SEO Travel Blog

Menelisik SEO Spesialis Buat Travel Blog

SEO tak hanya milik pebisnis yang ingin memasarkan produk miliknya di internet. Pemilik web blog travel juga mulai berbondong-bondong menjadikan SEO sebagai salah satu strategi buat pemasaran, sehingga bisnis terkait dunia travel dan pernak perniknya bisa populer di halaman search engine.

 

Tapi, penerapan SEO pada travel blog butuh sesuatu yang kekhususan agar target tidak meleset dan konten bisa menjadi prioritas utama yang mudah ditemukan pada industri travel, dan yang ditampilkan google di halaman pertama nya. Artinya konten travel bisa memberikan hasil yang sangat signifikan pasca mengoptimasi mesin pencari.

 

Memang bila di telisik, secara umum SEO atau Search Engine Optimization di industri travel secara masif dikuasai oleh startup-startup dengan model bisnis OTA (Online Travel Agencies). Dimana bisnis ini sebenarnya hanya berperan sebagai pihak ketiga yang menghubungkan kamu (customer) dengan pihak penyedia layanan perjalanan. Artinya, OTA akan memudahkan konsumen yang ingin melakukan perjalanan wisata, trip bisnis atau menginap di hotel, serta membantu pihak penyedia layanan agar memiliki perputaran uang lebih cepat.

 

Lalu mengapa travel blog seperti kurang serius melakukan promosi dan atau pemasaran online, terutama mengoptimasi SEO agar lebih dominan ketimbang OTA agency? Atau pemilik dan pengelola travel blog kurang memahami SEO spesialis travel? Nah, terkait itu tak ada salahnya agar belajar SEO buat pemasaran travel blog. Atau menggunakan jasa SEO profesional dari para ahli digital marketing yang terdekat dengan kota kamu.

 

SEO Traveling Blog

 

Memahami SEO Travel Buat Pemasaran Online

Pemasaran travel secara online melalui search engine optimization boleh dikatakan sebagai teknik pemasaran yang saat ini paling elit dan efektif, karena nyaris gratis dan konversinya sangat tinggi. SEO merupakan proses pembuktian atas adanya relevansi dan nilai suatu produk, layanan, ataupun website untuk istilah pencarian pada kata kunci tertentu, dengan tujuan untuk menaikkan peringkat pada hasil pencarian.

 

Dengan kata lain, SEO dimanfaatkan untuk membantu website travel kamu masuk dalam 10 besar di hasil pencarian google. Tapi, kamu harus terlebih dahulu memahami tips dan trik agar situs travel bisa optimal di search engine terutama google.

 

Memang saat ini ada banyak tutorial yang membahas tentang tips optimasi, tapi saya (silaenseo.com) melihatnya bukan merupakan tutorial specialist SEO travel blog. Bila menelisik informasi yang di share Google, dapat dipahami telah menetapkan sedikitnya 4 (empat) momen mikro yang sangat berpengaruh terhadap peringkat website travel di mesin pencari. Dimana, setiap momen tersebut tentu sangat membutuhkan strategi SEO yang berbeda-beda seturut dengan kebutuhan khusus audience yang kamu targetkan. Adapun empat momen mikro tersebut adalah: 1) dreaming moments; 2) planning moments; 3) booking moments; dan 4) experiencing moments.

 

Baca juga: Tips Memasarkan Travel Blogger Medan

 

Perlu dipahami, bahwa keempat moments diatas membutuhkan strategi SEO On Page dan SEO Off Page yang kemudian diaplikasikan pada penggunaan kata kunci (keyword) dan backlink contextual berupa anchor text di website referrers berkualitas tinggi.

 

1) Riset Kata Kunci

Setelah kamu memahami kebutuhan audiens, maka langkah mencari tahu bagaimana kebanyakan orang mengetik kata kunci di search engine google. Untuk itu dibutuhkan adanya riset keywords, misalnya menggunakan Google Adwords – Keyword Tools.

 

Untuk tahap audiens yang cenderung ingin melakukan perjalanan (dreaming moments), strategi SEO yang paling tepat untuk digunakan adalah long tail keyword. Mengapa? Karena kebanyakan audiens di tahap ini, telah lebih dulu mengambil inspirasi dari film, iklan di website, iklan di media sosial (medsos), iklan dari majalah, ataupun dari travel blogger yang mereka baca. Artinya, SEO yang kamu gunakan harus menitikberatkan pada kata kunci yang berisi seputar destinasi wisata yang akan dituju.

 

SEO long tail keyword sangat efektif, karena lebih menargetkan kata kunci yang sangat spesifik dan bisa mengarah ke niat audiens untuk melakukan pembelian pada produk jasa. Misal, ‘hotel 5 bintang di medan’, ‘paket wisata ke danau toba’, ‘hotel mewah di berastagi’, ‘paket liburan romantis bali’, ‘labersa toba hotel di balige’, dan lain sebagainya.

 

Telisik juga: Cara Menjadi Ahli SEO Sekaligus Pakar Internet Marketing

 

Pada momen perencanaan (planning moments), audiens akan secara intens melakukan riset dengan mengunjungi website. Audiens melakukan hal ini bertujuan untuk mendapatkan pengalaman yang terbaik dan tidak mengecewakan. Untuk itu, strategi SEO harus berisi informasi detail tentang destinasi yang menarik dikunjungi, minimal harus berisi kata kunci yang berkaitan dengan: a) jam operasional; b) harga tiket masuk; c) cara menuju lokasi; d) hotel atau tempat menginap; dan e) hal-hal apa saja di sana.

 

Berbekal kelima informasi dasar tersebut, minimal audiens kamu sudah bisa membuat itinerary berdasarkan daerah dan estimasi waktu yang dibutuhkan untuk mencapai masing-masing lokasi yang sudah ditentukan.

 

Di tahap pemesanan (booking moments), strategi SEO harus berisi tentang kesan atau pengalaman mem-booking. Untuk itu, pastikan saat membuat konten (baik artikel, gambar atau video) telah memuat berbagai kemudahan saat melakukan seluruh pemesanan. Tentunya aspek berbagai pihak yang bekerja dengan baik, mulai user interface, kemudahan, kenyamanan, serta berbagai pilihan pembayaran yang disediakan.

 

Terakhir adalah experiencing moments, dimana audiens kamu sudah berada di tempat tujuan yang diulas dalam travel blog. Strategi SEO yang harus kamu gunakan memuat kata kunci yang dapat memastikan para tamu/audiens dapat menemukan informasi seputar objek wisata ataupun tempat-tempat menarik, kegiatan yang bisa dilakukan, dan hal menarik lainnya di sekitar lokasi mereka. Biasanya, pada tahap ini, kamu juga bisa mendorong audiens untuk share pengalaman mereka melalui akun media sosialnya (baik facebook, twitter dan instagram).

 

Jika hal ini dilakukan secara terus-menerus dan konsisten, maka akan banyak audiens lain yang tertarik dan akhirnya mengunjungi travel blog kamu. Dengan begitu, traffic akan terus meningkat dari hari kehari.

 

2) Menggunakan Domain Berisi Kata Kunci

Google secara komprehensif terus melakukan update algoritma untuk meningkatkan relevansi kata kunci yang ditampilkan. Memang pada perkembangan terakhir, domain tidak harus berisi kata kunci. Namun, dengan memasukkan keywords dalam domain tentu akan membantu mesin pencari untuk mengetahui fokus (niche) website travel yang dibuat. Untuk itu, tak ada salahnya dalam rangka meningkatkan performa di search engine lebih memilih menggunakan domain terkait di industri travel atau bisnis traveling lainnya. Hal ini juga bisa meningkatkan branding travel blog kamu semakin dikenal oleh banyak orang. Misal, menggunakan domain travelblogger[.]com, rajajalan[.]com, travelingmix[.]com, tripbisnis[.]net, dan lain sebagainya.

 

Ingat, bahwa google tidak ada melarang penggunaan keywords on domain, sehingga tidak berbahaya untuk website. Terkecuali, domain tersebut kamu fungsikan untuk situs-situs SPAM, dan atau situs ilegal lainnya.

 

3) Menggunakan Platform yang Tepat

Gunakan lah platform yang benar-benar anda sukai. Tapi tetap mempertimbangkan untuk membuat situs yang Google friendly dan user friendly agar pengelolaan SEO dapat lebih mudah. Selain itu, tampilan situs juga harus terlihat lebih baik sehingga pengunjung betah berlama-lama berada di travel blog kamu.

 

4) Memiliki Konten Berkualitas

Konten berkualitas adalah konten original yang dapat memberikan solusi dan atau menyelesaikan masalah pembacanya. Selain bisa memberikan solusi, konten yang berkualitas minimal harus memuat hal-hal yang menarik bagi audiens. Untuk itu buatlah konten sebanyak mungkin untuk pembaca anda, sehingga mereka secara intens membaca.

 

Baca juga: Cara Membuat Konten Pemasaran Ranking Pertama di Google

 

Lalu, berapa kata yang ideal? Saya rasa 800 kata sudah lebih dari cukup untuk membuat satu konten artikel yang berkualitas dan komprehensif membahas hal-hal terkait dengan dunia travel.

 

5) Media Sosial (Medsos)

Sebagian besar pebisnis traveling sudah memanfaatkan teknologi digital, untuk memasarkan produk di internet. Selain itu, pengguna media sosial di Indonesia sangat besar jumlahnya. Kamu dapat memanfaatkan medsos, seperti: twitter, instagram, dan facebook sebagai wadah membagikan konten-konten yang sudah kamu publikasikan sebelumnya.

 

Share konten melalui media sosial juga akan membantu kinerja SEO, karena hal ini merupakan aplikasi dari teknik SEO Off Page. Selain itu, share di medsos akan menambah pengunjung ke website dan meningkatkan branding perusahaan dan atau pribadi.

 

6) Link Building

Membangun backlinks harus terus dilakukan, karena kehadiran backlink sangat penting untuk memperkuat daya ungkit SEO agar selalu dipertimbangkan algoritma search engine untuk ditampilkan pada halaman pertama. Hal yang lumayan sulit adalah membangun backlinks yang berkualitas. Untuk itu dibutuhkan, teknik untuk mendapatkan backlink dari situs-situs yang memiliki otoritas tinggi dan sangat dipercayai oleh google. Seperti, menjadi penulis tamu atau tanam link pada program content placement pada situs-situs yang memiliki domain dan page authority tinggi, dan lain sebagainya.

 

Jadi, gunakan waktu senggang kamu untuk membangun backlinks yang berkualitas dan atau mencari backlink-backlink yang pas dengan situs travel blog kamu.

 

Semoga strategi untuk memaksimalkan SEO spesialis buat travel blog ini bermanfaat dan dapat digunakan untuk memasarkan produk-produk traveling di search engine, terutama google. Salam sukses.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *