Ojol PSBB Total Jakarta

Nasib Ojol Saat Jakarta PSBB Total Jilid 2

Senin 14 September 2020, Pemerintah DKI Jakarta resmi menerapkan kembali PSBB atau pembatasan sosial berskala besar secara ketat. Dalam keputusan menjalankan Jakarta PSBB total jilid II, ojek online (ojol) secara ketat diperbolehkan beroperasi membawa penumpang, namun kepada pengemudi (driver) diminta untuk secara ketat pula menaati protokol kesehatan pencegahan virus corona (covid-19).

 

Artinya, nasib ribuan driver dan pelanggan yang selama ini bergantung pada transportasi online berbasis aplikasi bisa terbantu dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Meski salah satu tujuan PSBB total jilid II adalah untuk fokus mengurangi mobilitas masyarakat ibu kota, pembatasan aktivitas sosial, dan mengurangi penularan di klaster perkantoran.

 

Adapun pertimbangan Pemprov DKI Jakarta untuk mengetatkan kembali PSBB didasarkan pada perkembangan terakhir terhadap kasus positif covid-19 yang melonjak selama 12 hari di bulan September ini. Tentu pembeberan data dan fakta ini tidak mengenakan berbagai pihak, sehingga merasa perlu untuk melakukan kebijakan dan keputusan pengetatan agar pergerakan penambahan kasus terjangkit virus corona di Jakarta bisa terkendali.

 

Memang, pandemi virus corana telah membawa dampak sangat besar di sektor ekonomi, sosial, dan budaya. Jadi, langkah pengetatan PSBB di Jakarta akan dilakukan mulai 14 September untuk fokus membatasi mobilitas masyarakat, sehingga secara komprehensif melahirkan ada inisiatif selalu taat pada protokol kesehatan.

 

Khusus untuk jumlah kapasitas penumpang pada transportasi publik, seperti TransJakarta, MRT, LRT, CommuterLine, taksi, angkot dan kapal penumpang, akan dibatasi maksimal 50%, serta dilakukan juga pengurangan frekuensi layanan dan armada.

 

Ojol PSBB Total Jakarta

 

Demikian pula halnya dengan kendaraan pribadi, hanya bisa diisi maksimal 2 (dua) orang per baris kursi, kecuali seluruh penumpang memiliki alamat domisili yang sama. Selain itu, kebijakan ganjil genap yang telah diterapkan selama ini akan ditiadakan. Sementara untuk ojek online berbasis aplikasi masih diizinkan mengangkut barang dan penumpang.

 

Langkah diatas adalah untuk mengurangi mobilitas penduduk, kebijakan ganjil genap ditiadakan selama PSBB, motor berbasis aplikasi diperbolehkan untuk mengangkut barang dan penumpang dengan menjalankan protokol kesehatan ketat. Detail aturan-aturan PSBB nantinya akan disusun melalui SK Kadishub.

 

Selain membatasi mobilitas masyarakat, PSBB yang berlaku untuk 14 hari ke depan. fokusnya adalah untuk membatasi aktivitas di tempat kerja dan perkantoran. Mengapa? Pasalnya kasus positif terbanyak di Jakarta saat ini adalah berasal dari klaster perkantoran. Itu sebabnya PSBB mulai 14 September fokus utamanya adalah pembatasan di area perkantoran.

 

Sebaliknya, klaster pasar dan pusat perbelanjaan menjadi klaster dengan tingkat kedisiplinan yang paling tinggi. Hal ini disebabkan adanya tindakan tegas yang diambil oleh Pemprov menutup pasar bila terjadi kasus positif, telah membuat para pedagang pasar secara bersama-sama menegakkan kedisiplinan untuk menghindari pasarnya di tutup. Oleh karena itu Pemprov pada PSBB besok akan membatasi aktivitas di kantor dan tempat kerja, termasuk kantor-kantor pemerintahan.

 

Tiap pimpinan kantor juga wajib mengatur mekanisme kerja dari rumah (work from home) atau jika sebagian pegawai harus bekerja maka kapasitas dibatasi maksimal 25%. Sementara pasar dan pusat perbelanjaan tetap diizinkan buka dengan pembatasan kapasitas maksimal 50% pengunjung yang boleh berada di dalam lokasi secara bersamaan. Sedangkan untuk rumah makan, restoran, kafe di dalam pusat perbelanjaan hanya boleh melayani pesanan antar atau bawa pulang (bungkus).

 

Baca juga: Strategi Pemasaran Bisnis Ojek Online

 

Berikut 11 sektor usaha esensial yang tetap diizinkan beroperasi dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan membatasi kapasitas maksimal 50%, yaitu: 1) Kesehatan; 2) Bahan pangan, makanan, minuman; 3) Energi; 4) Komunikasi dan teknologi informasi; 5) Keuangan, perbankan, sistem pembayaran, pasar modal; 6) Logistik; 7) Perhotelan; 8) Konstruksi; 9) Industri strategis; 10) Pelayanan dasar, utilitas publik,dan industri yang ditetapkan sebagai objek vital nasional dan objek tertentu; dan 11) Usaha kebutuhan sehari-hari.

 

Penetapan PSBB ini artinya masyarakat hanya boleh bekerja, belajar, dan beribadah dari rumah. Pemprov DKI juga hanya memperbolehkan 11 sektor usaha tetap buka. Keputusan ini tercantum dalam Peraturan Gubernur Nomor 88 Tahun 2020 tanggal 13 September 2020 atas perubahan Peraturan Gubernur Nomor 33 Tahun 2020 tanggal 9 April 2020 tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Dalam Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. PSBB total ini berlangsung selama dua minggu dan bakal dievaluasi.

 

Keputusan PSBB ini juga berdasarkan hasil koordinasi Pemerintah Pusat dan Pemprov DKI yang telah berlangsung selama beberapa hari, pengendalian transportasi yang dilakukan tetap mengacu pada Permenhub 41 Tahun 2020 dan aturan turunannya, yaitu Surat Edaran Menhub yang telah diterbitkan pada 8 Juni 2020.

 

Gojek Tetap Mengaktifkan Seluruh Layanan

Gojek sebagai salah satu perusahaan aplikator ojek online tetap akan mengoperasikan seluruh layanan transportasi daringnya selama pemberlakuan kembali masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada 14 September 2020 sembari terus berkoordinasi lanjutan kepada pemprov DKI Jakarta.

 

Kabar baik datang dari Chief of Corporate Affairs Gojek Nila Marita, yang mengatakan seluruh layanan Gojek termasuk layanan GoRide, tetap beroperasi apabila pelanggan terpaksa untuk bepergian. Khusus untuk layanan taksi online (taksol) GoCar dan GoBluebird juga dapat digunakan dengan ketentuan jumlah penumpang maksimal 2 orang per kendaraan dengan mitra pengemudi (driver) Gojek yang tetap mengikuti protokol Jaga Kesehatan, Kebersihan, dan Keamanan (J3K) selama berkendara.

 

Menarik dibaca: Kiat Marketing Usaha Showroom Motor saat Pandemi

 

Tak hanya itu, layanan pesan antar makanan GoFood, layanan telemedik dan pengantaran obat GoMed, serta layanan pengantaran barang GoSend, GoMart, GoShop dan GoBox tetap beroperasi melayani masyarakat selama periode PSBB. Masyarakat dapat menggunakan layanan ini tanpa melakukan kontak fisik secara langsung (contactless delivery).

 

Jadi, untuk sepeda motor dan mobil yang digunakan untuk keperluan ojek online (ojol) berbasis aplikasi (Gojek, Grab, Okejek, Maxim, inDriver, dan lain-lain) tetap diperbolehkan untuk membawa penumpang dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *