Personal Bobby A Nasution

Analisa Digital Personal Branding Bobby Nasution

Personal branding Muhammad Bobby Afif Nasution sebagai calon Walikota di Pilkada Medan 2020, menarik untuk dianalisa. Diawali saat pertemuan dengan Ketua Umum (Ketum) Partai Gerindra Prabowo Subianto yang berlangsung di Kertanegara IV, Jakarta. Sontak hal ini menjadi hangat diberitakan media massa cetak maupun online. Tidak ketinggalan warga Medan juga menyambut hangat, seandainya nama Bobby A Nasution diusung untuk ikut dalam pilkada Walikota 9 Desember mendatang. Branding nama Bobby Nasution sebagai salah satu calon Walikota Medan mulai gempar di media online.

 

Bila dianalisa lebih jauh, sebenarnya ada beberapa kemenangan brand awareness Bobby Afif Nasution di dunia digital. Salah satu terbangun sejak dia menjadi suami dari anak kedua Jokowi, Kahiyang Ayu (menantu kedua Presiden RI Joko Widodo) tanggal Rabu, 8 November 2017 lalu. Nah, jejak dan rekaman digital Bobby mulai ramai bertebaran yang dibuat oleh adanya pemberitaan dan framing media online, baik lokal maupun luar negeri.

 

Bila menelisik, sosok diri Muhammad Bobby Afif Nasution sebelumnya tidak lah populer di Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), meski dirinya lahir di Kota Medan (5 Juli 1991) dan juga merupakan raja generasi ke-7 dari keturunan Raja Gunung Baringin Nasution Penyabungan Timur Mandailing Natal. Wajar saja, sebab masa kecil Bobby Nst dihabiskan di Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Di sana, Bobby A Nst menyelesaikan pendidikan di SD Muhammadiyah pada 2003.

 

Kemudian usai lulus SD, dia pindah ke Bandar Lampung. Di provinsi ini, ia juga menyelesaikan pendidikan menengah hingga atasnya (SMP dan SMA) di kota yang terkenal dengan kota gajah tersebut. Setelah lulus SMA, dia kemudian melanjutkan studi S1 di Institut Pertanian Bogor (IPB), Jawa Barat di Departemen Agribisnis, Fakultas Ekonomi dan Manajemen.

 

Terkait dirinya sudah digadang-gadang sebagai salah satu calon walikota Medan periode 2020-2025, selanjutnya dengan modal sebagai menantu Presiden RI dan berlatar belakang pengusaha muda. Figur dirinya sebagai perwakilan millennial Anak Medan yang bukan kader partai politik (parpol) tertentu, mulai bergerak cepat dengan menjalin silaturahmi ke berbagai partai politik, organisasi masyarakat dan kepemudaan, serta melakukan aksi sosial kemasyarakatan.

 

Baca juga: Menilik Personal Branding di Pilkada Medan

 

Akibat safari politik diatas, media massa hampir tiap hari menerbitkan berita ‘politik branding’ terkait dengan sepak terjang Bobby Nasution ikut menuju pesta demokrasi pemilihan kepala daerah Kota Medan 9 Desember 2020. Akibat adanya framing media massa terkait dengan berita-berita politik Kota Medan, popularitas nama Bobby Nasution selaku kontestan calon walikota Medan menuai sejumlah sinyalemen kuat atas dukungan positif secara lisan oleh petinggi parpol maupun dari warga Medan terutama di lintas media sosial (medsos).

 

Tak disangka, kepopuleran Bobby Nst dilihat dari jejak digital pemberitaan media massa online, semakin mengangkat namanya di beberapa survei calon walikota Medan dan penelitian atas sosok yang namanya layak diusung sebagai calon Walikota Medan, meski KPU Kota Medan secara resmi baru membuka tahapan pendaftaran calon walikota pada tanggal 4-6 September 2020. Jadilah Bobby Nst sebagai salah satu politikus milenial yang menjadi sorotan nasional dan sangat viral di internet seperti saat ini. Pasalnya, Bobby A Nasution sebagai menantu presiden ikut meramaikan bursa merebut orang nomor satu di Kota Medan.

 

Branding Personal Bobby Sinyal Kuat BK-1

Muhammad Bobby Afif Nasution terus digadang-gadang di pilkada walikota (Pilwali) Medan 2020 mendatang. Seolah gayung bersambut, dia pun mulai terlihat nge-branding dirinya secara masif terutama melalui safari politik. Spanduk dan baliho berisi dukungan masyarakat untuk ia maju sebagai calon Walikota Medan mulai bertebaran di Medan. Tidak hanya itu Bobby Nasution, juga terus menjalin hubungan dan kunjungan silaturahminya dengan tokoh-tokoh di Medan. Salah satunya berkunjung ke rumah Afifuddin Lubis, Mantan Pj Walikota Medan pada Minggu (7/6) lalu. Afifuddin Lubis dikenal sebagai tokoh di berbagai kalangan, mulai pemerintahan hingga agama yang aktif di NU.

 

Selain kunjungan yang bersifat politik, Bobby A Nasution juga melakukan kunjungan sosial dengan mengunjungi Khadijah, seorang nenek berusia 60 tahun yang tinggal di Jalan Brigjen Katamso, Gang Pelita II, Kota Medan yang hidup seorang diri dan mengidap penyakit filariasis limfatik atau elephantiasis (sering disebut kaki gajah). Pada kunjungan sosial itu, Bobby juga memberikan bantuan berupa tongkat sekaligus kursi lipat.

 

Personal Bobby A Nasution

 

Selain menemui Nek Khadijah, warga Jalan Brigjen Katamso, Gang Pelita II yang dikunjungi oleh Bobby adalah Nurhalimah Boru Tambunan (65) yang mendapat bantuan kasur lipat. Selain memberikan bantuan barang, di saat yang sama kepada keduanya Bobby juga menyerahkan tali asih.

 

Aksi sosial Bobby A Nas yang lain adalah membagikan nasi kotak untuk para driver ojek online (ojol) di Medan, Kamis (16/4) lalu. Tujuan dilakukan aksi sosial ini untuk membantu para ojol driver yang tetap bekerja di tengah pandemi virus Corona alias Covid19.

 

Untuk aksi ini, Bobby Afif Nst tak sungkan turun langsung membagikan nasi kotak kepada ojek online driver yang melintas dan mangkal di seputaran Jalan S Parman, Medan. Meski jumlahnya tak seberapa, harapan Bobby, semoga pembagian nasi kotak tersebut bisa meringankan beban para ojol.

 

Baca juga: Alasan Pentingnya Personal Branding di Pilkada

 

Langkah yang dilakukan Bobby Nas diatas adalah sebagai bagian dari komunikasi politik yang cukup berhasil dan mendapat banyak apresiasi dari tokoh-tokoh penting (lokal maupun nasional) dan warga Medan sekitarnya maupun insan pers. Sehingga elektabelnya terus melejit dan proses untuk terus menambah basis suara dan dukungan kepada dirinya otomatis berlanjut.

 

Menariknya, insan pers pun terus meliput, yang mana hal ini tanpa sadar turut membesarkannya menjadi sebuah digital personal branding dan jadi strategi ampuh untuk menghimpun pemilih dan mendapatkan dukungan secara ikhlas dari masyarakat. Bagaimana program-program Bobby yang dikomunikasikan melalui media digital berhasil mempengaruhi target, bahkan kepada pemilih yang bukan netizen. Strategi ini merupakan kampanye online yang secara tak langsung telah berhasil dilakukan oleh Bobby, serta berjalan efektif karena berhasil menggarap target market yang pas melalui framing media online yang notabene bisa dikatakan sebagai iklan.

 

Tak ayal berbagai dukungan terhadap dirinya bermunculan, salah satunya dari ‘Komunitas Tionghoa Satu Hati Siap Menangkan Bobby Jadi Wali Kota Medan’ yang terdiri dari tokoh masyarakat Tionghoa dan penasihat ‘Satu Hati’, seperti Cong Poh Bun dan Akuang Purba, serta dari Ketua Umum ‘Satu Hati’ Sumut Bapak Sartjipto King yang siap bekerja dan berkomitmen untuk mensosialisasikan Bobby Nasution sebagai calon walikota terlayak untuk Medan. Nah, komunitas ini nantinya bergerak door to door ke rumah warga dan bertindak sebagai penyambung lidah untuk menyampaikan visi-misi bang Bobby Nasution kepada masyarakat.

 

Walaupun masyarakat Kota Medan terdiri dari beragam segmentasi, namun Bobby atau tim (ahli marketing dan pakar branding)-nya telah mampu memetakan segmentasi tersebut dengan tepat dan cepat sesuai dengan masing-masing segmen. Online media sebagai media komunikasi lintas batas kepada segmen anak muda dan generasi milenial mempunyai peran cukup besar sebagai influencer. Intinya memaksimalkan integrasi platform yang sudah dilakukan, antara website, blog (bobbynasution[.]id), media sosial, online news, portal dan mobile application dengan suguhan content yang menarik dan isu berita hangat di antara target market adalah bagian dari personal branding yang sukses dilakukan oleh Bobby.

 

Langkah Bobby yang membuat blog bobbynasution[.]id dan dukungan blog lain dari komunitas relawan Bobby Nasution dengan url https://www[.]kolaborasimedanberkah[.]id/ yang bermarkas di Jalan Cik Ditiro Medan adalah sangat tepat sebagai media siar digital untuk menjaring dukungan dari generasi milenial (usia 18-30 tahun). Kok bisa? Karena, pada situasi kondisi pandemi Covid-19 ini juga menjawab kecenderungan terjadi perubahan perilaku komunikasi yang secara masif dengan para pengguna internet dengan menggunakan blog dalam mengakses informasinya.

 

Blog dapat dijadikan sebagai media penyampaian aktivitas pribadi maupun opini lain terkait dengan agenda politik di pilkada 2020 maupun aksi sosial kemasyarakatan. Tak hanya nge-blog, Bobby juga aktif menggunakan media sosial (medsos) sebagai salah satu wadah untuk mengakses informasi tentang dirinya, seperti via instagram @bobbynst.

 

Nah, pemanfaatan blog dan juga media sosial, merupakan sebuah aksi yang dilandasi oleh adanya budaya baru pada lingkungan budaya (cultural environment) era milenial berupa kebiasaan menggunakan internet dan media sosial (trend menggunakan media instagram) setiap hari. Tentunya, personal branding yang dilakukan oleh Bobby via instagram juga sebagai strategi political branding yang cukup efektif untuk bisa mengambil hati masyarakat seperti yang terlihat sekarang ini.

 

Baca juga: Mengapa Personal Branding Begitu Penting Bagi Setiap Orang?

 

Branding politik di pilkada Medan, sepanjang pengamatan saya (silaenseo.com), meski belum memasuki tahapan kampanye, namun kandidat calon kepala daerah pasti selalu berusaha untuk menarik dukungan sebesar-besarnya dari masyarakat agar nanti dapat memenangkan kompetisi pilkada. Dalam memenangkan pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) ini, pada umumnya kandidat membutuhkan strategi pemasaran politik dan juga personal branding yang tepat dan terintegrasi dengan digital channel.

 

Pemasaran politik merupakan strategi yang memiliki peran identik dengan aktivitas pemasaran umum yang dipakai dalam dunia bisnis, seperti lobi dan dukungan pihak lain. Sedangkan, personal branding merupakan strategi yang digunakan untuk membentuk citra diri sang kandidat yang kuat supaya dapat diterima oleh target pemilihnya.

 

Personal brand Bobby Nasution telah mampu menciptakan sebuah respon emosional terhadap orang lain (warga Medan) mengenai kualitas dan nilai yang dimilikinya. Semuanya tak lepas dari proses yang melibatkan kemampuan, personalitas, dan karakter unik yang terkemas ke dalam sebuah identitas yang kuat untuk mengangkat namanya sebagai salah satu kompetitor terkuat dan sangat diperhitungkan di pilkada Medan 2020.

 

Adanya kekuatan personal branding Bobby saat ini menjadi kekuatan baru dalam sebuah strategi pemasaran politik melalui saluran kampanye politik yang siap digunakan pada masa kampanye nanti. Skill, kepribadian, dan karakteristik unik yang dimiliki Bobby A Nasution telah terbungkus menjadi sebuah ‘iklan’ identitas yang siap dipresentasikan dan memiliki kekuatan lebih dibandingkan kompetitor lain.

 

Baca juga: Tips Membangun Personal Branding Dalam Karier dan Bisnis

 

Kepopuleran nama Bobby juga muncul sangat signifikan di mesin pencarian google dengan cara mengetik ‘Calon Walikota Medan’ atau ‘Pilkada Medan’. Berarti, nama Bobby jauh lebih populer di mesin pencarian google daripada sebelumnya akibat adanya berita-berita yang ditulis media online maupun status-status yang dibuat di pengguna internet melalui media sosial.

 

Semua terjadi akibat adanya rasa ingin tahu dari para pengguna mesin pencarian google atau pengguna medsos, sehingga nama Bobby mencuat sangat populer di internet/dunia maya. Indikator adanya tingkat popularitas melalui aktivitas personal branding dapat menjadi sinyal kuat dan modal utama bagi Bobby Afif Nst untuk mencapai elektabilitas atau tingkat keterpilihan dan ketertarikan pemilih untuk mengantarkannya menuju kursi BK-1 di ajang pilkada Medan 9 Desember 2020 nanti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *