Kedai Kopi Survive

Cara Agar Kedai Kopi Tetap Survive

Saat ini kedai kopi (cafe, warung/warkop atau coffee shop) banyak bertebaran, mulai dari kota hingga ke desa. Banyak cara maupun taktik atas berbagai saluran pemasaran (apakah offline dan/atau online) yang digunakan para pengusaha dan entrepreneur agar kedai kopi nya ramai pengunjung (sebut pembeli) atau bisa maju.

 

Salah satu alasan kuat hingga para pelaku usaha menggeluti usaha ini, karena sebagian besar penduduk Indonesia adalah penikmat kopi dan sangat suka kumpul-kumpul (nongkrong), misalnya di akhir pekan bersama dengan teman, kolega atau keluarga. Karena itu tetap jadi salah satu bisnis cuan meski ketat persaingannya.

 

Kunci agar kedai kopi bisa sukses terletak pada cara menciptakan racikan kopi dengan rasa yang tepat dibarengi dengan suasana tempat yang nyaman dan pelayanan terbaik yang diberikan terhadap pelanggan. Mengapa? Karena, penikmat kopi adalah berasal dari berbagai kalangan. Tidak hanya dari masyarakat kelas bawah dan menengah, melainkan masyarakat kelas atas sering juga datang hangout ke kedai kopi pinggiran untuk sekedar menikmati secangkir kopi di kedai kopi tersebut. Saya (silaenseo.com) dapat memastikan karena alasan diatas, yaitu racikan, tempat dan pelayanan.

 

Kedai Kopi Survive

 

Jadi, wajar bila usaha kedai kopi kian membumi dan mengikuti tren pasar yang dinamis. Artinya, kedai kopi harus mengikuti jaman dan teknologi agar tetap survive meski di masa pandemi seperti sekarang ini. Itulah sebabnya konsep kedai kopi kekinian makin mudah dijumpai, tujuannya untuk memenuhi lifestyle para anak muda milenial yang dikenal generasi Y.

 

Baca juga: Teknik Pemasaran Warung Kopi di Medan

 

Nah bicara untuk bisa survive dalam bisnis ini, para pemilik kedai kopi harus maksimal mencari cara agar dapat membuat bisnisnya terus laku dan diminati berbagai kalangan. Dalam catatan silaenseo.com, ada beberapa cara yang wajib dilakukan agar bisnis kedai kopi bisa sukses dan punya konsep kekinian yang seturut pada penggunaan teknologi digital ala bisnis 4.0.

 

1) Mengikuti Tren

Tidak hanya kedai kopi yang harus mengikuti tren, si pemilik juga harus lah kekinian. Nah dengan si pemilik ikut terjun mengikuti perkembangan zaman, maka akan tahu dalam hal apa yang tengah jadi topik hangat di masyarakat. Untuk itu si pemilik kedai kopi harus mencoba cari tahu tentang minat konsumen, era, gaya, dan perkembangan zaman. Bila perlu melakukan riset atau survei agar mendapat data yang lebih akurat.

 

Setelah selesai mempelajari dan tahu tren di masyarakat, kemudian diaplikasikan untuk mengembangkan bisnis. Bisa berupa desain ruangan atau suasana kedai kopi yang kekinian. Misal menata sebagian ruangan dengan menggunakan konsep lesehan atau dinding di cat dengan lukisan pemandangan yang indah, dan sebagainya.

 

Telisik juga: Ide Mempromosikan Bisnis Coffee Shop Agar Ramai Pengunjung

 

2) Karyawan Adalah Sahabat

Konsep bisnis modern ala industri 4.0 telah menjadikan karyawan sebagai seorang sahabat dan merupakan aset penting, selain teknik marketing yang digunakan. Meski kamu menjadi pemilik kedai, suasana atmosfer dalam bekerja yang santai bisa membantu menciptakan bisnis menjadi lebih sukses. Percaya atau tidak, dengan adanya hubungan yang harmonis antar pemilik dan karyawan, mampu memotivasi si karyawan untuk bekerja lebih giat dan menganggap kedai tersebut adalah sumber rezekinya.

 

Selain itu, dengan atmosfer kerja yang lebih fleksibel maka bisa secara otomatis membentuk ‘sense of belonging‘ para karyawan. Dimana, akan membuat karyawan merasa memiliki sehingga menumbuhkan rasa peduli dan atau menganggap kedai adalah bagian dari dirinya sendiri, maka mereka akan bekerja sepenuh hati dan lebih bertanggung jawab.

 

3) Berikan Pelayanan dan Kualitas

Seorang konsumen pasti akan mempunyai ingatan yang baik dengan pelayanan yang diberikan dan dirasakannya. Apalagi jika pelayanan itu menimbulkan kesan yang baik, maka konsumen akan merasa lebih nyaman dan bila ada waktu akan datang sesering mungkin. Tidak ketinggalan pemberian kualitas kuliner yang disajikan pun harus membuat konsumen puas. Baik itu cita rasa racikan kopi, makanan, minuman, desain ruangan, cepat atau tidaknya pelayanan yang diberikan, dan keramahan pramusaji dan barista atau pekerja lainnya termasuk tukang parkir.

 

Telaah juga: Perluas Pemasaran Kuliner, Gabung Saja ke Merchant Ojol

 

Jika ingin memiliki pelayanan dan kualitas yang bagus selalu diingat, harus ada kerja tim yang solid di seluruh area kedai. Salah satu solusinya adalah memperlakukan karyawan sebagai sahabat begitu juga sesama karyawan, sehingga membentuk satu keluarga besar yang diikat sama-sama bekerja di kedai kopi tersebut.

 

4) Memberikan Contoh yang Baik

Walaupun berstatus sebagai pemilik atau pun karyawan/pekerja, bukan berarti bisa berlaku bossy dan atau hal seenaknya kepada yang lain. Sebaliknya, memberikan contoh yang baik selaku sesama tim akan lebih memotivasi untuk bekerja dengan baik. Meski pemilik, kamu harus tak segan-segan untuk turun tangan secara langsung dan atau terlibat untuk bekerja sama apalagi saat pengunjung ramai.

 

5) Rapat dan Evaluasi

Untuk bisa survive dan berkembang, perlu dilakukan evaluasi dan hal ini bisa meminta masukan dan saran dari karyawan. Artinya, perlu dilakukan rapat, meski skala kecil. Pentingnya mendengar masukan dari karyawan karena mereka lebih sering berhubungan langsung dengan pelanggan. Mungkin mereka pernah mendapat complaint, apakah atas menu makanan, minuman atau racikan kopi atau pun ada hal lainnya.

 

Tentu dari keterangan atau penjelasan karyawan ini dapat diambil satu kebijakan untuk menjalankan strategi baru, seperti menambah menu atau melakukan maintenance pada beberapa fasilitas tertentu di kedai kopi. Dengan begitu keluhan pelanggan semakin kecil. Rapat ini bisa dilakukan, misalnya sekali sebulan atau bersifat situasional.

 

Semoga dengan menjalankan tips diatas dapat membuat bisnis kedai kopi (warkop, kafe, warung dan coffee shop) bisa survive dan sukses khusus di masa pandemi ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *