Content Marketing Ranking Satu

Cara Membuat Konten Pemasaran Ranking Pertama di Google

Strategi pemasaran yang dibuat dalam iklan produk diharapkan para marketer mendapat ranking paling atas di Google, bahkan jadi ranking pertama. Mengapa targetnya adalah halaman satu google? Karena, mendapat ranking bagus di mesin penelusur Google merupakan penentu kesuksesan bisnis kamu secara online.

 

Sebenarnya target ranking satu atau halaman satu (page one) google adalah tidak hanya dambaan marketer, melainkan juga blogger perseorangan atau mengelola suatu perusahaan. Intinya, siapapun itu sepanjang memiliki website atau blog pribadi perlu mencapai target tersebut demi keberhasilan pengembangan website khususnya mendapatkan traffic yang tinggi.

 

Bukan rahasia umum, pegiat dunia blogging pasti tahu pentingnya SEO dan sangat terobsesi menaikkan page rank website mereka di Google. Semua sibuk mencari cara terbaik dan strategi tercepat untuk meraihnya agar perkembangan perusahaan bisnis (produk atau jasa) dan atau traffic website sangat cepat.

 

Berdasarkan pengalaman mengelola blog silaenseo.com, konten (artikel dan gambar) yang berhasil berada di posisi halaman pertama hasil pencarian Google mendapat 90% website traffic, sedangkan halaman dua dan seterusnya hanya menerima 10% traffic website. Fakta dan data ini memberikan gambaran, saat artikel termasuk produk berada di halaman utama Google, maka website atau blog memiliki peluang besar dikunjungi, ditinjau untuk selanjutnya terjadi transaksi disana.

 

Baca juga: 10 Cara Menjual Rumah Dengan Trik Internet Marketing

 

Jujur, saya (silaenseo.com) saja malas mengklik hingga halaman selanjutnya untuk mengakses informasi atau cari produk, karena informasi yang tersaji di halaman pertama sudah sangat relevan menjawab apa yang sedang dicari atau dibutuhkan. Jadi, untuk apalagi mengklik halaman selanjutnya karena membuang waktu.

 

Tapi, sebuah konten pemasaran bisa masuk halaman pertama bahkan posisi ranking satu adalah tak mudah dan hasilnya tak bisa dalam waktu singkat. Seandainya ada cara instan dan aman, saya selaku pengiat SEO buat pemasaran online tentu akan membagikannya.

 

Memang benar, ada beberapa panduan SEO tapi tetap harus dilakukan tahap demi tahap, dan belum tahu kapan waktu untuk merasakan hasilnya. Pokoknya, upaya SEO harus terus dilakukan agar dapat peluang besar berada di puncak Search Engine Results Page (SERP).

 

Prosedur untuk Mendapat Ranking Satu di Google

 

1) Memahami Algoritma SERP

Google terus progresif memperbaiki algoritma penentu pagerank agar menghasilkan pencarian yang lebih sempurna tingkat relevansinya. Berdasarkan informasi yang ada, setidaknya Menurut sebuah data yang ada, setidaknya 500-600 pembaruan dilakukan oleh Google tiap tahunnya.

 

Content Marketing Ranking Satu

 

Algoritma inilah yang menentukan apakah website dan atau satu produk konten layak direkomendasikan Google di halaman pertama. Dengan kata lain, algoritma ini adalah kunci utama yang menentukan nasib website atau blog. Maka kamu perlu memahami bagaimana mekanisme sistem ini bekerja dan apa dampaknya pada konten pemasaran.

 

Setiap Google melakukan perubahan algoritma, selalu menginformasikan pembaruan apa yang sedang dilakukan. Meski tidak memperinci tentang bagaimana cara algoritma baru ini bekerja, tapi sudah dapat dijadikan satu rujukan awal yang masih jadi misteri diterapkan ke dalam SEO. Artinya, hasilnya harus kamu uji sendiri meski hasilnya entah kapan baru bisa dirasakan.

 

Ingat, sekitar 40% hambatan mengoptimasi datang dari faktor perubahan algoritma ini. Jadi, kamu jangan salah menganalisa dan atau mengaplikasikan informasi yang disampaikan google melalui tutorialnya. Karena tak ada yang tahu pasti bagaimana cara instan menuju puncak halaman pencarian. Tugas marketer wajib memantau pembaruan algoritma Google agar cepat menyesuaikan strategi-strategi digital marketing yang akan dijalankan selanjutnya.

 

Telisik juga: Cara Menjadi Ahli SEO Sekaligus Pakar Internet Marketing

 

2) Evaluasi Page Rank Konten Kamu

Agar peringkat website di SERP tetap kamu pantau. Tujuannya agar mengetahui sudah sejauh mana progress optimasi yang dilakukan terhadap konten pemasaran, website atau blog siapa saja yang progresif menggeser posisi konten kamu, perlu tidaknya menambah jumlah post, dan sebagainya.

 

Evaluasi diatas bisa dilakukan dengan bantuan tool, terlebih bila menambah jumlah post dengan menargetkan kata kunci (keyword) yang spesifik dalam konten. Misalnya menggunakan google keyword planner.

 

Bila menggunakan tool tersebut, maka akan ditampilkan peringkat website pada SERP, halaman pertama di situs kamu yang muncul di pencarian terkait topik, jumlah rata-rata pencarian yang terkait konten, biaya per klik terhadap keyword bila menggunakan Google product yang berbayar seperti AdWords. Hal ini merupakan bagian penting yang menjadi faktor untuk mendapatkan ranking bagus di SERP.

 

Selain itu, kecepatan loading page juga harus terus dievaluasi agar semakin bagus untuk di kesempatan pertama mendapat conversion rate dengan tampilan utuh. Apalagi kebiasaan tiap orang selalu tidak sabar menunggu page yang mereka buka, loadingnya lama. Intinya, visitor tak mau membuang-buang waktu untuk page yang tak cepat memberi solusi. Mereka akan langsung keluar dari website kamu dan menuju ke website lain yang disarankan oleh Google. Inilah yang disebut dengan bounce rate.

 

Bounce rate adalah persentase pengunjung yang langsung meninggalkan website atau blog kamu setelah membuka satu halaman saja tanpa melakukan tindakan apa pun. Keberadaan bounce rate ini dihitung berdasarkan pembagian kunjungan halaman tunggal (single page visit) terhadap semua traffic yang masuk. Misalnya, website kamu mendapatkan trafik 600 dan 300 di antaranya adalah kunjungan halaman tunggal maka bounce rate adalah 50%. Nah, semakin tinggi persentase bounce rate menjadi indikator ada yang salah dengan strategi SEO kamu.

 

Bounce rate yang tinggi mengindikasikan: a) kualitas konten di halaman tersebut terlalu buruk sehingga pengunjung tidak tertarik untuk mengeksplorasi konten-konten lainnya; b) konten tidak sesuai dengan maksud (intent) pengunjung sehingga mereka mencari konten dari website lain yang sesuai dengan keinginannya. Jadi, seberapa besar usaha SEO melalui penerapan meta description atau title tag, begitu page dalam hitungan detik langsung ditinggalkan pengunjung maka tidak ada artinya.

 

Nah, untuk mengetahui kecepatan loading page, kamu bisa menggunakan Google PageSpeed Insights, WebPageTest dan atau Pingdom Website Speed Test. Tools ini sangat mudah digunakan, dimana kamu tinggal memasukkan domain pada kolom yang tersedia dan langsung akan mendapatkan result page. Jika result page menunjukkan kecepatan loading buruk, maka segera perbaiki salah satunya bisa dengan berganti hosting pada server yang terkenal cepat dan aman.

 

Baca juga: Cara Mengembangkan Strategi Pemasaran Buat Bisnis

 

3) Prioritas Terhadap Organic Traffic

Organic traffic merupakan pengunjung yang menemukan situs atau content marketing kamu setelah menggunakan mesin penelusur Google. Pengunjung ini tidak datang berdasarkan rujukan dari situs lain. Cara termudah dan terbaik untuk meningkatkan traffic organic ini adalah dengan menerbitkan konten-konten (artikel, foto atau video) berkualitas pada blog secara teratur dan berkelanjutan.

 

Bicara tentang konten berkualitas, tentu ada persyaratan yang harus dipenuhi, yakni:

 

*) Memiliki relevansi

Konten yang kamu buat harus memiliki relevansi tulisan dengan topik atau niche yang dibahas. Hal ini berkaitan dengan niche market atau produk seperti apa yang ingin kamu dijangkau. Selain itu, harus memiliki kata kunci (keyword) yang tepat dengan niche market, sehingga konten bisa tepat sasaran dan mengundang banyak visitors.

 

*) Tampilan tulisan

Tak hanya tampilan website atau blog saja yang penting, penampilan tulisan juga menjadi salah satu indikator penting. Untuk itu, penting bagi kamu untuk mempertimbangkan jenis, ukuran dan warna font yang tepat agar tidak membuat pembaca merasa terganggu dan keluar dari page. Jadi, buatlah desain interface yang menarik tapi tidak rumit atau terlalu ramai.

 

*) Tambahkan konten visual

Konten multimedia dapat membuat pengunjung merasa tertarik untuk membaca konten kamu hingga habis. Sangat penting untuk menambahkan grafik, gambar, dan mungkin video pada konten-konten pemasaran yang kamu buat. Kebanyakan pembaca akan merasa jenuh ketika membaca artikel yang panjang, apalagi kota kata yang digunakan terlalu kaku.

 

Telaah juga: Belajar Pemasaran Online Bersama SilaenSeo

 

4) Website Support Mobile Friendly

Saat ini jumlah pengguna smartphone meningkat tajam, apalagi bila dianalisa melalui google search console maka lebih dari 65% jumlah pencarian di Google adalah berasal dari mobile device. Untuk itu, website support mobile friendly akan berpeluang besar berada di peringkat atas SERP.

 

Untuk memastikan apakah website mobile friendly, kamu bisa menggunakan Google’s Mobile Friendly Test. Tinggal memasukkan alamat website di dalam kolom pencarian, maka kamu dapat langsung melihat hasilnya. Jika website atau blog kamu tidak mobile friendly, maka sangat disarankan untuk segera diperbaiki dengan mengganti themes atau menggunakan mobile plugin seperti Wptouch di CMS WordPress.

 

5) Link Building dengan Baik

Kink yang harus kamu bangun di website atau blog adalah internal link dan external link. Internal link merupakan link yang menuju ke halaman dari dalam website kamu sendiri. Sedangkan external link merupakan link yang menuju halaman dari website lain.

 

Mengenai link ini tidak ada acuan, tapi minimal tiga jumlah internal atau external link yang kamu tautkan ke teks yang ada pada konten dan semuanya harus relevan. Semakin banyak, akan semakin baik. Mengapa? Karena, hal ini dapat membantu Google untuk mengetahui bahwa konten yang dipublikasikan tersebut sangat komprehensif. Selain itu, keterkaitan internal link, memberikan indikasi kuat pada peningkatan domain authority kamu di hadapan google.

 

Baca juga: Teknik SEO Marketing Untuk Nama dan Jenis Produk

 

Link building biasanya dijadikan para marketer sebagai target keyword melalui penggunaan anchor text. Tapi akan lebih baik lagi dengan cara kombinasi menggunakan generic keyword. Contohnya, primary keyword kamu adalah ‘Properti Medan‘, maka buatlah link yang natural seperti kalimat ‘Online Marketing untuk Properti Medan‘.

 

Selain itu, konten-konten yang merupakan ‘toxic link‘ harus dibuang. Toxic link maksudnya adalah link-link yang buruk bagi website atau blog kamu. Artinya, bahwa link tersebut adalah: a) link yang tidak natural; b) link yang menipu pengunjung; c) link yang terkait dengan page tidak relevan atau berkualitas buruk.

 

Jadi, kamu harus mengidentifikasi tautan berkualitas rendah atau tidak sehat yang terdapat di dalam website, dengan cara memperhatikan hal-hal: a) terkait dengan situs PR-n atau PR0; b) kebanyakan merupakan sitewide links; c) terkait dengan situs yang memiliki website traffic yang rendah; d) terkait dengan alamat IP yang sama; e) terkait dengan halaman website yang memiliki banyak external link.

 

Bila kamu menemukan tautan berisi spam atau berupa toxic link yang mengarah ke web page, maka tautannya yang harus kamu hapus. Artinya, bukan post atau kontennya yang dihapus melainkan link-link yang ada perlu dibuang dari konten tersebut.

 

Saya (silaenseo.com) berharap setelah kamu membaca artikel ini, bisa bermanfaat untuk memandu proses agar website dan atau konten pemasaran kamu bisa mencapai posisi pertama di mesin penelusur Google. Usaha yang disampaikan ini adalah proses yang berhubungan erat dengan SEO yang selalu dituntut kreatif mengelola website dan atau blog. Salam sukses.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *