Pemasaran UKM Medan

Pelaku UKM Medan Masih Kesulitan Memasarkan Produknya

Di era digital saat ini, seharusnya pelaku UKM Kota Medan harusnya sudah mahir dan ahli dalam menciptakan sebuah produk dan memiliki kualitas pemasaran yang baik. Tapi kenyataan yang ada, masih banyak diantaranya kesulitan dalam pemasaran produknya.

 

Terkait sebentar lagi dilaksanakan pilkada Medan, maka hal ini harus menjadi fokus Pemerintah Kota (Pemko) Medan melalui Walikota yang baru, yakni bagaimana cara dan strategi dalam pengembangan UKM di Kota Medan untuk jangka waktu lima tahun ke depan.

 

Tentu harapan diatas harus tersampaikan, mengingat keinginan pelaku usaha agar di Kota Medan ini semakin banyak pusat jajanan UKM yang menawarkan berbagai produk-produk UKM khas Kota Medan. Seperti Jalan Wajar yang sudah jadi destinasi wisata kuliner yang telah terkenal di Kota Medan, dimana ditempat tersebut telah terkenal akan kuliner seafoodnya hasil kreasi UKM.

 

Disamping adanya jaminan tempat, outuput lain agar Pemko Medan semakin gencar melakukan pelatihan UKM agar semakin mahir memasarkan produknya biar makin laku di pasaran

 

Saya rasa harapkan para stakeholder di kota Medan agar Walikota baru, mampu menciptakan kawasan dimana produk-produk milik UKM ini dapat di pasarkan dan akan ditata untuk menjadi pusat ukm seperti yang ada di jalan wajir yang sudah terkenal dengan seafoodnya.

 

Pemasaran UKM Medan

 

Karena itu, masyarakat Medan akan menyambut baik bila calon Walikota yang akan bertarung di 9 Desember memiliki visa dan misi yang berkeinginan untuk mendukung memajukan perekonomian masyarakat melalui UKM yang ada di Kota Medan.

 

Tak hanya itu, para pengusaha dan entrepreneur akan sangat mengapresiasi kedatangan Walikota baru untuk membantu dan bekerja sama dengan Pemko Medan dalam memajukan UKM melalui kegiatan pelatihan dan pembinaan maupun workshop.

 

Tentu tidak hanya pembinaan saja, melainkan juga membuka akses pemasaran bagi produk-produk UKM menjadi branding Kota Medan. Dukungan juga akan mengalir dari para ahli pemasaran, konsultan branding dan dari para digital marketers untuk mendukung Pemko Medan dalam pengembangan UKM di kota Medan.

 

Hal ini sesuai tanggung jawab semua pihak melakukan pengabdian masyarakat dengan duduk bersama melatih dan membina masyatakat untuk dapat menciptakan lapangan kerja sendiri melalui UKM dan mampu pula memasarkannya baik secara offline maupun online.

 

Masyarakat Medan menanti pemimpin baru yang berani ambil keputusan untuk mendukung pembinaan UKM ini untuk menciptakan masyarakat yang lebih berdaya. Karena dilain pihak, ada para pengusaha, entrepreneur dan pakar digital marketing yang ingin bekerjasama dengan Pemko Medan agar pembinaan UKM ini dapat semakin luas dan masyarakat juga akan semakin berdaya membangun perekonomiannya sendiri.

 

Perlu diingat, seorang pemasar sangat dibutuhkan Pemko Medan karena mengenali dengan baik medan yang akan diterjuni, berikut teknik yang digunakan seperti pakai brosur dan pemasaran internet (SEO, Media Sosial, SEM, Email Marketing, dan dll), persis seperti pelancong yang membekali diri dengan peta dan buku bakan kompas sebelum melakukan perjalanan wisata. Tanpa itu semua, dapat dipastikan si pemasar bakal tersesat di jalan alias produk yang dijual tak laku.

 

UKM Medan Harus Melek Pembayaran Digital (E-Money)

 

Masa hantaman pandemi Covid-19, telah membuat perekonomian menurun lantaran masyarakat Medan diharuskan membatasi aktivitas dengan penerapan jaga jarak yang tentunya berimbas pada transaksi jual beli di pasar termasuk para pelaku UKM.

 

Menarik dibaca: Pengertian SEO dan Manfaatnya Buat Pemasaran

 

Untuk itu, kebijakan atas adanya upaya-upaya agar UKM bisa dapat tumbuh kembali di masa pandemi sangat dinantikan. Mungkin madih segar diingatan pada krisis ekonomi tahun 1998 dan 2008 lalu, sektor UKM menjadi penopang ekonomi. Namun saat ini sektor UKM justru paling rentan terpuruk atas imbas pandemi Covid-19.

 

Disisi lain adanya dampak pandemi Covid-19, juga dapat dijadikan kesempatan dan peluang menguntungkan bagi para pelaku UKM Medan untuk menciptakan peluang usaha baru yang menyesuaikan dengan perilaku belanja masyarakat yang semakin mengarah pada layanan daring (online) untuk memenuhi kebutuhan dan mengurangi transaksi secara langsung atau tatap muka.

 

Dalam upaya mengakselerasi kebangkitan UKM di tengah pandemi Covid-19, dan adaptasi UKM menjalani kehidupan normal yang baru. Pemko Medan harus segera mendorong UKM dalam memanfaatkan peluang untuk bertransformasi dan berinovasi di era digital. Tentu bersama-sama dengan stakeholder terkait untuk terus mendorong transformasi UKM di bidang digitalisasi baik dari sisi produksi, pemasaran, pembiayaan, maupun pembayaran.

 

Upaya dan strategi diatas bisa mendorong agar UKM naik kelas dan turut berkontribusi terhadap pencapaian tujuan menciptakan kestabilan harga maupun nilai tukar serta penurunan defisit transaksi berjalan.

 

Dukungan seluruh stakeholder dalam pengembangan UKM Kota Medan harus juga diarahkan pada integrasi platform digital dengan makin dominannya interaksi merchant-platform-consumer. Hal tersebut, antara lain mendorong penggunaan usng elektronik (e-money), seperti Ovo, Dana, QRIS, OkeLay dan Gopay yang menjadi ujung tombak dalam mendukung transaksi UKM yang semakin cepat dan efisien.

 

Saat ini sudah ada ratusan bahkan ribuan UKM maupun UMKM telah terhubung dengan conversational commerce dan marketplace lokal maupun nasional dan sebagian besar telah menerapkan pembayaran digital melalui e-money.

 

Adanya sinergisitas seluruh stakeholder terkait secara terus menerus melaksanakan kegiatan pendampingan dan pembinaan UKM Kota Medan sepertivmelalui program on boarding UKM, fasilitasi perluasan akses pasar melalui pameran dan business matching, serta adanya mendorong sinergi antar UKM maupun antar UKM dan sebaliknya. Sinergisitas ini akan melahirkan wirausaha unggulan, coaching clinic, dan program-program lainnya yang dicanangkan.

 

Memang Covid-19 ini nyata, dampak dari Covid-19 ini juga nyata. Bahkan, perekonomian juga mengalami deflasi karena uang yang beredar di tengah-tengah masyarakat sangat minim. Untuk itu, merancang berbagai strategi guna mendorong digitalisasi UKM yang terkena dampak pandemi Covid-19 harus cepat dilakukan.

 

Salah satu cara yang bisa dibuat adalah dengan mengalokasikan dana dalam APBD Kota Medan khusus membantu UKM untuk meningkatkan kapasitas serta daya saing koperasi dan UKM.

 

Peran swasta dan penggiat pemasaran digital juga sangat diharapkan bisa membangkitkan kinerja usaha koperasi dan UKM yang terdampak pandemi di Kota Medan. UKM juga harus melek untuk digitalisasi agar tercipta perekonomian yang lebih baik di masa depan, bahkan bisa jadi startup.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *