Ojol Tetap OnBid di PSBB Jakarta

Tips Ojek Online Onbid saat PSBB Jakarta

Jakarta mulai hari ini PSBB, meski begitu Pemprov memperbolehkan ojek online beroperasi mengangkut penumpang. Adanya kabar baik itu membawa suka bagi para mitra driver ojol (gojek, grab, okejek, maxim, inDriver, dll), karena masih tetap bisa onbid untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

 

Memang benar, Pemprov DKI Jakarta kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) karena alasan semakin tingginya jumlah positif carona dan berlaku hingga 14 hari kedepan. Tapi, layanan transportasi umum online berbasis aplikasi masih diperbolehkan untuk mengangkut penumpang dan barang di PSBB dengan ketentuan wajib menjaga dan memberlakukan protokol kesehatan ketat saat onbid.

 

Menanggapi PSBB ini, para perusahaan aplikator layanan ride-hailing di Indonesia harus sudah mengantisipasi kebijakan progresif dengan prosedur pencegahan untuk mencegah penyebaran virus corona terutama di klaster perkantoran, tanpa berniat untuk memutus secara sepihak mata pencaharian pengemudi (driver) dengan meniadakan layanan ojek penumpang di DKI Jakarta untuk sementara waktu.

 

Ojol Tetap OnBid di PSBB Jakarta

 

Ada beberapa cara atau tips bagi para aplikator dan atas inisiatif driver ojek online sendiri dalam menjaga protokol kesehatan di masa PSBB Jakarta terbaru ini, yakni:

 

1) Membuat kebijakan untuk mewajibkan seluruh mitra driver melakukan pengecekan suhu tubuh, melakukan disinfeksi kendaraan secara rutin pada tempat-tempat (posko) tertentu, menggunakan masker di tempat umum dan saat sedang bertugas.

 

Baca juga: Nasib Ojol Saat Jakarta PSBB Total Jilid 2

 

Kalaupun tidak ada notifikasi yang masuk melalui email atau akun driver, maka para driver harus dengan kesadaran penuh untuk datang dan atau melakukannya dengan mengatasi penyebaran virus corona bagi diri sendiri, pelanggan maupun orang laun.

 

2) Penting ada inovasi dari pihak aplikator untuk menyediakan fitur keamanan bagi pengguna agar dapat mengetahui suhu tubuh dan kebersihan kendaraan mitra driver melalui aplikasi. Fitur ini juga harus dapat dilihat secara langsung oleh pemesan pada smartphone-nya.

 

3) Aplikator mewajibkan dan atau menyediakan fasilitas penggunaan sekat pelindung yang berfungsi meminimalisasi penyebaran virus melalui droplet, baik untuk mobil taksi online (R4) dan motorcycle (R2) ojek ride. Para driver juga harus menggunakannya bisa atas inisiatif sendiri.

 

4) Pihak perusahaan aplikator harus mewajibkan penumpang dan mitra driver menggunakan masker selama perjalanan. Apabila ada salah satu pihak yang tidak menggunakan masker, baik mitra driver dan atau penumpang sama-sama punya hak membatalkan pemesanan dan membuat laporan di aplikasi.

 

5) Harus mengoperasikan zona agar driver dapat mengikuti protokol Jaga Kesehatan, Kebersihan, dan Keamanan (J3K) selama berkendara (onBid). Pada tempat ini minimal dapat dilakukan: a) pengukuran suhu tubuh bagi pelanggan dan mitra driver dengan tetap menerapakan prinsip physical distancing di zona tersebut; b) penyediaan hand sanitizer, hairnet, dan pendistribusian masker untuk driver.

 

Kelima cara dan tips diatas bila dilaksanakan pebisnis ride hailing dan mitra driver, maka sangat bagus untuk survive dan tetap bisa menghasilkan uang tanpa meniadakan sementara waktu untuk ngebid gojek, grab, okejek, maxim, inDriver, dll di area DKI Jakarta sekitarnya.

 

Telisik juga: Strategi Pemasaran Bisnis Ojek Online

 

Jadi untuk mensukseskan PSBB jilid II ini, diharapkan adanya kesigapan semua perusahaan aplikator ojol untuk beradaptasi menyesuaikan operasional bisnisnya mengikuti kondisi dan kebutuhan masyarakat menghadapi pandemi dengan mewajibkan seluruh ekosistemnya termasuk mitra driver untuk selalu mengedepankan protokol Jaga Kesehatan, Kebersihan, dan Keamanan (J3K), sehingga PSBB total ini membuat siapa saja tetap waspada pandemi. Selamat onBid dan semoga tetap lancar menjalankan order, serta akun tetap gacor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *