Strategi inDriver

Inilah Strategi Pemasaran inDriver Menggebrak Pasar Indonesia

inDriver merupakan salah satu aplikator transportasi online yang sedang gencar memperluas wilayah operasional dan menggenjot pemasaran bisnis nya di berbagai kabupaten/kota Indonesia. Sebut saja kota Medan, dimana in-Driver sudah lebih setahun onbid melayani pelanggan di kota ini.

 

Sebagaimana diketahui, inDriver merupakan suatu aplikasi jaringan transportasi yang berkantor pusat di Mountain View, California, US, dimana dengan aplikasi inDriver para penumpang bisa melakukan tawar menawar biaya perjalanan per trip.

 

Pada perkembangannya, inDriver sudah memiliki pengguna kurang lebih 47 juta pendownload untuk seluruh dunia yang tersebar hingga di Eropa Timur dan Amerika Selatan. Aplikasi ini sudah digunakan di lebih 31 negara dan 300 kota utama di dunia.

 

Saat ini, inDriver mencoba menggebrak pasar Asia, khususnya Asia Tenggara yaitu Indonesia. Alasan inDriver masuk memasarkan bisnis, produk atau jasanya di Indonesia disebabkan merupakan salah negara dengan jumlah penduduk cukup terbesar di dunia dan memiliki tingkat keberagaman yang tinggi.

 

Strategi inDriver

 

Selain itu, inDriver hadir dengan memberikan tawaran yang memungkinkan para penumpangnya untuk menentukan besaran tarif yang akan mereka bayar ke driver. Sampai hari ini, aplikasi ini sudah berjalan baik di berbagai kota besar di Indonesia. Dimana, animo masyarakat (mitra driver dan atau pelanggan) terhadap aplikasi ini sangat besar.

 

Lihat saja, dalam waktu singkat, sudah ada puluhan ribu driver yang mendaftar dengan persen jumlah perjalanan yang yang sangat tinggi. Ini merupakan prestasi besar dalam hal mendapatkan pasar yang tepat di Indonesia karena pasarnya inDriver berbeda di setiap negara.

 

Untuk mendapatkan aplikasi (apk) inDriver ini bisa didapatkan di Google play dan App store. Baik yang ingin jadi driver maupun penumpang tetap menggunakan satu aplikasi yang sama. Selain itu, teknologi transportasi online yang digunakan pada apk inDriver bisa membantu pengemudi untuk menemukan penumpang.

 

Di inDriver, semua sistem pembayaran dilakukan secara tunai meski penumpang melakukan tawar menawar untuk biaya perjalanannya. Ketika ada permintaan dari penumpang, penumpang akan menentukan harga penawaran, tinggal driver yang bersangkutan mempertimbangkan tentang kecocokan harga di trip tersebut apakah sudah manusiawi.

 

Meski sistemnya bisa tawar menawar, tentu ada harga standar per kilometer. Setelah itu, akan masuk ke menu permintaan, dimana driver yang melihat penawaran tersebut bisa langsung melakukan penawaran ke penumpang. Penumpang juga dapat memilih driver mana yang menjemputnya sesuai dari faktor-faktor yang dia inginkan seperti mobil, jarak, harga, bahkan dari foto sang driver.

 

Baca juga: Strategi Pemasaran Bisnis Ojek Online

 

Penting diketahui, bahwa order penumpang yang menggunakan aplikasi inDriver adalah tidak langsung kepada pengemudi (bukan autobid). Jadi, setiap driver bisa mendapatkan semua permintaan di daerah tempat dia berada. Satu order dari pelanggan, bisa didapatkan oleh tujuh driver dan yang dipilih pelanggan itulah yang jadi.

 

Mengenai harga tak perlu kuatir, karena standar per kilometer sesuai dengan harga yang telah ditentukan pemerintah. Sedangkan, untuk jarak pengambilan order dari penumpang tergantung jumlah driver yang tersedia di daerah tersebut. Serta, hal pengantarannya tidak ada jarak maksimal.

 

Khusus bagi kamu yang punya niat menjadi inDriver driver, mobil yang bisa digunakan adalah mobil di atas tahun 2010, layak pakai, dan pajak masih berlaku. inDriver juga bisa digunakan oleh taksi yang terdaftar pada aplikator transportasi online atau perusahaan taksi lain. Pertimbangannya, karena ini bukan akun driver transportasi online, melainkan akun driver di sebuah perusahaan teknologi. Sekali pun kamu sudah mendaftar, tetap bisa menjadi driver di mana saja. Tapi syarat untuk menjadi driver di inDriver harus punya e-KTP, STNK dan pajak kendaraan masih berlaku, SKCK, SIM harus aktif.

 

Jadi, silaenseo.com melihat bahwa keberadaan aplikasi ini hanya untuk memudahkan transportasi online ataupun konvensional menemukan penumpang, dan hingga saat ini tidak ada pemotongan dari uang yang dihasilkan driver. Hal ini wajar mengingat masih mulai bekerja dan sebagai satu strategi membayar pasarnya. Mungkin kedepan akan ada pemotongan dan di sistem akan mendepositkan.

 

Bicara faktor keamanan, tentu pihak aplikator dari perusahaan inDriver melakukan upaya preventif dengan mengharuskan semua driver nya mempunyai SKCK dan tidak punya cacatan kriminal. Untuk para pengguna agar perjalanan terasa lebih aman dan nyaman, di aplikasi ada menu dapat berbagi lokasi GPS dan detail perjalanan secara langsung dengan orang yang mereka percaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *