Personal Branding Pilkada Gubernur - Bupati dan Walikota

Alasan Pentingnya Personal Branding di Pilkada

Personal branding di era pilkada menjadi sangat penting, terutama bagi kalangan yang dipercayai menjadi tim sukses atau tim pemenangan pasangan yang diberi tugas untuk memasarkan atau mempromosikan calon kepala daerah. Mengapa? Hal ini disebabkan aktivitas brand bisa membawa pasangan calon (paslon) kepala daerah yang diusung dan didukung untuk semakin populer, menghasilkan peningkatan elektabilitas jumlah pemilih, dan bahkan hingga terpilih menjadi kepala daerah (walikota, bupati atau gubernur) untuk periode 5 (lima) tahun mendatang.

 

Untuk itu, kamu selaku tim sukses, tim pemenangan atau tim kampanye, penting untuk mengenal dan memahami apa itu personal branding, bagaimana cara membangunnya dan siapa saja sosok kepala daerah yang telah sukses mengaktivasi branding dirinya sendiri.

 

Pengertian Personal Branding

Personal branding adalah bagaimana cara untuk membangun dan mempromosikan apa yang diperjuangkan sang kandidat kepala daerah melalui visi dan misi. Sebenarnya, ihwal brand activation ini tidak hanya bisa kamu terapkan untuk orang lain melainkan juga untuk diri sendiri. Pasalnya, personal branding merupakan kombinasi unik dari keterampilan dan pengalaman yang menjadikan seseorang sebagai sosok yang sekarang ada dan dilihat banyak orang. Dan personal branding juga bisa menjadi satu faktor pembeda di antara sosok paslon kepala daerah lain yang bertarung di pilkada.

 

Mengapa Penting Personal Branding di Pilkada?

Kamu tentunya telah melihat bahwa di era digital dan pandemi Covid19 ini, tantangan memasarkan dan mempromosikan kandidat walikota/bupati/gubernur tak lagi sama. Sebuah metode memperkenalkan calon pemimpin nomor 1 dan 2 di daerah memerlukan website atau blog yang akan semakin meyakinkan audience. Kehadiran situs atau blog dibuat untuk dapat dipercaya sebagai ‘brand’ pemimpin bagus dan layak. Tak sampai disitu, blog atau website ini juga diisi dengan konten-konten terbaik dan berkualitas, misalnya dengan menyediakan program-program yang bagus dan orientasi mensejahterakan rakyat yang akan dipimpinnya.

 

Sebenarnya urusan personal branding ini juga banyak yang memanfaatkan media sosial (medsos), seperti facebook, instagram dan youtube yang memuat konten (artikel, foto/gambar dan video) dengan nilai-nilai diri yang ada pada pasangan calon kepala daerah di mata para pemilih maupun partai-partai politik agar semakin bersemangat untuk menggerakkan mesinnya dalam memastikan calon yang diusung atau didukung dapat meraih kemenangan dalam pilkada serentak di berbagai daerah.

 

Namun, platform digital yang digunakan (baik blog/website dan media sosial) harus dioptimalkan dengan strategi SEO (Search Engine Optimization) dan strategi SEM (Search Engine Marketing) agar trafik meningkat dan popularitas nama pasangan calon kepala daerah yang diperkenalkan semakin mudah ditemukan, serta bisa menempati posisi paling atas di search engine saat pengguna internet menggunakan kata kunci (keyword) tertentu saat melakukan aktivitas googling.

 

Baca juga: Mengapa Personal Branding Begitu Penting Bagi Setiap Orang?

 

Tentunya, calon pemilih ini akan melihat representasi online calon pemimpinnya sebagai bahan pertimbangan seleksi apakah layak menjadi kandidat bupati/walikota/gubernur ataukah tidak. Calon-calon pemilih mungkin saja akan melakukan riset dan penyaringan tahap awal dengan melihat seluruh isi profil dan kemampuan paslon yang tersebar secara online maupun di kehidupan sehari-hari.

 

Ingat, bahwa kebanyakan calon pemilih tidak mau memilih calon-calon kandidat kepala daerah potensial tanpa memiliki representasi online yang baik. Selain itu, calon pemilih yang belum menentukan pilihannya (swing voter dan pemilih baru atau generasi milenial) akan lebih memilih pasangan calon kepala daerah untuk periode 5 (lima) tahun ke depan karena suatu kehadiran informasi yang kuat dan positif yang dihadirkan secara online.

 

Personal Branding Pilkada Gubernur - Bupati dan Walikota

 

Jadi tak heran, bila calon kepala daerah sebelum resmi diusung partai politik (parpol) telah melakukan serangkaian promosi secara komprehensif termasuk melakukan aktivitas personal branding sejak dini. Pasalnya, bila tidak dimulai dari awal dalam hal mengelola reputasi online dengan sebaik-baiknya, maka kemungkinan besar calon yang diusung dan didukung secara berkala akan kehilangan peluang memenangkan kontestasi politik pemilihan kepala daerah serentak.

 

Ingat, saat ini adalah era digital. Dimana, tantangannya bukan lagi perkara seberapa mampu seseorang calon kepala daerah menguasai suatu bidang pemerintahan, tapi bagaimana setiap kemampuan dan keberahsilan yang dimiliki bisa merepresentasikannya secara global lewat dunia online.

 

Rata-rata orang kini sangat gampang berpindah-pindah sosok calon yang dipilih atau diidolakan. Perubahan haluan ini menunjukkan bagaimana yang bagus menjadi semakin krusial dibanding beberapa calon pemimpin yang ikut bertarung dalam kontestasi pilkada serentak. Bahkan, kalaupun calon yang kamu dukung atau usung sudah sukses menduduki kursi sebagai walikota/bupati/gubernur pada suatu daerah sekalipun ini, eksistensi personal branding menjadi semakin penting untuk dikelola.

 

Baca juga: Tips Membangun Personal Branding Dalam Karier dan Bisnis

 

Berdasarkan catatan saya (silaenseo.com), ada beberapa poin penting yang perlu di garis bawahi dan segera ditindak lanjuti untuk memaksimalkan personal branding untuk memenangkan pilkada:

 

1) Para eksekutif global mengaitkan reputasi calon kepala daerah yang akan memimpin 5 (lima) tahun mendatang memiliki reputasi terbaik dan nyata untuk menahkodai daerah;

2) Adanya reputasi sebagai calon pemimpin orang nomor satu dan dua di kabupaten/kota ataupun provinsi memainkan peranan penting dalam menarik pemilih baru (pemilih millennial atau swing voter) untuk berkontribusi dalam memasarkan atau mempromosikan sang kandidat, dan juga diyakini mempengaruhi motivasi pemilih baru untuk tetap loyal pada calon kepala daerah tersebut;

 

Baca juga: Cara Promosi Blog Internet Marketing Agar Traffic Meningkat

 

Jadi, bagaimana interaksi online dari sang kandidat paslon kepala daerah di pilkada serentak ini berkaitan erat dengan kesuksesan brand dirinya memenangkan pilkada. Lagi pula, tak ada resiko buruk yang harus ditanggung ketika ingin mengusahakan personal branding. Ketika, merasa membangun dan menjalankan strategi ini menjenuhkan, maka harus mengingat kembali bahwa bagaimana dampak positif yang bisa didapat nantinya.

 

Inilah menjadi alasan kuat mengapa, banyak kandidat calon kepala daerah dan tim sukses ataupun tim pemenangan mulai gencar melakukan personal brand activation di setiap pilkada serentak. Bahkan, tak jarang pula mencari jasa personal branding agency ataupun jasa digital marketing terkenal untuk membantu mengoptimalkan kegiatan brand activation secara baik di media online.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *