengan pembatasan kepada si pengelola dalam hal penggunaan dana tersebut, seperti terkait dengan jangka waktu, tempat, jenis usaha, pembagian keuntungan, dan lain sebagainya.

 

Rukun Mudharabah

Menurut pendapat para ulama, bahwa yang menjadi rukun mudharabah ada 3 macam, yakni:

 

*) Adanya pemilik modal dan mudhorib (pengelola);

*) Adanya modal, kerja dan keuntungan;

*) Adanya shighot, yaitu berupa Ijab dan Qobul;

 

Nah, dari apa yang kami jelaskan diatas, terlihat jelas gambaran bahwa usaha online syariah ini sangat indah, aman dan sesuai dengan apa yang disyariatkan oleh hukum islam, apalagi bila dijalankan dalam konsep yang bertemakan bisnis online di medan. Coba bandingkan dengan bisnis online yang bersifat konvensional atau modern, tentu tidak senyaman dengan apa yang diatur dalam bisnis syariah diatas.

 

Sebagai gambarannya, lihat saja telah ada segala aspek yang diatur secara jelas dalam aspek-aspek yang harus dikerjakan dalam bisnis syariah ini. Seperti adanya konsep mudharabah yang secara nyata sangat memudahkan orang untuk memulai sebuah bisnis tanpa memiliki modal ataupun mengeluarkan uang sepeser pun. Karena tak jarang kita sering menemui orang-orang yang memiliki modal, tapi tidak bisa mengelola bisnis nya dengan baik. Sebaliknya, banyak juga orang-orang yang tidak punya modal, namun memiliki kemampuan dan talenta dalam hal mengelola bisnis secara baik dan benar. Di sinilah peran dari bisnis syariah dengan adanya akad mudharabah yang sangat membantu orang-orang yang memiliki skill tertentu.

 

Dalam rangka untuk mewujudkan bisnis syariah ini, sepanjang tahun 2017 telah kita lihat bahwa dalam hal untuk membuka usaha syariah tidak selamanya harus mengadakan kerja sama dengan pihak perbankan, dalam hal ini bank syariah. Tapi anda bisa mencari orang-orang yang memiliki satu visi dan visi untuk mewujudkan sebuah konsep bisnis syariah, apakah nantinya mau diwujudkan dalam bentuk bisnis syariah offline ataupun usaha syariah online, sepanjang tidak bertentangan dengan konsep syariah itu sendiri dan masing-masing pihak tentu saja akan diuntungkan dengan baik.

 

Tips Dalam Berbisnis Online Syariah Agar Sukses

Apapun bisnis yang dikerjakan tentu ingin semuanya sukses dan menguntungkan. Benarkan? Salah satu yang harus dilakukan adalah bagaimana memasarkan produknya agar diketahui dan digunakan atau di beli konsumen/pelanggan.

 

Sebagaimana diketahui bersama marketing (pemasaran) merupakan salah satu ujung tombak yang lazim dan terus menerus dilakukan dalam hal penjualan barang dan jasa yang telah kita jadikan sebagai bisnis online syariat Islam. Setiap usaha tentus aja memiliki cara dan keunikan dan karakteristis tersendiri dalam menjalankannya, baik dengan cara pemasaran konvensional (door to door), menempelkan publikasi spanduk, iklan di media cetak atau elektronik, mensponsori atau mengadakan event untuk mengumpulkan masyarakat, memasang iklan di perusahaan adsense (misalnya google adsense, facebook ads, twitter adsense) dan lain sebagainya.

 

Bila kita berkaca dari aktivitas bisnis di tahun 2017 yang lalu, maka akan diperoleh fakta bahwasanya persaingan usaha yang begitu kuat, sehingga keadaan ini membuat banyak marketer menggunakan bermacam strategi untuk mendongkrak penjualan. Sayangnya, karena ada persaingan yang kurang sehat antar produk, membuat tidak sedikit para marketer terperangkap untuk menggunakan “bias marketing” yang tidak baik pula. Misalnya, pada persaingan promo produk operator telepon seluler pada tahun 2017, dimana kami melihat bahwa persaingan terfokus pada pemberian biaya murah untuk setiap penggunaannya, baik itu untuk sms, telepon maupun internetan melalui jaringan telepon seluler.

 

Pertarungan tidak sehat dimaksud, terlihat jelas dari penerbitan iklan yang ditayangkan pada berbagai media yang dihiasi dengan berbagai promo yang gencar dari masing-masing perusahaan penyedia jasa telekomunikasi ini dengan berbagai macam tawaran yang cukup menggiurkan para pelanggan, bahkan ada yang sampai meninabobokkan. Jika benar apa yang dipromosikan, maka tentu saja para konsumen akan senang sekali dan sangat diuntungkan.

 

Padahal kalau dicermati dan dianalisis, maka apa yang ditawarkan dalam iklan tersebut tidak sepenuhnya menampilkan apa adanya, karena sebahagian menutupi tentang adanya catatan tersendiri mengenai “syarat dan ketentuan yang berlaku”.

 

Nah, beda dengan bisnis online yang mengutamakan syariah Islam, dalam agama Islam melarang keras adanya “bias markerting” sebagaimana kami contohkan diatas. Hal ini terlihat jelas dalam hadits riwayat Hakim bin Hizam: dari Nabi SAW beliau bersabda: “penjual dan pembeli memiliki hak pilih selama belum berpisah. Apabila mereka jujur dan mau menerangkan (keadaan barang), mereka akan mendapat berkah dalam jual beli mereka. Dan jika mereka bohong dan menutupi (cacat barang), akan dihapuskan keberkahan jual beli mereka”. Baca di Shahih Muslim No. 2825.

 

Kemudian juga dalam perjalanan bisnis online yang terjadi di tahun 2017 yang lalu, bahwa sangat banyak ditemukan konsep “cacat barang”, dimana menurut kami bisa juga diartikan identik dengan informasi tentang program promo yang diberlakukan. Dimana banyak pelaku bisnis yang ada tidak secara transparan menjelaskan kapan saatnya menggunakan produk tersebut dengan mendapatkan biaya yang murah dan kadangkala harus mengeluarkan biaya yang tinggi, atau menyebutkan bahwa sebelum mendapatkan penggunaan biaya yang murah, maka pengguna harus registrasi terlebih dahulu atau mengeluarkan biaya sekian dan sekian terlebih dahulu.

 

Ya intinya, informasi program promo harus benar-benar diketahui oleh konsumen sebelum menggunakan produk yang bersangkutan agar bersifat halal. Nah, dalam konsep berbisnis online syariah, maka adanya konsep produk halal (termaksuk strategi promosi) haruslah memegang teguh ide dan tips pemasaran yang halal dan menjauhkan diri dari kesan penipuan terhadap pelanggan. Ingat bahwa Riwayat Hakim dan Baihaqi) mengatakan: “tidak halal seseorang menjual suatu perdagangan, melainkan dia harus menjelaskan ciri perdagangannya itu; dan tidak halal seseorang yang mengetahuinya, melainkan dia harus menjelaskannya”.

 

Jadi, agar bisnis tersebut penuh dengan berkat dan berkah, serta meraih kesuksesan maka tips berniaga yang dijalankan pada bisnis online syariah ini jelas meninggalkan bias marketing dan bersainglah dalam kebaikan marketing, yakni pada sesuatu yang benar-benar bermanfaat lebih baik untuk setiap konsumen dan tentu saja harus bersifat halal.

 

Demikian pembahasan kami tentang tips anak medan memulai bisnis online syariah. Nah, bagi pemilik modal, bisnis online syariah tentu bisa dijadikan sebagai bentuk investasi online syariah yang berkah. Atas kunjungan dan kesediaanya membaca artikel ini, sobat blogger medan dan lebih memahami tentang eksistensi bisnis online syariah di Indonesia. Jangan lupa untuk membaca artikel kami yang lain, berjudul: jenis bisnis online terbaik di medan biar ada perbandingan dan referensi tentang bisnis online apa yang hendak dilakukan. Atas perhatiannya diucapkan terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kontes SEO Bisnis Online © 2017 Frontier Theme
error: Content is protected !!