Personal Branding Karir dan Bisnis

Tips Membangun Personal Branding Dalam Karier dan Bisnis

Penting bagi siapa saja untuk membangun personal branding, baik di lingkup karier maupun bisnis offline ataupun bisnis online. Misal, seperti apa penampilan diri kamu ingin dilihat orang lain. Begitu juga dengan kualitas dan skill apa yang ingin ditonjolkan.

 

Di era pemasaran modern, eksistensi personal branding atau populer dikenal sebagai citra diri (pencitraan) memiliki peran strategi dan ampuh untuk memasarkan atau mempromosikan kemampuan diri seseorang untuk lebih dikenal dan atau mendapatkan keuntungan. Maksudnya, apa yang orang yakini tentang diri kamu bahkan ketika tidak sedang bersama-sama, kira-kira seperti itulah gambaran dari pengertian personal branding.

 

Bila ada yang bertanya apa tujuan hidup kamu? Pasti kamu secara spontan akan menjawab bahagia dan sukses. Namun, penting kamu pahami bahwa untuk mencapainya dibutuhkan polesan inner dan outer yang bisa memberi gambaran (deskripsi) tentang diri mu dalam konteks personal branding.

 

Sebab, sebelum mengenal jauh ke dalam, pertama kali kamu akan dinilai dari penampilan luarnya. Begitu pun dengan skill yang dimiliki. Pasalnya, di dunia yang semakin kompetitif, seseorang harus secara intens mengup-grade diri, memperlihatkan keunikan (ciri khas) masing-masing. Bila lalai, maka proses personal branding tidak akan berhasil dengan baik. Hal itu disebabkan, yang harus kamu andalkan adalah diri sendiri.

 

Dalam peruntukan karir maupun bisnis, perihal membangun personal branding setidaknya ada 4 (empat) cara/tips yang bisa kamu lakukan agar hasilnya maksimal, yakni:

 

1) Identifikasi Passion

Kamu harus melakukan identifikasi apa passion atau atas kemampuan dominan yang ada. Mengapa? Karena, secara prinsip orang yang bekerja sesuai passion akan membuat dirinya senang, mengasyikan dan senantiasa tidak tertekan dalam mengerjakan berbagai tugas yang diberikan pimpinan atau jadi tanggung jawabnya.

 

Baca juga: Mengapa Personal Branding Begitu Penting Bagi Setiap Orang?

 

Nah, dalam proses identifikasi ini, maka temukan apa tujuannya kamu melakukan citra diri. Setelah itu, langkah selanjutnya menentukan kriteria sukses menurut diri sendiri. Seandainya susah menilai diri sendiri, maka coba tanyakan kepada orang sekitar, apa kira-kira kelemahan kamu.

 

Setelah itu, lakukan self assessment atau penilaian diri, kemudian diikuti dengan menuliskan apa tujuan diri. Dalam menulis tujuan diri ini, kamu harus lakukan dengan spesifik, realistis, dan terukur batas waktu pencapaiannya.

 

Misalnya, di umur 30 tahun kamu punya target akan buka restoran modern untuk usaha kuliner masakan khas batak di Jakarta, tapi untuk saat ini hanya berlokasi di Medan serta memanfaatkan tempat di garasi rumah karena masih kekurangan modal.

 

2) Membangun Cerita

Kamu juga harus mulai dengan membangun cerita, baik disekitar lingkungan, tempat kerja maupun di media online (seperti blog/website dan media sosial). Caranya, kumpulkan bukti-bukti dari berbagai pencapaian ‘prestasi’ selama ini pada bidang-bidang yang relevan dan terkini.

 

Personal Branding Karir dan Bisnis

 

Misal saat kamu melakukan wawancara, untuk mengetahui sejauh mana kemampuan memimpin organisasi, hal yang akan ditanyakan pewawancara adalah apa yang sudah kamu dilakukan. Hal penting lainnya adalah curriculum vitae (CV). Dimana secara tidak langsung, CV merupakan media untuk menyampaikan siapa diri kamu. Jangan lupa, untuk selalu update CV maupun foto.

 

Lalu, bagaimana strategi personal branding di media sosial agar berhasil? Pada pemasaran diri, media sosial atau medsos itu merupakan pedang bermata dua. Sehingga, ada baiknya disiasati 50 persen berisi konten. Namun, terlebih dahulu agar jangan lupa update biografi. Strateginya, 50 persen berisi konten dari orang lain yang saat ini kebanyakan memasarkan produk dan jasa, 20 persen ketertarikan orang, sisanya adalah konten personal.

 

Baca juga: Cara Membuat Konten Pemasaran Ranking Pertama di Google

 

Untuk memaksimalkan personal branding (pencitraan diri) di media sosial (instagram, twitter, facebook, linkedin, youtube, dan sebagainya), kamu bisa gunakan SEO (Search Engine Optimization) dan SEM (Search Engine Marketing).

 

3) Sampaikan Tentang Siapa diri Kamu Dengan Jelas

Dalam catatan saya (silaenseo.com), minimal ada tiga tahap yang bisa dilakukan untuk menyampaikan jati diri. Pertama adalah dengan promote your plan. Nah, untuk menjalankan aksi ini dapat dimulai dengan hal kecil dan waktu terbaiknya adalah saat ini.

 

Bila kamu baru saja memulai karier, maka tidak perlu langsung memikirkan bayaran atas yang kamu lakukan. Belajarlah yang banyak, bergerak dengan cepat, dan kemudian bangunlah network. If you’re not networking, you’re not working.

 

Jadi hal yang sangat penting bagi kamu untuk bekerja sama dengan orang lain. Sebab, ada banyak hal penting yang terjalin selama membangun koneksi dengan banyak pihak.

 

Selain itu, kamu juga harus punya kemampuan mempengaruhi orang lain. Karena hal yang sulit, adalah bagaimana ide yang diciptakan bisa diterima orang lain secara baik.

 

4) Belajar dan Terus Belajar

Langkah yang keempat ini, mengharuskan kamu untuk tidak menyerah. Fakta yang lazim ditemukan, banyak orang yang menyerah karena ditolak atau sebaliknya orang lain akan menyerah karena kamu datangi terus. Tinggal pilih strategi yang mana.

 

Agar bisa sukses dalam proses ini, kamu harus terus membangun skill baru yang tidak dimiliki orang lain. Cara yang bisa dilakukan adalah dengan membaca buku atau menonton video. Intinya, personal branding bisa berhasil dengan ada kesabaran dan jangan pernah berhenti belajar semua hal terkait dengan karier atau bisnis yang dikerjakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *